The Angry Birds Movie 2 Mudah Dicerna Anak-Anak

PESAN MORAL: The Angry Birds Movie 2 menjadi film adaptasi video game dengan skor Rotten Tomatoes tertinggi. Bukan hanya itu, pesan moralnya bisa dijadikan contoh untuk anak-anak. NET

Film Ringan yang Menghibur

Tiga tahun lalu, Sony Pictures mengadaptasi game Angry Birds garapan Rovio Entertainment menjadi film yang berjudul The Angry Birds Movie. Sambutan yang kurang positif dari kritikus plus perolehan box office yang terbilang rendah tak mematahkan semangat Sony Pictures untuk membuat sekuelnya.

—-

AWAS, pulau burung dihujani bola es misterius! Kali ini pelakunya bukan para babi. Sebab, ternyata pulau babi mendapat serangan yang sama. Berdasar analisis pemimpin para babi, Leonard (Bill Hader), dan timnya, serangan tersebut berasal dari pulau misterius ketiga. Pulau itu dihuni kawanan elang yang dipimpin elang ungu bernama Zeta (Leslie Jones).

Merasa pulaunya terancam, para babi mengajukan gencatan senjata kepada para burung. Red (Jason Sudeikis), burung pemarah yang dianggap pahlawan oleh para burung, awalnya menolak. Sebab, dia takut masyarakat tak lagi menganggap dirinya sebagai pahlawan dan dikucilkan seperti dulu. Namun, karena ancaman semakin dekat, Red akhirnya setuju.

Red pun bergabung dalam tim yang beranggota Leonard; dua sahabat lamanya, Chuck (Josh Gad) dan Bomb (Danny McBride); Silver (Rachel Bloom) yang ternyata adik Chuck; Mighty Eagle (Peter Dinklage); Garry (Sterling K. Brown); serta asisten Leonard, Courtney (Awkwafina). Dengan tingkah kocaknya, tim itu berusaha menghentikan Zeta yang ingin mengambil alih pulau burung dan pulau babi. Selain lelah hidup di pulau serba-es dan ingin tinggal di pulau yang beriklim tropis, rupanya ada alasan personal di balik rencana jahat Zeta.

Bagi yang bukan penggemar game Angry Birds, sekuel itu mungkin kurang menarik. Namun, percayalah, film tersebut sangat menghibur. Dari segi visual, film itu tentu lebih baik daripada film pertama. Setiap detail terlihat lebih nyata, termasuk tekstur bulu di tubuh para burung.

Tapi, yang menjadi ’’senjata’’ utama film tersebut adalah ceritanya yang ringan dan kocak. ’’Film ini juga serbacepat, menarik untuk dilihat, dan lebih tidak menjengkelkan daripada yang pertama,’’ komentar Katie Rife, kolumnis AV Club.

Dia juga menyebut film itu sebagai film nol kalori yang berarti sangat mudah dicerna dan menghibur. Beberapa adegan dan tingkah tiap karakter memiliki kelucuan masing-masing. Terutama ketika mereka tiba di pulang elang. Mulai gaya para babi yang mengenakan jaket berbulu tebal, mengelabui penjaga dengan memakai kostum burung yang aneh, hingga breakdance battle yang tak terduga.

Meski bisa ditonton semua umur, nyatanya film tersebut tak hanya menghibur anak-anak. Bahkan, orang tua yang menemani anaknya menonton film itu bisa tertawa lebih keras.

Selain itu, terdapat sisipan subplot yang layak ditonton. Yakni, perjalanan tiga anak burung menggemaskan yang menyelamatkan tiga butir telur adiknya. ’’Ada cerita dalam kulit telur. Yang mendorongnya adalah lelucon yang benar-benar menghibur,’’ komentar Jocelyn Noveck, penulis AP National.

The Angry Birds Movie 2 memang bukan film yang hebat. Meski begitu, setidaknya ia berhasil menjadi film adaptasi video game dengan skor Rotten Tomatoes tertinggi. Bukan hanya itu, pesan moralnya bisa dijadikan contoh untuk anak-anak. Termasuk aksi Silver, burung lulusan Avian Academy, yang sangat cerdas.

’’Ada sebuah film baru yang memberikan pelajaran berharga tentang kerja sama dan pemaaf. Aksi dan plotnya didasarkan pada prinsip dasar matematika, serta mendorong anak perempuan untuk belajar sains,’’ tulis Pat Padua, kolumnis Washington Post. (adn/c18/nda)

Read Previous

Menganggur Hingga Awal Bulan

Read Next

Kapal Kargo sembako KM Putri Mulia tenggelam di Perairan Laut Pulau Juante

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *