TikTok Panggung Lagu Kebangsaan

Lira Dwi Ardika

Oleh: Lira Dwi Ardika

C. HUTABARAT (2001) mengatakan bahwa alangkah baiknya, jika ada seorang pemuda Indonesia yang dapat menciptakan lagu kebangsaan. Dikarenakan bangsa-bangsa lain sudah memiliki lagu kebangsaan mereka sendiri. Kementrian Sekretaris Negara, 2014 mengatakan lagu kebangsaan bagi bangsa yang merdeka dan berdaulat memiliki makna yang sangat penting bagi perjalanan bangsa itu. Lagu kebangsaan juga berfungsi mempersatukan hasrat, antusiasme, dan semangat kebangsaan dari seluruh rakyat di negeri itu.

Berdasarkan Wikipedia 2021, lagu kebangsaan (National anthem dalam bahasa Inggris) adalah suatu lagu yang diakui menjadi suatu lagu resmi dan menjadi simbol suatu negara atau daerah. Sedangkan menurut Arthur Sebastian 2012 mengemukakan bahwa lagu kebangsaan adalah sebuah record (rekaman) sejarah dan tumpuan cita-cita. Lagu itu bukan hasil budi pengarangnya saja tetapi memuat semua ide tentang negara dan kemanusiaan yang ada di dalamnya. Dalam Undang-undang Dasar Republik Indonesia pada pasal 3 ayat 2 menyatakan  Lagu Kebangsaan ialah lagu Indonesia Raya.

Menurut Nugroho, 2005 mengatakan dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya Lagu “Indonesia Raya” yang diciptakan oleh W.R. Supratman merupakan sebuah lagu kebangsaan Indonesia. Sebagai lagu kebangsaan, lagu itu berfungsi sebagai pembangkit semangat nasionalisme dan semangat pembangunan watak atau akhlak bangsa (nation and character building). Ini sesuai dengan maknanya yang mengajari setiap warga negara untuk mencintai tanah airnya dan memberikan yang terbaik bagi bangsanya demi kejayaan bangsa dan negara. Makna itu tersurat dan tersirat melalui struktur liriknya karena lirik lagu, seperti karya sastra, sebagaimana dijelaskan di muka, merupakan sistem atau struktur tanda bermakna. Hal tersebut menandakan, terdapat nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung di dalam lagu Indonesia Raya sehingga perlunya pembiasaan agar tertanam jiwa nasionalisme dan cinta tanah air.

Pemerintah nomor 44 tahun 1958 tentang lagu kebangsaan Indonesia Raya, tercantum pada Bab V berisi Tata Tertib dalam Penggunaan Lagu Kebangsaan yang dinyatakan dengan 2 pasal yaitu  (1) Lagu Kebangsaan tidak boleh diperdengarkan/dinyanyikan pada waktu dan tempat menurut sesuka-sukanya sendiri; (2) Lagu Kebangsaan tidak boleh diperdengarkan dan/atau dinyanyikan dengan nada-nada, irama, iringan, kata-kata dan gubahan-gubahan lain daripada yang tertera dalam lampiran-lampiran Peraturan ini. Kemudian larangan penghinaan terhadap lagu kebangsaan tercantum dalam Pasal 64 huruf a Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara.  Dalam pasal 64 huruf a tersebut dikatakan “setiap orang dilarang mengubah lagu kebangsaan dengan nada, irama, kata-kata, dan gubahan lain dengan maksud untuk menghina atau merendahkan kehormatan lagu kebangsaan”. Sanksi terhadap larangan ini terdapat dalam Pasal 70 dengan ancaman pidana berupa pidana penjara  paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah).

Menurut seorang profesor ahli musik Wisnu Mintargo, 2008 mengatakan ketetapan pemerintah no.1 tanggal 17 Agustus 1959 yang menyatakan lagu indonesia raya wajib dihormati dan dihayati diajarkan secara sungguh-sungguh secara moral kebangsaan guna membangunkan karakter building bangsa yang hampir runtuh demi menyelamatkan kesatuan dan persatuan. Begitu juga dengan hasil penelitian Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti, bahwa pembiasaan adalah serangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa, guru, dan tenaga kependidikan yang bertujuan untuk menumbuhkan kebiasaan yang baik dan membentuk generasi berkarakter positif. Pembiasaan yang dapat dilakukan yaitu salah satunya menyanyikan lagu Indonesia raya setiap pagi setelah berdoa dan sebelum memulai pembelajaran di kelas.

Kenyataannya dalam menyanyikan lagu Indonesia Raya yang terjadi sekarang telah bertolak belakang sebagaimana mestinya. Selain itu juga banyak peserta didik di sekolah  yang masih belum hafal dengan lirik lagu kebangsaan negaranya sendiri yakni Lagu Indonesia Raya. Jelas ini merupakan suatu keprihatinan bagi bangsa dan kemunduran dalam dunia pendidikan. Mereka lebih hafal lagu-lagu kekinian yang bergenre pop yang sangat tidak sesuai dengan tingkat usia siswa SD.

Bahkan, banyak lagu-lagu berbahasa asing yang dapat mereka nyanyikan dengan fasih. Fenomena ini menandakan tidak tertariknya peserta didik dengan lagu kebangsaan. Kurangnya minat peserta didik terhadap lagu kebangsaan secara tidak langsung dapat melemahkan identitas bangsa. Dengan tidak hapal dan kurang disukainya lagu kebangsaan oleh generasi muda, dapat menyebabkan kurangnya rasa nasionalisme terhadap tanah air.

Fenomena generasi muda yang fasih dengan lagu-lagu bergenre pop dan berbahasa asing tidak lepas karena adanya pengaruh globalisasi. Dampak globalisasi yang tampak ialah teknologi yang semakin canggih, segala sesuatu yang dibutuhkan dengan mudah didapat. Teknologi Informasi (TI) tumbuh dan berkembang ke seluruh dunia menembus berbagai mancanegara tanpa ada batasan-batasan wilayah yang dapat menghambatnya. Contoh kemajuan teknologi informasi yang telah dirasakan adalah teknologi internet yang sudah menjadi kebutuhan hal inilah yang melahirkan media sosial. Tidak terkecuali untuk para peserta didik. Salah satu media sosial yang banyak digunakan peserta didik saat ini adalah media sosial tik tok. Media sosial tik tok adalah media yang berupa audio visual, media ini sebuah media sosial yang dapat dilihat juga dapat didengar. Banyak sekali pengguna dari media sosial ini yakni kalangan peserta didik. Peserta didik begitu senang sekali menggunakan media sosial tik tok ini karena bagi mereka media sosial ini bisa menghibur mereka dikala mereka bosan.

Media sosial khususnya tik tok sebagaimana seperti media sosial yang lainnya, tentu memiliki dampak positif dan negatif tergantung cara serta tujuan penggunaannya. Penambahan musik dan review pemakai membuat orang yang tadinya tidak menggunakan aplikasi ini ingin menggunakannya juga. Itulah yang membuat orang-orang, terutama pelajar ataupun mahasiswa tertarik dan tidak berhenti menggunakan aplikasi video yang satu ini. Pada umumnya, pengguna media sosial tik tok  mengadakan challange yang dapat membuat trending sesuatu. Trending tersebutlah yang biasanya mudah untuk peserta didik ingat sehingga sering mereka mempraktikkkan gerakannya sambil bernyanyi. Pengaruh tersebut dapat dimanfaatkan oleh pendidik dan orang tua untuk memberikan dampak positif apabila bisa mengarahkan peserta didik pada konten yang sesuai yaitu yang berhubungan dengan lagu Kebangsaan.

Dengan demikian, Aplikasi media sosial Tik Tok sebenarnya dapat memberikan banyak manfaat dan memberikan kemudahan yang berguna untuk kehidupan sehari-hari.  Aplikasi media sosial Tik Tok dapat digunakan untuk  menyebarkan informasi dan dijadikan sebagai media promosi yang dapat dikemas secara menarik, salah satunya yaitu konten tentang lagu kebangsaan yang tetap mengikuti aturan tata tertib sesuai dengan Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah. Dengan begitu, peserta didik tidak hanya sekedar mendapatkan hiburan dari aplikasi media sosial Tik Tok, melainkan juga dapat hafal dan ingat lirik lagu kebangsaan Republik Indonesia.

Aplikasi media sosial Tik Tok dapat mengubah hal-hal yang menurut peserta didik membosankan, menjadi sesuatu yang menarik dan mudah untuk mereka ingat.  Media sosial bagaikan dua mata sisi pisau, ada yang baik dan juga buruk tergantung bagaimana cara menggunakannya. Jika digunakan dengan cara dan tujuan yang baik, maka baik pula manfaatnya. Maka gunakan media sosial dengan bijak, maka ia akan datangkan seribu manfaat untukmu.**

*Penulis adalah Guru SDN 10 Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya.

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!