Tolak Kehadirian Perkebunan Sawit di Desa Kamboja

SUKADANA – Sejumlah warga, Desa Kamboja, Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara, menolak kehadirian perkebunan kelapa sawit di daerah itu. Bentuk penolakannya, disampaikan pada audisnsi bersama wakil rakyat, komisi tiga, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kayong Utara, Selasa (7/7).

Anggota Forum Masyarakat Peduli Desa Kamboja, Sabirin menjelaskan, kehadirian forum masyarakat peduli desa kamboja ini, untuk menindak lanjuti keluhan masyarakat disana. Mengenai kehadirian perkebunan kelapa sawit.

“Kehadirian kita, audiensi di DPRD Kayong Utara, untuk menyampaikan penolakan adanya aktifitas perkebunan, dalam sekala besar, perkebunan kelapa sawit, di Desa Kamboja, Kecamatan Pulau Maya,” terangnya saat diwawancarai wartawan di Sukadana, Selasa (7/7) usai mengikuti audiensi, yang juga dihadiri pihak kepolisian.

Sebab ia menilai, kehadirian perkebunan kelapa sawit, di Desa Kamboja, akan berdampak pada sistem pertanian yang ada sejak lama. Sebab, lanjut dia, selama ini masyarakat hanya mengandalkan air gambut untuk kebutuhan sehari-hari.

“Tujuanan ini, sektor pertanian akan berkurang. Karena, sistem pertanian di Desa Kamboja sistem tadah hujan. Kedua, kami dimusim kemarau mengkonsumsi air gambut. Karena, disana tidak ada lain lagi selain air gambut. Disana tidak ada lain lagi, selain gambut. Jadi, musim kemarau panjang kami beralih ke atas, untuk mengambil air minum untuk masak,”tuturnya (dan)

loading...