TPS Liar Muncul Lagi

MENUMPUK: Terlihat sampah menumpuk di pinggir Jalan Parit Demang, meskipun sudah ada plang imbauan dilarang membuang sampah di jalan tersebut. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

PONTIANAK – Tempat pembuangan sampah liar kembali muncul di Jalan Parit Demang. Sebelumnya TPS liar itu sudah ditertibkan Dinas Lingkungan Hidup.  “Itu TPS tidak resmi dan kami tetap tangani meski tidak seperti reguler yang setiap hari,”   kata Kepala DLH Kota Pontianak Tinarga Butar-butar di Pontianak, kemarin.

Tinorma menjelaskan pihaknya sudah pernah menempatkan penjaga di kawasan tersebut. Petugas pun berjaga selama 24 jam. Cara yang dilakukan itu kemudian membuat kawasan itu tidak menjadi sasaran pihak yang bertanggungjawab membuang sampah sembarangan.  Tinorma menambahkan pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan lurah dan camat setempat untuk mengawasi agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan di kawasan tersebut.  “Karena itu bukan TPS resmi sehingga penanganan kami tidak setiap hari tetapi tetap kami tangani. Setelah diangkut sampah-sampah itu tetap ada lagi,” jelas Tinorma.

Ke depan dilanjutkan Tinorma pihaknya akan membangun TPS resmi di Jalan Parit Demang. Rencananya juga akan dibangun TPS resmi di Jalan Harapan Jaya.  “Ada yang meminjamkan lahannya untuk dibangun TPS. Begitu APBD-P ketuk palu langsung kami bangun TPS resmi,” terang Tinorma.

Ia menjelaskan dengan dibangunnya TPS resmi maka pengangkutan sampah secara reguler pun akan dilakukan. Pihaknya juga akan menempatkan petugas termasuk jadwal pembuangan sampah.  Pembangunan TPS di kawasan itu jelas Tinorma karena untuk menampung pembuangan sampah. Pasalnya pihak juga menutup TPS di tempat lain. Seperti TPS di Pasar Kemuning.  “Jadi paling tidak masyarakat sudah disediakan TPS yang dekat karena TPS di Pasar Kemuning kami tutup,” tambah Tinorma.

“Sehingga sampah yang dibuang masyarakat akan terbagi. Ada di Jalan Ampera, Jalan Harapan Jaya dan Jalan Parit Demang,” sambung Tinorma.  Ia pun memastikan kawasan lain yang kerak dijadikan tempat pembuangan sampah liar. Kawasan lain di antaranya ujung Jalan Perdana dan Paris II.  “Kami akan sisir di kawasan- kawasan itu juga meski tidak setiap hari karena bukan TPS reguler,” terang Tinorma.

Hingga saat ini tercatat sebanyak 41 TPS resmi yang dimiliki Pemkot. Sebelumnya sebanyak 90 TPS dari tahun 2012. “Sudah hampir setengah kami tutup. Penutupan berdasarkan kajian karena semakin banyak TPS maka kota semakin semrawut,” pungkasnya. (mse)

loading...