Tiga Kecamatan Terendam

TERENDAM : lingkungan masyarakat di Dusun Sebukit Rama, Desa Pasir terendam banjir. WAHYU/PONTIANAKPOST

MEMPAWAH – Intensitas hujan yang tinggi di wilayah perhuluan menyebabkan sejumlah daerah di Kabupaten Mempawah terendam banjir. Beberapa dusun di tiga kecamatan terendam banjir. Bahkan, korban banjir mulai meninggalkan rumah dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Dari informasi yang dihimpun dilapangan, wilayah yang terendam banjir di Kabupaten Mempawah diantaranya Dusun Sebukit Rama Desa Pasir Kecamatan Mempawah Hilir, Dusun Tekam Desa Sejegi Kecamatan Mempawah Timur dan Dusun Semayar Desa Sungai Kunyit Hulu Kecamatan Sungai Kunyit.

Banjir yang terjadi sejak beberapa hari belakangan ini telah merendam pemukiman masyarakat. Secara umum, ketinggian air telah memenuhi pekarangan rumah. Namun pada sejumlah rumah yang berada di dataran rendah, air mencapai ke dalam rumah dengan ketinggian sekitar 5-10 centimeter.

Bahkan, warga yang terdampak banjir di Dusun Semayar, Desa Sungai Kunyit Hulu terpaksa meninggalkan rumah dan mengungsi ke rumah keluarganya. Sebab, ketinggian air telah mencapai rumah hingga memaksa pemiliknya mencari tempat yang lebih aman.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, BPBD Kabupaten Mempawah, Didik Sudarmanto membenarkan sejumlah wilayah di tiga kecamatan di Kabupaten Mempawah terendam banjir. Didik memastikan pihaknya terus melakukan pemantauan dan monitoring terhadap 3 kecamatan yang terdampak banjir.

“Kami terus melakukan pemantauan dan monitoring terhadap beberapa wilayah yang terendam banjir. Kita juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Desa (Kades) setempat untuk meningkatkan pengawasan terhadap lingkungannya,” terang Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, BPBD Kabupaten Mempawah, Didik Sudarmanto, Kamis (28/5) siang di Mempawah.

Didik menyebut pihaknya telah memberikan peringatan dan himbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir. Terutama pada sejumlah lingkungan yang kerap menjadi langganan banjir.

“Kami mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi banjir. Sebab, saat ini air sudah mencapai pekarangan rumah. Mudah-mudahan curah hujan tidak meningkat, sehingga volume banjir bisa terus bertambah,” harap Didik.

Didik mengungkapkan, sejumlah lingkungan di 3 kecamatan yang saat ini terendam banjir merupakan wilayah langganan. Setiap tahun, wilayah kecamatan itu kerap terendam banjir kiriman dari daerah perhuluan.

“Kita perkirakan banjir ini merupakan kiriman dari daerah perhuluan. Karena, informasinya saat ini intensitas hujan di daerah perhuluan cukup tinggi. Sehingga, air hujan dari perhuluan turun ke wilayah Desa Pasir dan daerah lainnya,” ujar Didik.

Terkait adanya warga Dusun Semayar yang mengungsi, Didik membenarkan. Namun, Didik memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Desa Sungai Kunyit Hulu. Dia mengharapkan dukungan dan kerjasama dari pemerintah desa setempat untuk melaporkan kondisi banjir di daerah itu.

“Sementara ini baru 1 kk yang mengungsi di Dusun Semayar. Karena memang lokasi rumah cukup terpencil, dan posisi rumah berada di daerah dataran rendah sehingga kedalaman banjir cukup tinggi,” papar Didik.

Sementara itu, Ketua RT 33 Dusun Sebukit Rama, Mega menjelaskan, saat ini ketinggian air yang merendam pemukiman masyarakat berkisar 30-50centimeter. Bahkan, lanjut Mega, air sudah merendam sejumlah rumah warga yang berada di dataran rendah. Saat ini, warga sudah bersiap membuat parak-parak untuk menyelamatkan harta benda.

“Saat ini, banjir paling parah di RT 31/RW 08, Dusun Sebukit Rama. Sementara ini baru satu RT ini yang cukup parah. Ada sekitar 40 rumah yang mulai terendam. Ketinggian air yang masuk ke dalam rumah bervariasi antara 5-10 centimeter,” ungkap Mega.

Mega mengatakan, banjir yang merendam pemukiman masyarakat di Dusun Sebukit Rama, Desa Pasir itu telah berlangsung selama tiga hari belakangan ini. Saban harinya, ketinggian air semakin bertambah hingga menimbulkan keresahan bagi masyarakat setempat.

“Masyarakat sudah bersiap dengan membuat parak-parak untuk menyelamatkan barang-barang berharga. Makanya, saat ini masyarakat tetap berada di rumah untuk mengantisipasi jika ketinggian air semakin bertambah,” imbuhnya.

Meski demikian, Mega memastikan banjir yang merendam lingkungan masyarakat RT 33/RW 08 Dusun Sebukit Rama belum berdampak terhadap aktivitas sehari-hari. Sebab, menurut Mega, warga masih melakukan aktivitasnya secara normal.

“Untuk aktivitas tetap normal dan lancar. Namun, jika banjir terus meninggi maka kemungkinan akan menghambat bahkan melumpuhkan aktivitas masyarakat di Dusun Sebukit Rama,” pungkasnya.(wah)

loading...