Tim Putra Santo Paulus dan Santu Petrus Pastikan Tiket Final

honda dbl

TIKET FINAL : Tim basket putra SMA Santo Paulus menundukkan SMK Immanuel 2 Kubu Raya dan berhasil mengamankan satu tiket final dan akan bentrok dengan sang juara bertahan sekaligus musuh mereka di final tahun lalu yakni SMA Santu Petrus Pontianak. FOTO : MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Final Ulangan Tahun Lalu

PONTIANAK – Berbeda nasib tim basket putri yang harus gugur lebih awal, tim basket putra SMA Santo Paulus tampil ganas dalam duel bertakjub Fantastic Four di ajang Honda DBL West Kalimantan Series 2019, di GOR Perbasi Pontianak. Tak tanggung-tanggung, mereka berhasil melumat sang lawan, yakni SMK Immanuel 2 Kubu Raya dengan skor telak 71-38. Merekapun berhasil mengamankan satu tiket final dan akan bentrok dengan sang juara bertahan sekaligus musuh mereka di final tahun lalu yakni SMA Santu Petrus Pontianak. Laga final akan berlangsung pada Sabtu (9/11) mendatang.

Dalam laga kemarin, SMA Santo Paulus masih mengandalkan kartu as di lini serang mereka, yakni Jerry yang di laga sebelumnya berhasil memperoleh 12 poin kala memenangi duel kontra melawan SMA Negeri 10 Pontianak, sehari sebelumnya. Sedangkan SMK Immanuel 2 Kubu Raya diperkuat oleh guard andalan mereka Antonio, yang di partai sebelumnya juga menjadi top scorer dengan 12 poin.

Di awal pertandingan, kedua tim sempat menampilkan permainan yang apik dan kejar-kejaran skor sempat terjadi sejak peluit dibunyikan. Jual beli serangan serta tensi tinggi juga sempat mewarnai jalannya pertandingan. Berkali-kali pelanggaran terjadi dan menghasilkan free throw untuk masing-masing tim. Kuarter pertama yang berlangsung ketat tersebut berakhir dengan skor 15-13 untuk keunggulan SMA Santo Paulus.

Unggul tipis, SMA Santo Paulus mulai menerapkan full press terhadap SMK Immanuel 2 di kuarter kedua. Alhasil, mereka sempat memperlebar jarak menjadi 28-16 di pertengahan babak. Di akhir kuarter kedua SMA Santo Paulus terlihat lebih bertahan dan lebih mengandalkan Fast Break. Cara ini terbukti cukup ampuh dan berhasil membuat keunggulan mereka semakin jauh di kuarter kedua dengan skor akhir 36-21.

Memasuki kuarter ketiga, SMK Immanuel 2 Kubu Raya yang tertinggal 15 poin mencoba tampil lebih menyerang. Bahkan mereka sempat mencetak lima poin beruntun di awal kuarter ketiga dan mengubah poin menjadi 36-26. SMA Santo Paulus yang tak tinggal diam coba membalas dengan berkali-kali melancarkan serangan ke keranjang yang dikawal punggawa SMK Immanuel 2 Kubu Raya. Kuarter ini diakhiri dengan skor 53-34, SMA Santo Paulus unggul 19 poin dari SMK Immanuel 2.

Di kuarter terakhir, SMA Santo Paulus yang unggul 19 poin tampil lebih percaya diri dengan berkali-berkali menggempur pertahanan SMK Immanuel 2 Kubu Raya. Beberapa pemain inti mereka tampak dicadangkan dan bermain lebih santai di kuarter pamungkas. Namun dengan kelihaian memanfaatkan ruang yang terbuka di pertahanan SMK Immanuel mereka berhasil memperlebar jarak, sekaligus memantapkan keunggulan menjadi 71-38. Skor tersebut tidak berubah hingga buzzer tanda berakhirnya laga dibunyikan.

William, kapten dari SMA Santo Paulus mengatakan permainan kali ini jauh lebih baik daripada dua pertandingan sebelumnya ia juga mengapresiasi kinerja timnya yang bermain maksimal.

“Di awal sih kurang ya, mungkin di pemanasan kurang, jadi kurang panas tadi, tapi selepas tengah pertandingan mereka udah berikan yang terbaik lah untuk tim ini,” katanya.

Setelah memastikan satu tiket ke final, ia mengungkapkan selalu siap menghadapi siapapun musuhnya. Termasuk untuk berhadapan dengan rival mereka, sekaligus musuh mereka di ajang yang sama satu tahun lalu, SMA Santu Petrus.

“Kita selalu siap lawan siapapun. Kita optimis pasti menang dan bawa SMA Santo Paulus keluar sebagai juara tahun ini,” tutupnya.

Sementara itu, di laga lainnya pertandingan seru juga tersaji kala SMA Santu Petrus kontra SMA Negeri 2 Pontianak. Di kuarter pertama berjalan ketat. Kedua tim menampilkan permainan atraktif. Pertandingan yang berlangsung hampir seimbang tersebut dimenangi SMA Santu Petrus dengan skor 13-6 di kuarter pertama.

Di kuarter kedua, SMA Negeri 2 yang tertinggal mencoba tampil lebih beringas dan menyerang. Namun pertahanan yang solid dan dibarengi serangan juga ditunjukkan oleh punggawa SMA Santu Petrus guna memperlebar jarak. Alhasil, di akhir kuarter kedua sang juara bertahan berhasil memperlebar jarak dengan skor 36-22.

Memasuki kuarter ketiga, SMA Santu Petrus masih terlihat tak mengendurkan serangan. SMA Negeri 2 Pontianak yang terus menerus digempur semakin tertinggal. Hingga peluit dibunyikan di akhir kuarter ketiga, SMA Santu Petrus masih tetap unggul atas SMA Negeri 2 Pontianak, dengan skor 56-34.

Dan di kuarter keempat, pelatih SMA Negeri 2 mulai memainkan beberapa pemain yang sejatinya berposisi sebagai penyerang. Beberapa kali, tembakan tiga poin juga dicoba namun kerap gagal. Hal tersebut berbanding terbalik dengan permainan santai dan sabar yang ditunjukkan pemain SMA Santu Petrus yang mengandalkan kerjasama tim. Hingga peluit panjang berbunyi, SMA Negeri 2 Pontianak tetap tak bisa mengejar ketertinggalan, dan skor berakhir dengan 71-42 untuk keunggulan SMA Santu Petrus. Hal ini membuat SMA Santu Petrus kembali berlaga di final ajang Honda DBL West Kalimantan Series untuk kesekian kalinya dan di tahun ini akan berjumpa lagi dengan musuh mereka di final tahun lalu, yakni SMA Santo Paulus.

Diwawancarai usai laga, Kapten SMA Santu Petrus, Hendra Sutarto mengatakan meski menang ia menyebut permainan hari ini masih tergolong buruk, terutama saat kuarter pertama dan kedua. Menurutnya, tim beberapa kali sempat membuat kesalahan yang seharusnya tidak terjadi dan hal itu akan di evaluasi untuk laga final melawan SMA Santo Paulus, pada Sabtu mendatang.

“Defense dan offence kami tadi memang tidak tampil seperti biasanya. Ini yang akan di evaluasi untuk diperbaiki jelang final,” paparnya.

Dia menyebut sudah siap untuk laga final nanti. Baik dari segi fisik maupun strategi dari pelatih. “Karena kami sudah mempersiapkan segalanya untuk menjaga predikat juara bertahan di ajang DBL ini. Karena ini ajang bergengsi untuk tingkat pelajar SMA dan kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk terus mempertahankan itu (juara),” pungkasnya. (sig)

Read Previous

Satarudin Nahkodai DPRD Pontianak

Read Next

Insting Manis Mancisidor

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *