Tolak Bala Demi Keselamatan Kota

RITUAL BERSIH JALAN: Ratusan Tatung melakukan ritual bersih jalan. Ritual ini biasanya dilaksanakan menjelang satu hari perayaan Cap Go Meh. Dimana tatung-tatung tersebut berkeliling dari pekong satu ke pekong lainnya. (ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST)

Tatung Cuci Jalan

SINGKAWANG–Sejak pagi jalanan kota Singkawang ramai. Mulai wisatawan, hingga penonton menyesaki Vihara Bumi Raya pusat kota Singkawang dan jalanan tengah kota.

Bahkan rombongan tatung kesulitan bergerak leluasa menuju vihara, Jumat (7/2) , para tatung keluar dari peraduan mereka.

Para tatung beriringan dengan tandu hingga jalan kaki menuju klenteng tua itu. Mereka meminta doa dan berkah kepada para dewa. Ritual tolak bala menghadapi Cap Go Meh. Ritual yang harus dilakukan para tatung.

Para tatung jadi sorotan. Mulai turun dari pikap yang membawanya hingga duduk ditandu diburu sorot kamera. Semua hal dilakukan tatung menarik. Hal itu membuat pergerakan para tatung disesaki para penonton dan pengambil momen baik menggunakan smartphone hingga lensa kamera profesional.

Salah satu wisatawan, dari Jakarta, Robert menyukai atraksi Cap Go Meh di Kota Singkawang. Ia mengatakan sudah kedua kalinya datang ke Singkawang bersama teman temannya.

“Kalau acara ini sudah layaknya Cap Go Meh,” katanya.

Meski panas terik matahari, Robert dan kawan kawan tetap bertahan di sudut jalan Diponegoro.

Ia mengatakan selain senang atraksi tatung. Ia juga senang mengabadikan keramaian kota dan atraksi tatung saat berdiri diatas tandu. Ia pun berharap tahun depan bisa pergi ke Singkawang.

Terkait isu Corona, ia mengatakan khawatir tapi tidak terlalu dipikirkannya. “Yang penting jaga kesehatan dan doalah agar tak terinfeksi,” ujarnya.

Hal sama juga disampaikan Dede Annisa, pelaku binis wisata di Singkawang yang mengatakan Singkawang ini menarik.

“Agenda Cap Go Meh di Singkawang ini tidak pernah membosankan. Siapapun yang datang tentu senang. Apalagi mereka yang datang dari luar Kalbar tentu hal ini tidak membosankan,” jelasnya.

Jika bicara ekspektasi kedepan, kata dia, lengkap sudah semuanya, unsur budayanya, atraksinya, bahkan tak heran Singkawang dinobatkan Kota Tertoleran di Indonesia. “Kami setiap tahun tidak pernah absen membawa wisatawan menyaksikan Cap Go Meh ini,” ujarnya. (har)

error: Content is protected !!