Tiga Bocah SD di Kapuas Hulu Dicabuli Oknum Guru

PUTUSSIBAU– Seorang guru di salah satu sekolah dasar di Kecamatan Hulu Gurung, Kabupaten Kapuas Hulu diduga melakukan tindak pidana asusila terhadap sejumlah anak didiknya di sekolahan. Akibat perbuatannya itu, guru berinisial SP diamankan aparat kepolisian.

Kapolres Kapuas Hulu AKBP Handoyo melalui Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu Iptu Siko Sesatria Suta Suma mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada saat para siswa/siswi mengikuti program rutin sekolah yakni pemeriksaan kesehatan yang dilakukan di ruang unit kesehatan Sekolah (UKS) di sekolah itu.

Saat itu, Jumat, 1 November 2019 sekira pukul 09.00 Wib pada saat istirahat pertama, kemudian dilanjutkan dengan program pemeriksaan kesehatan siswa/siswi.

”Saat itu korban berinisial RPA mendapat giliran untuk diperiksa kesehatannya di ruang kesehatan atau UKS,” jelasnya.

Dikatakan Siko, saat mendapat giliran pemeriksaan kesehatan, guru yang bersangkutan meminta korban untuk menyikat gigi, kemudian setelah itu, korban diminta untuk duduk, berbaring dan memejamkan mata.

“Dugaan asusila yang dilakukan pelaku yakni dengan cara oral,” kata Siko.

Setelah dilakukan pemeriksaan, korban tindak asusila yang dilakukan guru itu tidak hanya satu orang. Melainkan ada tiga korban, yang dilakukan pada tahun yang berbeda.

“Sementara ini ada tiga orang korban, yang dilakukan oleh pelaku pada tahun 2017 lalu,” lanjut Siko.

Korban sebelumnya, berinisial FN, dimana saat itu terduga pelaku melakukan pemeriksaan terhadapnya, kemudian saat itu SP memasukkan tangannya kedalam mulut pelapor dan pelapor diminta untuk memejamkan mata.

”Kemudian SP  mendekatkan mulutnya ke mulut pelapor dan meminta pelapor menjulurkan lidah agar mengenai lidahnya,” jelasnya.

Setelah itu korban diminta untuk berbaring di atas kasur dan Pelaku membuka rok korban dengan tangan kiri hingga rok pelapor terbuka keatas sampai ke lutut.

Korban ketiga kasusnya diduga terjadi pada 2017 lalu, dimana pada saat itu korban berinisial AL duduk dibangku kelas 3 SD. Pada saat kegiatan rutin pemeriksaan kesehatan terduga pelaku meminta korban untuk menggosok Gigi, kemudian korban diperintahkan juga untuk duduk dan tutup mata.

”Kemudian terduga pelaku mencium bibirnya,”jelasnya.

Terhadap terduga pelaku diancam dengan pasal 81 atau pasal 82 undang undang nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. (arf)

Read Previous

Sejarahnya Corak Insang

Read Next

Tiga Orang Utan Dilepasliarkan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *