Tiga WNA Ditahan

PROSES: Tersangka AS (kiri) mengikuti proses di Kejari Landak, Kamis (22/8) lalu.ISTIMEWA

Bawa Timah dan Zirkon

KETAPANG – Tiga Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok diamankan petugas Imigrasi Kelas III Non TPI Ketapang pada Rabu (21/8). Ketiganya diamankan karena diduga membawa sejumlah barang yang diduga melanggar. Ketiga WNA ini juga akan dilakukan pengecekan dokumen keimigrasian termasuk izin tinggal.

Kepala Kantor Imigrasi Ketapang melalui Kepala Subseksi Pelayanan dan Verifikasi Dokumen Keimigrasian, Dedi, mengatakan, ketiga WNA bernisial XG (72), CX (68) dan CH (66) tersebut diamankan oleh putugas Bandara Rahadi Oesman Ketapang. Penahanan ketiganya di bandara berkaitan dengan barang bawaan mereka. “Mereka bertiga berjenis kelamin laki-laki,” kata Dedi, kemarin (23/8).

Dia menjelaskan, WNA tersebut membawa sejumlah barang yang harus dilengkapi dokumen. Namun, karena tidak dapat menunjukkan dokumen barang-barang bawaan, mereka ditahan dan selanjutnya diserahkan kepada pihak kepolisi. “Karena ketiga WNA ini tidak bisa berbahasa Indonesia untuk menjelaskan barang itu, maka diarahkan ke pihak kepolisian,” jelasnya.

Setelah didalami, ketiga WNA tersebut baru saja pulang dari PT. Batu Alam Pangsuma yang terletak di Kecamatan Matan Hilir Selatan. Setelah ditahan oleh kepolisian, selanjutnya ketiganya diserahkan kepada pihak imigrasi. Oleh pihak imigrasi, mereka diminta untuk menunjukkan dokumen keimigrasian.

“Sampai saat ini kami masih melakukan proses pengumpulan barang keterangan,” ungkapnya.
Lebih lanjut Dedi menjelaskan, ketiga WNA tersebut sifatnya hanya diamankan sementara waktu sambil mengumpulkan bahan keterangan terkait izin tinggal. Mengenai barang bawaan WNA yang menjadi persoalan di bandara, menurut Dedi iyu bukan merupakan bagian pengecekan pihaknya. “Keimigrasian tidak menangani soal barang bawaan mereka, karena itu tugas kepolisian. Kita hanya mengecek kelengkapan dokumen berupa paspor dan izin tinggalnya,” paparnya.

Setelah dilakukan pengecekan terhadap dokumen keimigrasian, ketiga WNA tersebut memiliki paspor yang masih berlaku. Mereka juga memiliki izin tinggal di Indonesia. “Sementara ini mereka masih diperlakukan untuk pengambilan bahan keterangan dan belum ditetapkan statusnya salah atau tidak. Sebab hal juga berkaitan berkaitan dengan terusan dari kepolisian terkait barang bawaannya,” sambungnya.

Dia menambahkn, orang asing tersebut datang ke Ketapang bukan untuk bekerja, melainkan sebagai calon investor. Sebagai mana informasi yang didapat, mereka melihat langsung ke PT: Batu Alam Pangsuma. “Makanya bahan yang mereka bawa seperti timah, zirkon, kayu bejakah dan serbuk keratum. Semua dibawa bukan dalam kapasitas besar, namun dibawa dalam kantong plastik untuk bahan uji coba di Jakarta,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Donny Harris, mengatakan tiga WNA tersebut diamankan oleh petugas bandara karena dicurigai membawa barang ilegal. “Saat diperiksa di security check poin 2 sebelum masuk ruang tunggu, petugas mencurigai beberapa barang yang dibawa ketiga WNA. Saat itu petugas mempertanyakan barang tersebut, hanya saja ketiga WNA tidak bisa bahasa Indonesia bahkan saat ditanyai dengan bahasa Inggris juga tidak bisa,” katanya.

Karena tidak bisa berkomunikasi dengan petugas bandara, petugas bandara meminta keterangan dokumen mengenai beberapa barang yang dibawa, namun ketiga WNA tidak bisa memperlihatkan dokumen tersebut. “Kalau pasport same visa ada, tapi bukan itu yang jadi persoalan melainkan dokumen barang yang dibawa. Secara aturan harusnya ada dokumen mengenai jenis barang, berbahaya apa tidak untuk kepentingan keselamatan penerbangan, tetapi ketiga WNA tidak ada dokumen barang bawaannya sama sekali, sehingga situasi kita anggap sebagai Dangerous Good,” jelasnya.

Selanjutnya ketiga WNA tersebut diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diminta informasi lebih lanjut. Pihak kepolisian kemudian membawa ketiganya ke Mapolres Ketapang untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Setelah dimintai keterangan, ketiganya diserahkan ke Kantor Imigrasi Ketapang untuk diperiksa dokumen keimigrasiannya. (afi)

Read Previous

Trenggiling Terpanggang

Read Next

Siap Hadapi Pemain Nasional, Jajal Peserta Dari Sejumlah Negara

Tinggalkan Balasan

Most Popular