TK Hingga SMP Libur

GUNAKAN MASKER: Salah seorang siswi SMP di Ngabang menggunakan masker setelah pulang sekolah, Selasa (10/9).MIFTAH/PONTIANAKPOST

Kualitas Udara Semakin Memburuk

NGABANG – Pemerintah Kabupaten Landak akhirnya memutuskan untuk menghentikan aktivitas belajar mengajar sekolah, mulai dari tingkat PAUD hingga SMP. Langkah ini dilakukan karena kondisi udara di Bumi Intan yang semakin pekat.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Landak, Buyung mengatakan proses belajar mengajar untuk sementara waktu dilakukan di rumah masing-masing mulai Rabu (11/9) hingga Sabtu (14/9) mendatang. kebijakan itu tertuang dalam surat edaran Bupati Landak Nomor: 420/1227/Sekre/Disdikbud/2019 tertanggal 10 September 2019.

“Ya, PAUD, TK, SD dan SMP kita liburkan. Setelah mempertimbangkan kabut asap yang semakin tebal setiap harinya,” kata Buyung, Selasa (10/9).

Kebijakan meliburkan aktivitas belajar mengajar dari tingkat SD sampai SMP setelah dilakukan rapat bersama. Informasi ini kemudian disampaikan kepada masing-masing pengawas sekolah, MKKS SMP, K3S SD dan Dewan Pendidikan.

“Termasuk pula lewat media sosial kami sebar luaskan,” tambahnya.

Menurutnya, Pemkab Landak akan terus memantau kondisi udara. Para kepala sekolah dan guru juga diminta untuk mengikuti perkembangan cuaca, sehingga jika kondisi mulai membaik maka proses belajar mengajar dapat segera dilaksanakan.

“Begitu juga sebaliknya, jika kondisi (kabut) masih buruk, libur akan diperpanjang,” jelas Buyung.

Sementara untuk tingkat SMK dan SMA masih melakukan proses belajar mengajar seperti biasa. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Landak, Dominikus Dasit mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) provinsi Kalimantan Barat mengenai hal ini.

Akan tetapi, kata Domi, panggilan karibnya pihaknya akan mencoba mengkomunikasikan hal ini kepada Disdikbud Kalbar. “Kami tetap menunggu perintah dari provinsi. Namun edaran Bupati Landak kami coba teruskan ke provinsi. Apalagi jika dampak asap semakin tinggi,” kata Kepala SMKN 1 Ngabang ini. (mif)

Read Previous

Mahmuddin Gantikan Anom

Read Next

Sokong Pemerintah, Petani Pagal Baru Ubah Pola

Tinggalkan Balasan

Most Popular