Toga Buat Kebutuhan Herbal Keluarga

POSYANDU: Kader Posyandu Sedap Malam, perwakilan UNU Kalbar, PT Pertamina (Persero),  Yayasan Jejak Pesisir Nusantara dan UPK Puskesmas menanam toga di halaman Posyandu Siantan Hulu. ISTIMEWA

Kembangkan Saat Pandemi

Pertamina (Persero) Integrated Terminal Pontianak bersama Yayasan Jejak Pesisir Nusantara, UPK Puskesmas Siantan Hulu dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Barat melakukan pengembangan Tanaman Obat Keluarga (Toga) yang dipusatkan di pusatkan di Posyandu Sedap Malam Siantan Hulu.

Kepala UPK Puskesmas Siantan Hulu, Tri Lestari mengatakan dipilihnya pengembangan Toga diharapkan diharapkan bisa memenuhi kebutuhan obat-obatan herbal keluarga. Menurutnya, dengan menanam apotik hidup yang tak jauh dari tempat tinggal masing-masing, tentu saja akan sangat bermanfaat, baik nantinya digunakan sebagai obat tradisional yang sifatnya mencegah atau mengobati berbagai penyakit akut hingga kronis sekalipun, sebagai bumbu pelengkap masakan atau menambah nilai estetika tersendiri jika tertanam dengan tertata rapi.

“Program ini selaras dengan inovasi yang dilakukan Puskesmas Siantan Hulu yang salah satunya adalah Toga sipinky tolak (temu lawak) cerdik sihul. Bahkan posyandu sudah pernah mengolah Toga menjadi jamu untuk balita,” kata Tri usai meninjau langsung penanaman Toga di Posyandu Sedap Malam Siantan Hulu, Selasa (14/7).

Hal senada juga diuatarakan Ketua Posyandu Sedap Malam, Rosita yang menilai banyak manfaat yang didapatkan dengan mengembangkan Toga disekitar tempat tinggal masing-masing. Terlebih adanya pandemi Covid-19 yang membuat setiap orang dituntut harus mampu menjaga imunitas dan kesehatan tubuh. Bahkan  pemerintah dan dinas kesehatan selalu menyampaikan agar masyarakat menjaga ketahanan atau imunitas tubuh.

Menurutnya beberapa jenis Tanaman obat keluarga dapat dijadikan sebagai bahan konsumsi untuk meningkatkan imunitas tubuh, seperti temu lawak, kunyit, sereh dan sejenisnya.

Rosita pun menyambut baik pengembangan Toga  di lingkungan Posyandu yang dipimpinnya. “Kami berterimakasi kepada UNU-Kalbar, UPK Puskesmas Siantan Hulu, PT. Pertamina (Persero) Integrated Terminal Pontianak karena telah memperhatikan dan membantu posyandu kami. Banyak ilmu yang kami dapatkan dari program ini, ke depannya saya juga akan mengajak kader dan masyarakat untuk mencoba mengembangkan Toga ini. Sehingga setiap rumah tangga bisa memenuhi kebutuhan tanaman obat keluarga yang bisa dikonsumsi untuk menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh,” ucap Rosita.

Dia menambahkan, pada bulan sebelumnya, Posyandu Sedap Malam meraih penghargaan berupa juara 1 lomba video penyuluhan pencegahan penulran covid-19 tingkat kota Pontianak 2020. Dengan adanya gerakan atau program pengembangan Toga tersebut, secara tak langsung kata Rosita menjadi bukti nyata kesungguhan pihaknya untuk sama-sama memutus mata rantai sekaligus mencegah penyebaran Covid-19 dengan meningatkan daya tahan atau imunitas tubuh masyarakat dengan pengembangan dan mengkonsumsi  tanaman obat keluarga yang memang dinilai memeilii khasiat dalam menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh.

Sementara itu, Dosen Fakultas Pertanian UNU-Kalbar, Rista Delyani mengatakan program pengembangan Toga yang turut dilakukan pihaknya itu merupakan salah satu bentuk aksi Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). “Kami berharap, program ini berjalan lancar dan ada hasilnya, ini merupakan tindak lanjut kerjasama antara Fakultas Pertanian UNU-Kalbar dengan Yayasan Jejak Pesisir Nusantara. Kehadiran kami di sini merupakan bentuk pengabdian UNU-Kalbar kepada masyarakat,” ucap Rista.

Wakil Direktur Jejak Pesisir Nusantara (JPN), Mordik Erdiansyah berharap, agar kolaborasi yang telah dijalin tersebut berjalan dengan baik. “Kami berharap semoga kolaborasi ini berjalan dengan baik, khusus untuk pengembangan Tanaman Obat Kleuarga (Toga) ini bisa menjadi percontohan bagi pihak lainnya, sehingga akan semakin banyak masyarakatyang lebih sadar banyak manfaat dari pengembangan Toga,” ungkapnya.

“Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Kepala UPTD Puskesmas Siantan Hulu karena selalu mendukung JPN dari awal hingga saat ini dalam mendamping Posyandu Sedap Malam, demikian juga kepada Fakultas Pertanian UNU-Kalbar yang bersedia menjadikan posyandu ini sebagai PKM,” ucap Mordik. (ash)

loading...