Titip Kue di Pasar Juadah Hingga Jual Es Tebu
Mengisi Pundi Rupiah di Bulan Berkah

DIGEMARI: Heri menjual es tebu menjelang berbuka puasa. Minuman ini digemari masyarakat selama Ramadan. FAHROZI/PONTIANAKPOST

Ramadan menjadi bulan berkah, karena setiap amal ibadah akan dilipat gandakan pahalanya oleh Allah SWT. Selain itu, di bulan ini menjadi rezeki tersendiri bagi mereka yang pintar membaca peluang. Salah satunya para penjual makanan dan minuman berbuka puasa. Pundi-pundi rupiah pun dikumpulkan dari usahanya.

Fahrozi, Sambas

TIDAK susah untuk mencari aneka makanan dan minuman untuk berbuka puasa saat memasuki Ramadan. Mulai dari aneka makanan dan minuman tradisional, maupun yang sudah disajikan dengan sentuhan kekinian.

Mulai dari aneka gorengan, hingga burger maupun pizza. Dari air tahu, air tebu hingga aneka minuman segar lainnya, tersusun rapi di lapak- lapak pedagang dadakan di sepanjang Jalan Gusti Hamzah, termasuk di kawasan Pasar Sambas maupun di pasar-pasar di kecamatan yang ada. Situasi ini sudah bisa dilihat usai Salat Dzuhur hingga waktu berbuka puasa tiba selama Ramadan.

Bahkan, termasuk lauk pauk juga dijual di Pasar Juadah. Sehingga ini akan mempermudah warga, terutama kaum ibu-ibu untuk tak repot lagi memasak. Tinggal beli, kemudian disajikan untuk makan malam bersama keluarga.

Sajian makanan dan minuman berbuka puasa serta aneka lauk pauk tersebut tak lain merupakan “titipan” dari sejumlah warga ke para penjual Pasar Juadah. Salah satunya adalah Ridho.

Diceritakannya, saat masuk Ramadan. Isterinya, kemudian mertuanya berjualan aneka makanan dan minuman berbuka puasa. “Kalau mertua biasanya jualan aneka makanan dan minuman berbuka puasa, itu (makanan dan minuman) adalah titipan dari warga lain, yang selanjutnya di jualkan,” katanya. Meski menerima titipan, usaha tersebut bisa memberikan penghasilan tambahan bagi mertuanya.

Begitu juga sang istrinya, sebut Ridho, selama Ramadan juga membuat kue untuk dititipkan di Pasar Juadah. Selain itu juga menerima pesanan langsung dari warga. “Biasanya ada yang pesan untuk dibuatkan kue, namun terkadang juga membuat kue, seperti risoles untuk dititipkan di pasar juadah,” katanya.

Usaha ini sudah dilakukan setiap datangnya Ramadan. “Kalau hari-hari biasa, sih lebih menerima pesanan dari orang. Tapi kalau Ramadan, kami buat kue untuk dititipkan di pasar juadah,” katanya.

Begitu juga yang dilakukan Heri, dirinya lebih fokus menjual air tebu saat menjelang berbuka puasa. Meski ini menjadi usaha sampingan di hari-hari biasa, namun ada permintaan lebih ketika memasuki Ramadan.

“Hari-hari biasa juga jualan air tebu, tapi saat Ramadan permintaan terkadang meningkat. Tak jarang kami sampai kehabisan suplai tebu,” katanya. Ya, Heri mengaku sejak puasa hari pertama sampai saat ini, sudah beberapa kali dirinya tak mendapatkan kiriman tebu dari penyuplainya dikarenakan stok tak ada. “Kami kan dikirim tebu dari penyuplai, tapi ada dua kali mereka kehabisan tebu, terpaksa saya tak jualan,” katanya.(fah)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!