Tips Gizi  Seimbang untuk Anak Indekos

opini pontianak post
Oleh Tommy Priyatna

Oleh: Sri Murdianti, dkk

KETIKA akan melanjutkan ke perguruan tinggi, banyak anak-anak mengejar universitas berakreditasi dan sudah diakui jurusan yang mereka minati. Hal ini biasa terjadi pada anak remaja yang telah lulus SLTA/sederajat di kabupaten/ kota untuk melanjutkan pendidikannya ke kota Pontianak atau bahkan ke daerah lain di luar Kalbar. Secara otomatis anak-anak ini akan belajar hidup mandiri dengan tinggal di indekosan. Tapi, tinggal di kos tidak juga harus anak kuliahan, bisa juga para pekerja  lebih memilih ngekos agar lebih dekat ke tempat kerjanya.

Nah, bagaimana agar asupan gizi dari makanan anak indekos ini bisa tetap berkualitas?  Bisakah  anak indekos menjaga asupan gizi dari makanan dengan menerapkan pedoman gizi seimbang ?

Anak kos sangat bisa menerapkan pedoman gizi seimbang dalam makanan yang mereka konsumsi. Sebelumnya apa itu pedoman gizi seimbang atau PGS ? Pedoman gizi seimbang adalah pedoman makan dan berperilaku sehat bagi seluruh lapisan masyarakat berdasarkan prinsip konsumsi aneka ragam pangan, perilaku hidup bersih, aktivitas fisik dan mempertahankan berat badan normal.

Untuk gizi seimbang itu ada sepuluh pedomannya, pertama selalu syukuri dan nikmati aneka ragam makanan. Kedua, banyak mengonsumsi sayuran dan buah – buahan. Ketiga, biasakan mengonsumsi lauk berprotein tinggi. Keempat, biasakan mengonsumsi aneka ragam makanan pokok. Kelima, batasi kosumsi panganan manis, asin dan berlemak. Keenam, selalu lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan ideal. Ketujuh, cuci tangan pakai sabun dengan air  mengalir. Delapan, biasakan sarapan pagi. Sembilan, biasakan minum air putih yang cukup dan aman. Kesepuluh,  biasakan membaca label pada kemasan pangan.

Selain itu ada juga empat pilar gizi seimbang. Yaitu, mengonsumsi beragam makanan yang terdiri dari karbohidrat, serat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Kemudian, membiasakan perilaku hidup bersih. Hal ini sejalan seruan pemerintah ketika memasuki masa new normal,  bahwa kita dianjurkan untuk terbiasa hidup bersih agar terhindar dari virus penyebab penyakit dengan menerapkan prinsip 5 M.

Selanjutnya, melakukan aktivitas fisik, kadang ada pertanyaan  “sudahkah kita berolah raga hari ini?” Harusnya bisa dijawab sudah. Karena aktivitas fisik dikatakan cukup jika ada melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari atau 3 – 5 hari dalam seminggu. Terakhir  memantau dan mempertahankan berat badan ideal. Disarankan untuk memantau selalu status gizi melalui nilai indeks massa tubuh kita.

Untuk penghuni kos yang memiliki fasilitas dapur,  hendaknya  mengurangi membeli makanan di luar. Sempatkan waktu untuk masak dan berbelanja makanan  sesuai budget dengan tetap menerapkan prinsip makanan beragam (ada karbohidrat, protein nabati dan hewani, sayur serta buah). Buatlah rekapan belanja untuk beberapa hari  berisi jenis bahan makanan yang proses pengolahannya tidak lama dan ribet.

Agar lebih hemat waktu dalam memasak, biasakan setelah belanja untuk langsung membersihkan atau memotong sayuran dan bahan belanjaan lain yang dibeli. Setelah itu simpan dalam tempat terpisah dengan jumlah porsi sekali masak. Untuk daging jangan dicuci dengan air, langsung disimpan atau disimpan dalam kondisi sudah direbus. Berikutnya, membuat beberapa bumbu dasar seperti bumbu dasar merah, bumbu dasar putih, dan bumbu dasar kuning. Hal ini agar saat akan memasak bumbunya sudah siap.

Adapun untuk  penghuni kos yang tidak memiliki fasilitas dapur, bisa memilih tempat makan yang bersih dan menyediakan menu beragam seperti gado-gado, pecel dan lain-lain. Biasakan menyiapkan buah yang memiliki daya simpan lama seperti pisang, nanas, jeruk, semangka dan lain-lain.  Selalu membawa botol minum dari kosan untuk menghemat biaya dan lebih terjamin kebersihannya.

Demikian, tips dan trik agar anak kos tetap terjaga asupan makanannya. Semoga bermanfaat untuk pembaca semua. Jangan lupa  untuk selalu memperhatikan kebersihan dan selalu melakukan aktivitas fisik agar badan tetap sehat dan bugar.**

*Penulis, Mahasiswa Sater D4 Gizi Poltekkes Kemenkes Pontianak.

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!