Tiga Tim Berebut Empat Besar

Sumber Foto; Mola Tv

LONDON—Jadwal pekan terakhir Liga Inggris, hari ini (Minggu), dijamin berlangsung seru lantaran tiga tim yakni ChelseaLiverpool, dan Leicester City masih berebut dua tempat di empat besar untuk mengamankan slot berlaga di Liga Champion.

Rangkaian pertandingan pekan ke-38 Liga Inggris 2020/2021 akan berlangsung serentak pukul 22.00 WIB. Chelsea bertandang ke markas Aston Villa, Liverpool menjamu Crystal Palace, sementara Leicester City berhadapan dengan lawan berat yakni Tottenham Hotspur di King Power Stadium.

The Blues dan The Reds menjadi kandidat teratas lolos ke Liga Champions musim depan. Kans lolos kedua tim berada di tangannya sendiri, tak seperti Leicester.

Chelsea yang duduk di peringkat ketiga cuma harus fokus meraih kemenangan demi mempertahankan posisinya. Begitu pula dengan Liverpool yang untuk sementara duduk di peringkat keempat.

Liverpool saat ini memiliki poin yang sama dengan Leicester City yakni 66 tetapi unggul selisih gol yakni 24 berbanding 20.

Leicester yang berada di peringkat kelima, jadi tim yang paling tak diunggulan untuk lolos lantaran butuh hasil tim lain di laga akhir nanti.

Akan tetapi, bukan hal mustahil bagi Leicester untuk bisa finis di peringkat empat besar. Pelatih Leicester Brendan Rodgers menegaskan bahwa timnya akan fokus untuk memenangi laga pemungkas Liga Inggris musim 2020/21 melawan Tottenham Hotspur dan bukan soal peluang mereka menembus zona Liga Champions.

“Pekan ini menghadirkan banyak perspektif. Saya menengok apa saja yang kami atasi musim ini, penampilan di Eropa, daftar cedera yang beberapa mempengaruhi pemain penting, tapi kami bisa beradaptasi dan tetap kompetitif di papan atas,” kata Rodgers dilansir laman resmi Leicester, Jumat malam.

“Sekarang kita duduk di sini, dan fokus kami hanyalah memenangi pertandingan melawan Tottenham yang sarat talenta. Jika kami meraih 69 poin dan tidak bisa ke Liga Champions, itu hanyalah ketidakberuntungan,” ujarnya menambahkan.

Leicester saat ini di posisi kelima dan tertinggal selisih empat gol dibandingkan Liverpool kendati keduanya sama-sama memiliki 66 poin. Jika Leicester menang dan bisa mengungguli selisih gol Liverpool, maka The Foxes tampil di Liga Champions. Jika tidak, Leicester akan tampil di Liga Europa, yang juga sudah menjadi bagian mereka sebagai jawara Piala FA musim ini.

“Fokus kami hanyalah menutup musim dengan kuat. Para pemain luar biasa musim ini. Juga para staf dan semua orang yang bekerja keras dalam pandemi yang mempengaruhi jadwal tanding,” ujar Rodgers.

“Segalanya sangat berat, tapi kami tetap bisa bersaing dan di pertandingan terakhir harus bertarung dengan dua di antara klub-klub terbesar Eropa. “Yang jelas musim depan kami sudah pasti akan tampil di Eropa, memenuhi target, dan menjuarai Piala FA untuk pertama kalinya dalam sejarah klub ini.

“Jika saya ditanya ‘Apakah kami berkembang?’ Jawabannya sudah pasti iya. Maka mari berharap kami bisa menutup musim dengan kemenangan,” tutupnya.

Sementara itu Juergen Klopp mengaku dirinya tidak pernah meragukan mentalitas maupun karakter para pemain Liverpool sepanjang musim ini, kendati mereka cukup tertatih-tatih.

Liverpool yang menyudahi paceklik gelar juara liga musim lalu, mengalami periode berat sejak memasuki tahun 2021 terutama dalam rekor kandang.
Belakangan, Liverpool yang dianggap gagal menjaga nama baik tim juara bertahan Liga Premier Inggris, kembali masuk ke empat besar klasemen.

Liverpool yang ada di peringkat keempat akan mengunci tiket Liga Champions jika menang saat menjamu Crystal Palace dalam laga pemungkas di Anfield, Minggu (23/5), dengan catatan Leicester City gagal mengejar selisih empat gol.

“Kehidupan memang seperti itu, jika Anda tidak tampil di level tertinggi, orang-orang mulai mempertanyakan karakter kalian. Ketika Anda mulai bangkit, tiba-tiba orang memuji karakter kalian, tetapi sebetulnya karakter itu tidak pernah berubah,” kata Klopp dalam jumpa pers pralaga dilansir laman resmi Liverpool, Jumat malam tadi.

“Hanya saja, seringkali kita menderita karena hal-hal yang tidak bisa kita pengaruhi dan itulah mengapa terkadang segalanya tampak buruk, tapi saya tak pernah sekalipun mempertanyakan karakter ataupun mentalitas tim ini,” ujarnya menambahkan.

Sebagaimana ia sebutkan sebelumnya, kemenangan atas Burnley di pertandingan terakhir bagi Klopp adalah sebuah kemenangan laga semifinal yang mengantarkan Liverpool ke partai final. Namun, ia tidak mau larut dalam euforia kegembiraan berlebih sebab ia ingin “laga final” tersebut bisa diakhiri dengan hasil positif oleh Liverpool.

“Sebagai klub lama sudah mengalami dua sisi bertolak belakang dalam sebuah final, dan kami ingin meraih hasil positif untuk final ini juga. Oleh karena itu kami harus fokus,” katanya.

“Ketika kami sampai di dua atau tiga final kompetisi Eropa, saya tidak pernah ingat kalian pernah bertanya ‘Terlepas dari apa yang terjadi di final, apakah saya senang dengan jalan kami menuju Kiev, Basel atau Madrid?

“Jika itu muncul, saya pasti menjawab ‘Tentu senang, tetapi mari kita tunggu apa hasil finalnya.’

“Itu perbedaan terbesar dan itu fokus kami saat ini. Jika Anda mempertanyakan karakter pemain dalam periode yang tidak terlalu menyenangkan, Anda harus bercermin mengapa Anda melakukannya.

“Para pemain sudah membuktikannya berjuta kali soal mentalitas dan karakter saat mengalami situasi buruk,” tutup Klopp. (net/ant)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!