Tujuh Desa Dampingan Dilatih Tingkatkan Kualitas Produk

PELATIHAN : Kelompok dampingan dari tujuh desa di Kayong Utara mendapatkan pelatihan kualitas produk dari YP.ISTIMEWA

SUKADANA – Kualitas produk merupakan salah satu kunci persaingan di antara pelaku usaha yang ditawarkan kepada konsumen. Konsumen selalu ingin mendapatkan produk yang berkualitas sesuai dengan harga yang dibayar, namun sebagian masyarakat berpendapat bahwa produk yang mahal adalah produk yang berkualitas.

Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas produk, Yayasan Palung (YP) melalui program Sustainable Livelihood (SL) melakukan pelatihan kualitas produk melalui metode Internal Control System (ICS). ICS ini yang akan bertanggung jawab untuk melakukan dan mengatur standar produk yang akan dikembangkan dari komunitas dampingan.

“Kegiatan dilaksanakan di Bentangor Education Center, Yayasan Palung, Desa Pampang Harapan, Kecamatan Sukadana, pada Sabtu (19/6) hingga Senin (21/6/2021) lalu. Pemateri dalam kegiatan Pelatihan Kualitas Produk adalah Erik Somala (Community Development Inisiator),” kata Manager Program Sustainable Livelihood (SL), Ranti Naruri, kemarin (24/6).

Ada tujuh desa yang ikut dalam kegiatan tersebut. Di antaranya tiga desa di Kecamatan Sukadana, yaitu Desa Pangkalan Buton, Desa Pampang Harapan, dan Desa Sejahtera. Empat desa lainnya berasal dari Kecamatan Simpang Hilir, yaitu Desa Pulau Kumbang, Desa Padu Banjar, Desa Pemangkat, dan Desa Nipah Kuning.

Ketujuh desa tersebut adalah desa dampingan komunitas Yayasan Palung dari Program Sustainable Livelihood (SL) dan Program Hutan Desa. Desa yang ikut terlibat dalam pelatihan ini adalah kelompok kerajinan anyaman pandan dan resam, kerajinan tempurung kelapa, madu, kopi, dan Virgin Coconut Oil (VCO).

Dia menjelaskan, pihaknya menyadari bahwa untuk meningkatkan kualitas produk memerlukan proses untuk menjadikan produk yang diproduksi itu sesuai dengan kemauan dan minat konsumen. “Dengan diadakan kegiatan pelatihan kualitas produk ini peserta dapat memperoleh manfaat seperti meningkatkan pemahaman pelaku usaha dalam menggunakan metode Internal Control System (ICS),” harapnya.

Selain itu juga, lanjutnya, dapat menjamin produk pelaku usaha tetap terjaga kualitasnya dalam pencapaian kualitas yang diharapkan.  Sehingga dengan demikian, nantinya hasil yang didapat dari pelatihan ini adalah adanya Standard Operational Product (SOP) bagi pelaku usaha dampingan Yayasan Palung.

“Selain itu, terbentuknya sistem pengawasan kualitas mutu produk bagi pelaku usaha dalam menyelaraskan kualitas produk sehingga bisa menjamin mutu produk di pangsa pasar,” ungkap Ranti. (afi)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!