Titik Api Mulai Berkurang

PADAMKAN API: Petugas gabungan berupaya memadamkan kebakaran lahan yang terjadi di Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, yang berlangsung sejak beberapa hari lalu. AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Enam Tersangka Pembakar Lahan

KETAPANG – Jumlah titik api di Ketapang mulai berkurang seiring dengan turunnya hujan di beberapa wilayah. Termasuk api yang sempat membara di Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, kini sudah padam. Namun demikian, titik api bisa saja kembali meningkat jika api tidak benar-benar padam di lahan gambut yang terbakar.

Kepala Manggala Agni Daops Ketapang, Rudi Windra, mengatakan, hingga Rabu (21/8) siang sudah tidak ada lagi api aktif yang membakar lahan di Desa Sungai Pelang. “Di Pelang alhamdulillah sudah tidak ada lagi api aktif,” kata Rudi, kemarin (21/8) di Ketapang.

Dia menjelaskan padamnya api di lokasi tersebut hanya sebatas di permukaan. Bara api diperkirakan dia masih membara di kedalaman gambut yang sewaktu-waktu dapat muncul kepermukaan. Terlebih, yang dikhawatirkan dia, jika hujan tidak turun dalam beberapa hari kedepan. “Saat ini tim satgas gabungan karhutla masih melakukan giat Moving Up untuk menyisir bara api gambut yang masih berpotensi mengakibatkan api aktif kembali,” jelasnya.

Rudi mengungkapkan, karhutla mulai menjinak di Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan sejak Selasa (20/8). Diakui dia, sebagian besar api mulai padam yang disebabkan oleh hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir. “Kita berharap api tidak muncul lagi. Tidak hanya di Pelang, tapi juga di daerah lainnya,” harapnya.

Kapolres Ketapang, AKBP Yury Nurhidayat, mengatakan, hingga saat ini pihaknya sudah menangani enam kasus karhutla di wilayah Ketapang. Satu di antaranya, sebut dia, adalah kasus karhutla yang menyeret Kepala Desa Sekucing Kualan. “Ada enam kasus dengan enam tesangka. Kita akan tangani kasus ini dengan profesional,” janji Yury.

Saat ini sejumlah personel, baik Kepolisian, TNI, Mangga Agni, BPBD dan instansi lainnya, dikatakan dia, masih terus melakukan pemadaman sesacara total di beberapa titik yang masih mengeluarkan asap. Menurutnya, untuk penanganan lahan gambut yang terbakar memang perlu penangan khusus, sebab api dapat merambat melalui bawah tanah. “Kepada masyarakat, tolong kerja samanya untuk tidak membakar lahan,” pesannya.

Selain masyarakat, Kapolres juga berjanji akan menindak tegas pihak perusahaan yang nakal, yang dengan sengaja membakar hutan dan lahan dalam pembukaan lahan. “Mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran dalam membuka lahan. Kita akan menindak tegas siapapun yang membuka lahan dengan cara bakar,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa kebakaran lahan di Desa Sungai Pelang Kecamatan Matan Hilir Selatan, terus meluas. Memasuki hari keempat, 19 Agustus lalu, lahan yang terbakar di kawasan ini sudah mencapai 194 hektare. Sementara petugas gabungan yang diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api baru mampu memadamkan sekitar 36 hektare.

Kepala Manggala Agni Daerah Operasi Ketapang, Rudi Windra Darisman, mengakui jika kebakaran di Sungai Pelang cukup sulit untuk dipadamkan. Untuk mencegah agar kebakaran tidak semakin meluas lagi, ratusan personel gabungan dikerahkan mereka ke lokasi kebakaran. “Hingga saat ini sebanyak 194 hektare lahan gambut di Desa Pelang yangterbakar. Yang baru dipadamkan baru sekitar 36 hektare,” kata Rudi, ketika itu.

Kawasan yang terbakar tersebut, dijelaskan dia, merupakan daerah gambut yang cukup dalam. Api tersebut, menurut dia, tidak hanya membakar rumput di permukaan tanah, namun sudah masuk ke dalam tanah, sehingga menyulitkan untuk dipadamkan. Itulah yang menurut dia menyebabkan luas lahan yang terbakar sudah mencapai 194 hektare hanya dalam jangka empat hari. Luasan lahan yang terbakar tersebut dikhawatirkan dia ketika itu bisa saja bertambah, mengingat kondisi lahan yang kering membuat api mudah menjalar.

Dia merincikan, api pertama kali terlihat pada Kamis (15/8). Di hari pertama, api sudah menghanguskan 36 hektare. Di hari kedua api, sebut dia, kembali melahap 45 hektare. Di hari ketiga, dijelaskan dia bahwa 52 hektare lahan kembali terbakar, disusul hari keempat seluas 61 hektare lahan kembali terbakar. Hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan upaya pemadaman. “Lahan berhasil dipadamkan mencapai 36 hektare. Personel gabungan yang terjun melakukan pemadaman sebanyak 280 orang,” jelasnya.

Dia menambahkan, saat ini kendala pihaknya dalam melakukan upaya pemadaman yakni angin yang kencang serta kesulitan sumber air, ditambah kondisi kabut yang pekat akibat dari lahan gambut yang terbakar. “Tadi sempat diguyur hujan, tapi hanya sekitar lima menit, jadi api tidak benar-benar padam,” ungkapnya. (afi)

Read Previous

Nelayan Hidup di Rumah Tak Layak Huni

Read Next

Bidik Muri, Bermain Seribu Senggayong

Most Popular