Tilang 379 Pengendara Selama 14 Hari

TEGUR PENGENDARA : Anggota Satlantas Polres Ketapang, menegur warga yang menggunakan sepeda motor tanpa helm. ISTIMEWA

KETAPANG – Operasi Patuh Kapuas 2020 berakhir pada Rabu (5/8). Ratusan pengendara tarjaring operasi tersebut. Sebanyak 379 pengendara terpaksa ditilang karena melakukan pelanggaran yang cukup fatal.

Kapolres Ketapang, AKBP Wuryantono, melalui Kasat Lantas Polres Ketapang, AKP Aditya Octorio Putra, mengatakan operasi tersebut berlangsung selama 14 hari yang dimulai sejak 23 Juli dan berakhir pada 5 Agustus kemarin. Selama operasi berlangsung pihaknya masih banyak mendapati pengendara roda dua yang kurang menaati peraturan lalu lintas atau aturan saat berkendara.

Dia menjelaskan, selama kegiatan Opersasi Patuh kapuas 2020, pihaknya telah melakukan tindakan berupa 40 persen preventif, 40 persen preentif dan 20 persen penegakan hukum. “Ada 379 pengendara yang kita lakukan penilangan. Sebanyak 14 pengendara di antaranya adalah roda empat. Selain tilang, kami juga menegur 551 pengendara,” katanya, kemarin (6/8).

Aditya mengungkapkan, dari ratusa pelanggaran tersebut didominasi oleh pengendara kendaraan roda dua. Di antaranya tidak memakai helm standar, pengendara anak di bawah umur dan berkendara melawan arus. Sedangkan untuk pelanggaran kendaraan roda empat didominasi karena tidak menggukan sabuk pengaman.

Dia menambahkan, guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam aturan berkendara dan meminimalisir angka kecelakaan sekaligus mensosialisasikan adaptasi kebiasaan hidup baru tentang  disiplin protokol kesehatan, pihaknya mewajibkan setiap pengendara menggunakan masker. Di samping itu juga untuk menjaga jarak, pihaknya juga telah membuat batas kendaraan saat berhenti atau Ruang Henti Khusus (RHK) di traffic light.

“Dalam Operasi Patuh tahun ini berbeda dengan tahun kemarin, sebab Operasi Patuh kali ini kita lebih mensosialisasikan kebiasaan hidup baru tentang protokol kesehatan. Kita mewajibkan setiap pengendara menggunakan masker dan menjaga jarak saat berhenti di traffic light yang sudah kita bikin seperti huruf (U),” ungkapnya.

Aditya berharap, meskipun Operasi Patuh sudah berakhir, masyarakat tetap mengikuti aturan saat berkendara atau peraturan lalu lintas lainnya guna keselamatan berkendara. “Kedepannya kita akan tetap melakukan razia untuk penegakan hukum di jalan raya guna kesadaran dan ketertiban masyarakat,” paparnya. (afi)

 

error: Content is protected !!