Tradisi Pemerintah Sepakati Program Strategis

TRADISI: Beraump Bekudong'k yang menjadi tradisi Pemda Sanggau digelar di Gedung Balai Betomu Sanggau, dan dibuka Bupati Sanggau, Paolus Hadi.ISTIMEWA

Gelar Beraump Bekudong’k

SANGGAU – Kegiatan Beraump Bekudong’k yang menjadi tradisi Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau setiap tahun kembali digelar tahun 2019 dipusatkan di Gedung Balai Betomu Sanggau, Selasa (17/9). Acara dibuka oleh Bupati Sanggau, Paolus Hadi.

Tahun ini, tema yang diangkat yakni melalui kegiatan Beraump Bekudong’k wujudkan gerakan masyarakat hidup sehat di Kabupaten Sanggau. Sedangkan sub temanya adalah stop buang air besar sembarangan, kita wujudkan desa mandiri.

Ketua Panitia, Ignatius Irianto menyampaikan peserta yang hadir pada kegiatan beraump bekudong’k sebanyak 647 orang, terdiri dari Forkompimda, SKPD, Para Camat, Kepala Puskesmas, para Lurah se-Kecamatan Kapuas, Para Kades, Ketua PKK Kecamatan, Ketua PKK Desa, Ketua PKK Kelurahan, perwakilan Dasawisma, Kapolsek, Danramil, Bhabinkamtibmas, Bhabinsa dan Pimpinan Perbankan.

“Beraump bekudong’k bertujuan tercapainya target masyarakat hidup sehat, sedangkan yang menjadi tujuan khusus pada kegiatan ini tentu untuk penyampaian evaluasi hasil capaian masyarakat hidup sehat dan STBM pada tahun 2018 yang lalu. Sehingga perlu pembentukan kader tim Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) ditingkat desa,” jelasnya.

Kegiatan ini juga sebagai bahan evaluasi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah untuk rancangan program yang akan datang, maka dari itu sangat diharapkan partisipasi aktif dari peserta baik mengenai permasalahan yang dihadapi di kecamatan maupun di desa. “Perlu disampaikan bahwa dalam kegiatan ini juga kita memulai menggalakkan pengurangan penggunaan sampah plastik,” ujarnya.

Ketua TP PKK Sanggau, Arita Apolina mengatakan bahwa dalam rangka mencapai pelaksanaan sepuluh program pokok PKK dan mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Sanggau yang tertuang dalam Seven Brand Images dalam rencana program Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau, salah satunya adalah Sanggau sehat.

Dari sepuluh program pokok PKK dituangkan dalam program kerja masing-masing pokja-pokja di PKK, secara khusus pada kegiatan beraump bekudong’k ini untuk wujudkan gerakkan masyarakat hidup sehat (GERMAS) di Kabupaten Sanggau. Berdasarkan tema dan sub tema tersebut sejalan dengan hasil rapat konsultasi TP PKK Pusat dan TP PKK Provinsi, dengan program prioritas penegasan stunting melalui kelestarian lingkungan hidup dengan penggerakkan melalui lima pilar STBM.

“Lima pilar STBM yakni tidak buang air besar sembarangan atau Open Defication Free (ODF). Cuci tangan dengan sabun, kelola air minum rumah tangga, kelola sampah rumah tangga dan kelola limbah rumah tangga,” katanya.

“Perlu diketahui bahwa saat ini berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau dari 169 desa dan Kelurahan, Kabupaten Sanggau masih banyak yang belum mencapai desa dengan Open Defication Free (ODF), sekitar 1,73 persen atau baru tiga desa yang sudah deklarasi ODF atau stop buang air besar sembarangan yakni Desa Semanggis Raya, Desa Tunggal Bakti dan Desa Tanjung Merpati,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Sanggau mengatakan kegiatan kemarin merupakan beraump bekudong’k yang keempat kalinya dilaksanakan. Dimulai tahun 2016 hingga tahun 2019 sebagai tempat untuk memutuskan beberapa hal yang strategis dengan melibatkan stakeholder, baik dari desa, kecamatan hingga kabupaten.

“Kita satukan kesepakatan pada hari ini dan harus kita gotongroyongkan untuk percepatan pembangunan yang menurut kita penting,” ujarnya.

“Terkait Open Defication Free (ODF), Kabupaten Sanggau menduduki posisi ke-10 dari 14 Kabupaten/Kota se-Kalbar. Menyikapi hal tersebut, maka saya rasa perlu kerjasama kita untuk mendeklarasikan kepada masyarakat untuk tidak buang air besar sembarangan,” tegasnya.

“Kenapa perlu ODF diperkuat, supaya orang Sanggau sehat. Pada saat Beraump Bekudong’k inilah untuk membicarakan terkait masyarakat yang belum memiliki toilet, sehingga untuk bisa dibantu. Tidak kalah penting juga terkait asap, apakah orang berladang karena mencukupi kebutuhannya sehari-hari dan menjadi tradisi setiap tahun dari nenek moyangnya. Maka hari ini kita bicarakan apakah memang dari dulu memang berladang untuk kebutuhan hidupnya. Karena pada saat orang berladang ada yang sengaja mengambil kesempatan dalam musim berladang tersebut, untuk membakar lahannya untuk berbisnis. Sehingga kedepan apabila ada masyarakat kita yang ingin membuka lahan, diharapkan tidak dengan membakar lahan. Akan tetapi bisa dengan menggunakan alat berat, minta para kades dan kita semua, hal ini menjadi perhatian kita bersama,” terangnya.

Paolus meminta jangan sampai para peladang yang sebenarnya dikambinghitamkan oleh para oknum yang tidak bertanggungjawab. Kepada seluruh masyarakat agar tidak membakar lahannya, karena mengingat asap di Kabupaten Sanggau semakin tebal. Maka semua harus sama-sama peduli. (sgg)

loading...