Tingkatkan Kunjungan, Perkuat Promosi dan Inovasi

museum

BUKA : Wagub Kalbar Ria Norsan bersama Ketua TP-PKK Kalbar Lismaryani saat membuka kegiatan Sepekan Festival Museum di Halaman UPT Museum Kalbar, Senin (7/10). HUMPRO KALBAR FOR PONTIANAK POST

Pembukaan Sepekan Festival Museum

Sepekan Festival Museum dalam rangka memperingati Hari Museum Nasional digelar di UPT Museum Kalbar, Senin (7/10). Adanya kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kembali minat masyarakat berkunjung sekaligus mendapat edukasi.

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

DALAM sepekan, sampai Minggu (13/10) berbagai kegiatan menarik digelar di Museum Kalbar. Kegiatan yang diadakan mulai dari pameran, lomba, apresiasi seni dan lain sebagainya. Wakil Gubernur (Wagub) Kalbar Ria Norsan berharap Sepekan Festival Museum ini bisa menjadi momentum meningkatkan minat masyarakat untuk berkunjung.

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Museum Provinsi Kalbar diminta terus memperkuat promosi dalam menarik minat masyarakat untuk datang ke museum. “Kami harapkan UPT Museum dapat mempromosikan museum kepada masyarakat agar mau datang ke museum. Ayok kita ke museum,” katanya saat membuka kegiatan, Senin (7/10) pagi.

Dengan adanya kegiatan ini menurutnya sangat bermanfaat bagi masyarakat. Khususnya di Kalbar, karena museum bisa menjadi wadah rekreatif dan edukatif bagi masyarakat. Sesuai dengan fungsinya bahwa museum merupakan suatu lembaga, tempat penyimpanan, perawatan, pengamanan dan pemanfaatan benda-benda bukti materil. Yang terdiri dari hasil budaya manusia serta alam dan lingkungannya guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa.

Apalagi lanjut dia, museum merupakan lembaga yang bersifat tetap. Tidak mencari keuntungan dengan hanya melayani masyarakat. Dan perkembangannya terbuka untuk umum, memperoleh, merawat, menghubungkan dan memamerkan artefak-artefak prihal jati diri manusia dan lingkungannya. Baik untuk tujuan pendidikan dan juga rekreasi.

Untuk itu museum juga berperan dalam memupuk kebersamaan dan menjaga persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dimana negara ini memiliki kebhinekaan, keunikan dan keanekaragaman yang luar biasa.

“Salah satunya tercermin pada kebudayaan daerah, yang tewujud dalam bentuk benda budaya dan nilai-nilai luhur yang tersebar di seluruh pelosok tanah air. Itu dapat memperkokoh dan memperkaya khasanah kebudayaan Indonesia,” jelasnya.

Kegiatan ini dinilai sangat positif. Terutama bagi generasi muda, agar anak-anak, remaja dan para pemuda penerus bangsa dapat menjadi manusia yang berguna bagi nusa dan bangsanya. Dapat menjadi manusia yang berkarakter dengan mengenal akar budayanya.

“Pelestarian budaya lainnya dilakukan melalui peragaan dan praktik kerajinan yaitu mempraktikan langsung kepada masyarakat dari berbagai macam jenis koleksi yang ada,” pungkasnya.

Kepala UPT Museum Kalbar Kusmindari Triwati menyebutkan, angka kunjungan ke museum dari Januari sampai saat ini sudah mencapai sekitar delapan ribu. Tiap tahun jumlah kunjungan dinilai masih stabil. Dimana tahun lalu jumlahnya mencapai belasan ribu.

“Memang setiap akhir tahun banyak pengunjung dan tidak sepi dengan sendirinya. Sekolah-sekolah juga sudah mengagendakan kunjungan ke museum untuk anak sekolah karena di sini juga sebagai pelayanan edukasi,” ujarnya.

Meski masih cukup banyak peminat yang berkunjung ke sana, ia berharap infrastruktur yang ada di sana bisa dilengkapi. Seperti belum adanya audio visual, laboratorium khusus konservasi dan lain sebagainya.

“Masih banyak yang harus kami benahi, karena memang yang digunakan ini adalah dana dari pusat,” terangnya.

Salah satu yang penting untuk segera dilengkapi adalah audio visual. Dengan demikian bisa mendukung inovasi seperti menampilkan film-film pendek, lalu membuat data museum secara digital yang bisa diakses melalui website.

“Itukan adanya inovasi, jika tidak, museum akan seperti ini saja hanya untuk menyimpan benda bersejarah,” katanya.

Sampai saat ini dikatakan, jumlah koleksi benda bersejarah di sana sudah ada sekitar empat ribu. Terdiri dari 10 jenis, seperti keramik, naskah kuno, etnografi, kain, kayu, logam dan lain sebagainya,” pungkasnya.(*)

Read Previous

Jawaban Sarrismo

Read Next

Apresiasi Pelanggan, PLN Gelar Loyalty Customer Coffee Session

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *