Tiga Mamih Hadirkan Konsep Asik Kumpul Bareng

KUMPUL ASIK: Pembukaan Tiga Mamih Cafe & Resto dihadiri oleh Tim Penggerak PKK Kota Pontianak, Yenieta Arbiastutie, pada Sabtu (2/9). ISTIMEWA

PONTIANAK – Tiga Mamih Cafe & Resto barangkali bisa menjadi pilihan sebagai tempat kumpul yang asik dan menyenangkan. Kafe yang berada di  Jalan Pangeran Nata Kusuma, Gang Karang Anyar ini, baru saja diresmikan pada Sabtu (2/9). Peresmiannya dihadiri secara langsung oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Pontianak, Yenieta Arbiastutie.

Masitah, selaku Owner Tiga Mamih mengatakan, kafe ini hadir untuk memberikan pilihan tempat bagi siapa saja yang ingin berkumpul bersama keluarga maupun teman dengan suasana yang menyenangkan.

Kafe ini, memiliki area yang luas dan nyaman, dengan pilihan area outdoor dan indoor. “Karena area di sini cukup luas, jadi konsep yang kami usung adalah kafe yang nyaman untuk berkumpul bersama teman maupun keluarga,” ungkap dia.

Lokasi itu, sebelumnya adalah sebuah rumah bergaya tua dengan halaman yang cukup luas. Namun, lokasi itu dinilainya bagus untuk dijadikan sebuah lokasi usaha, khususnya usaha kuliner. Ia pun memberanikan diri untuk memperbaiki bangunan itu dan menyulapnya menjadi sebuah cafe dan restoran. Ia juga menggandeng beberapa pelaku usaha kuliner untuk berjualan di sana. “Jadi di sini total ada lima usaha kuliner,” ungkap dia.

Tiga Mamih sendiri menjual aneka makanan dengan pilihan yang beragam, seperti nasi liwet, nasi bakar, serta aneka paket nasi lainnya. Ia juga menjalankan usaha tumpeng yang dapat dipesan untuk berbagai acara maupun hajatan. Di lokasi itu, ia juga menyediakan berbagai fasilitas yang dapat digunakan oleh para pengunjung.

“Di sini ada internet gratis, serta ruangan meeting. Untuk ruangan meeting ini, tidak ada biaya sewa. Cukup dengan memesan makanan, pengunjung sudah bisa menggunakan ruangan,” jelas dia.

Usaha lain yang berada di lokasi itu antara lain Dapok Teteh, Selere Kamek, Guedoyan, serta Kontainer Dzikra. Owner Dapok Teteh, Asep Ginanjar, mengatakan pihaknya menjual masakan-masakan Khas Sunda, seperti sate maranggi, cireng original, cireng isi, dan lain aneka makanan lainnya.

“Kami ingin memperkenalkan makanan khas Sunda kepada warga Kota Pontianak. Selain itu, dengan tersedianya makanan ini, akan menjadi pengobat rindu bagi warga Sunda yang tinggal di sini,” tutur dia.

Utin Nur Hidayah, selaku pemilik usaha Selere Kamek, mengatakan makanan yang dijualnya adalah makanan tradisional khas Melayu, seperti batang burok, bubur pedas, mie tambi, martabak pisang, rendang jengkol, dan lain sebagainya. Dia berharap kuliner khas ini menjadi daya tarik pencinta kuliner untuk bertandang ke kafe tersebut.

Kuliner lain yang tersedia di kafe itu adalah aneka mie, nasi goreng dan steak. Nah, untuk kuliner satu ini, tersedia di Kontainer Dzikra. Sang pemilik, Gery mengatakan, ada banyak varian mie dan nasi goreng yang tersedia. Paling banyak diburu, adalah nasi goreng kampung dan chicken steak.

“Harganya yang relatif murah membuat nasi goreng kampung dan chicken steak paling banyak dibeli orang,” tutur dia.

Namun tak lengkap rasanya jika hanya tersedia makanan saja. Nah, untuk aneka minuman, pengunjung bisa memesan di Guedoyan. Sang Pemilik, Arum Ratna Sari, mengaku baru pertama kali menjajal bisnis kuliner. Ia pun sengaja menghadirkan minuman kekinian yang saat ini banyak digandrungi banyak kawula muda.

“Ada sekitar 20 jenis minuman. Yang saya rekomendasikan itu mix friuts jelly milk cheese. Di sini juga tersedia camilan dan dessert,” tutur Arum. (sti)

loading...