Tetap Jatuh Diantara Bintang

ABADIKAN - Para Inspirator, Dokumentator dan Panitia Mengabadikan Momen Bersama Pihak Sekolah saat Selesai Memperkenalkan Kelas Inspirasi

Mengajar di perkebunan sawit, Serawak, Malaysia jadi pengalaman tak terlupakan bagi Maya Safitri. Tak banyak anak di sana yang bercita-cita tinggi. Hal ini pun memotivasi Maya dan teman-temannya untuk membangun Kelas Inspirasi. Memotivasi agar mereka memiliki cita-cita yang ingin diraih di masa depan.

Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

Tekad Maya Safitri, akrab disapa Maya, membangun Kelas Inspirasi karena terinspirasi dari pengalaman pribadinya. Kala itu dia berstatus mahasiswi semester lima pernah mengajar anak-anak Indonesia yang tinggal di perkebunan sawit, Serawak, Malaysia.

Proses belajar mengajar di sana berjalan seperti biasanya. “Tetapi ketika ditanya cita-cita, hampir semua menjawab  ingin menjadi dreba atau pengemudi (driver) yang membawa truck muatan sawit).  Adapula, yang ingin menjadi tukang tabur baja, atau tabur pupuk, serta ingin menjadi tukang tombak buah sawit,” ungkap Maya.

Miris hati Maya mendengarnya. Dan, tak mudah mengubah pola pikir anak-anak tersebut. Sebab, mereka memilih cita-cita dari yang dilihat di lingkungan sekitarnya.

Perempuan kelahiran Tj. Kasih Sayang, 8 Maret 1995 ini pun ingin anak didiknya memiliki cita-cita setinggi langit.  “Walaupun jatuh, mereka tetap jatuh diantara bintang-bintang,” kata Maya.

Pengalaman ini menjadi inspirasi Maya untuk menghadirkan Kelas Inspirasi. Dia yakin Kelas Inspirasi mampu membuat anak-anak, khususnya di Pontianak mengetahui profesi di sekitarnya.

“Dan mereka dapat menjdikan itu sebagai motivasi untuk memiliki cita-cita,” tambah Maya.
Kelas Inspirasi yang didirikan Maya merupakan program turunan dari Indonesia Mengajar yang ada di beberapa kota. Kini berkembang dan tersebar di seluruh provinsi di Indonesia, termasuk Kalimantan Barat. Pontianak menjadi kota kedua.  Kapuas Hulu lebih dulu membuka Kelas Inspirasi di Kalbar.

Lulusan Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Untan ini menyatakan Kelas Inspirasi adalah sebuah gerakan nasional yang bertujuan untuk menginspirasi siswa Sekolah Dasar (SD) agar memiliki cita-cita dan semangat melanjutkan sekolah dengan cara mengundang profesional dari seluruh Indonesia.

Kelas Inspirasi menambah wawasan dan pengetahuan anak-anak SD mengenai jenis-jenis profesi yang bisa dipilih sebagai wujud cita-cita di masa mendatang.

“Saya dan teman-teman menganggap hal ini sangat penting untuk dilakukan pada anak-anak di usia SD, dimana SD adalah anak tangga pertama yang ditempuh dalam dunia pendidikan,” tutur yang juga merupakan Dewan Pembina Organisasi Divisi Program Aksi Sedekah Pendidikan (ASP) Pontianak.

Relawan Voluntersm Teaching Indonesian Children Cycle 4 Malaysia ini mengatakan Kelas Inspirasi di Kota Pontianak dilaksanakan 9 September 2019.  Para relawan inspirator dan dokumentator diseleksi secara nasional. Relawan inspirator adalah para profesional dari beragam profesi.

“Diantaranya, dokter, ahli gizi, perawat, sanitarian, dosen, public relation, penulis, seniman lukis, penyiar televisi dan radio, serta staf konsultan,” tutur Maya.

Pra relawan inspirator nantinya akan memaparkan tentang profesinya masing-masing dengan menggunakan demo dan media sekreatif mungkin, agar anak-anak semakin tertarik dan wawasannnya terbuka tentang berbagai jenis profesi. Kemudian, mereka bisa menulis profesi yang dipilih di pohon cita-cita di  pojok ruang kelas.

Maya merasa bahagia mendapat dukungan positif dari pihak sekolah saat mengenalkan Kelas Inspirasi. Dia berharap kegiatan ini terus berlanjut agar semakin banyak anak-anak SD yang terinspirasi dan merasakan manfaatnya. Begitupun, dengan relawan Inspiratornya agar semakin banyak yang mendapat kesempatan untuk terus menginspirasi melalui profesinya masing-masing. Kelas Inspirasi, dari Khatulistiwa, terbangkan mimpi anak negeri. Sehari Mengajar, selamanya menginspirasi. **

loading...