Tiga Orang Utan Dilepasliarkan

orangutan

LEPAS LIAR: Proses pelepasliaran tiga individu orang utan di kawasan Taman Nasional Betung Kerihun di Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Mendalam, Desa Datah Diaan, Kecamatan Putussibau Utara, belum lama ini. BBBTNBKDS FOR PONTIANAK POST

PUTUSSIBAU – Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) bekerja sama dengan Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang (YPOS) melepasliarkan tiga individu orang utan. Primata berjenis Pongo Pygmaeus tersebut dilepasliarkan di Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun di Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Mendalam, Desa Datah Diaan, Kecamatan Putussibau Utara.

Ketiga individu orang utan tersebut terdiri dari satu individu usia remaja betina bernama Digo dan satu individu betina dewasa bernama Putri Tanjung beserta anaknya bernama Liesjhe. Kepala Balai Besar TNBKDS Arief Mahmud menjelaskan, sebelum dilepasliarkan, ketiga individu orang utan tersebut telah dievaluasi dengan seksama, baik dari sisi medis maupun dari aspek tingkahlakunya. “Ketiganya telah lulus seleksi di Sekolah Hutan Tembak milik YPOS dan memenuhi kondisi ideal untuk menjalani tahap pelepasliara,” kata Arief.

Menurut Arief, pelepasliaran kali ini merupakan pelepasliaran putaran kelima di Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun Sub DAS Mendalam. Mulai 2017 sampai dengan pertengahan awal tahun 2019, sudah dilakukan pelepasliaran sebanyak delapan individu di sana. “Artinya, dengan ditambah tiga individu ini, jumlah individu yang dilepasliarkan di sana ada 11 individu,” terangnya.

Kegiatan pelepasliaran ini merupakan upaya mereka, untuk meningkatkan jumlah populasi orangutan yang sudah terancam punah. Mereka juga memperkuat perlindungan dan pengamanan kawasan di lokasi tempat pelepasliaran orangutan tersebut.

Menurut Arief, orangutan memiliki peran yang berfungsi penting bagi ekosistem hutan, yang keberadannya sudah terancam punah. Untuk mengatasinya, menurut dia, diperlukan kerja sama antar-stakeholder yang terkait, untuk menjaga keberadaannya. Cara-cara yang mereka lakukan berupa sosialisasi, kampanye, dan penyadartahuan kepada masyarakat luas, agar pelestarian populasi dan habitat orangutan tetap terjaga.

Kegiatan pelepasliaran ini dihadiri juga perwakilan dari BKSDA Kalimantan Barat, tokoh masyarakat yang berada di Sub DAS Mendalam dan rekan-rekan dari YPOS tentunya. (arf)

Read Previous

Tiga Bocah SD di Kapuas Hulu Dicabuli Oknum Guru

Read Next

FIFGROUP Jadi Penggerak Utama  Berkendara baik dan benar 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *