Tumbangnya Dua Tim Juara

Kualifikasi Liga Champions

PORTO – Ketika Krasnodar berdiri 11 tahun yang lalu, FC Porto sudah jadi juara Liga Champions dua kali, sekali Piala UEFA dan Piala Super Eropa, serta 23 juara liga domestik Prestasi Krasnodar tak ada seujung kuku Dragoes.

Meski demikian Byki, julukan Krasnodar, berhasil menyisihkan FC Porto di babak ketiga kualifikasi Liga Champions 2019-2020. Kemarin (14/8) di Estadio do Dragao, Krasnodar menang 3-2 atas Danilo Pereira dkk pada leg kedua.

Secara agregat kedua tim sama kuat yakni 3-3. Namun Krasnodar berhak lolos karena unggul jumlah gol tandang. Di leg pertama (8/8) yang berlangsung di Krasnodar Stadium, FC Porto cuma menang 1-0.
Hasil memalukan bukan cuma terjadi di Porto. Di Celtic Park Glasgow, tuan rumah Celtic takluk 3-4 di tangan klub Rumania, CFR Cluj. CFR Cluj pun lolos dengan agregat 5-4 atas The Bhoys hasil dua kali pertemuan. Di leg pertama (8/8), kedua tim bermain seri 1-1.

Nah, pelatih FC Porto Sergio Conceicao mengatakan kepada O Jogo jika kekalahan yang dialami timnya sangatlah tragis. Tim yang mencapai perempat final Liga Champions musim lalu itu jebol dua gol ketika pertandingan berjalan kurang dari 15 menit.

“Sejak pertandingan bergulir, para pemain kami tidak secara total fokus pada pertandingan sehingga kami jebol gol cepat. Meski di babak kedua kami merespon dengan luar biasa,” tutur Conceicao.
Kekalahan ini membuat situasi pelatih berusia 44 tahun tersebut terdesak. Apalagi dalam pramusim lalu Conceicao berselisih paham dengan kapten tim Danilo Pereira dan relasi itu ketika musim bergulir tidak membaik.

“Presiden klub (Jorge Nuno Pinto da Costa, red.) berkata kepada saya kalau dia nyaman dengan tim ini. Presiden klub tahu apa yang dibutuhkan oleh klub ini,” kata pelatih yang sudah memberikan dua gelar buat FC Porto itu. Yakni Premeira Liga 2017-2018 dan Supertaca Candido de Oliveira 2018 itu.

Conceicao sempat menyinggung perlu adanya ‘bersih’ dari lingkungan pemain saat ini. Conceicao seperti ditulis A Bola terlanjutr tak harmonis dengan Danilo dan menginginkan pemain 27 tahun itu ditendang.
Seperti ditulis DN pada pramusim lalu sebelum lawan AS Monaco (28/7), pelatih Conceicao datang terlambat dalam makan malam tim. Usai makan malam biasanya dilanjutkan dengan evaluasi atau preparasi jelang laga pramusim.

Danilo sebagai kapten pun menanyakan alasan Conceicao telat datang dalam makan malam tersebut. Rupanya langkah Danilo itu menyinggung perasaan Conceicao. Apalagi ada isu Concaicao diminati klub lain.

Adu mulut menurut DN semakin meruncing karena Conceicao menuding balik Danilo. Yakni Danilo ingin keluar dari tim namun karena harga transfer tak ada yang cocok maka Danilo tetap bersama FC Porto.

“Pemain menunjukkan kemampuan luar biasa di laga ini dan saya yang bertanggung jawab buat semua kekalahan ini. Saatnya semua bergandengan tangan dan bersatu untuk musim ini,” tutur Conceicao.

Presiden FC Porto Jorge Nuno Pinto da Costa sendiri belum buka mulut terkait dua kekalahan beruntun Conceicao ini. Selain kemarin, dalam laga pembuka Premeira Liga versus Gil Vicente (11/8) juga kalah 1-2.

Di sisi lain, pelatih CFR Cluj Dan Petrescu dalam wawancara dengan talk Sport mengatakan kemenangan atas Celtic memberikan keyakinan kalau bisa menembus fase grup Liga Champions musim ini.

“Semua lawan yang kami kalahkan merupakan tim yang secara pendanaan lebih bagus daripada kami. Di putaran pertama kami menyingkirkan Astana, Maccabi Tel Aviv, dan kini Celtic,” kata Petrescu.
Pelatih berusia 51 tahun tersebut bertutur halangan terakhir untuk masuk ke fase grup menundukkan juara domestik Slavia Praha. Dan kalau bisa masuk fase grup maka perjalanan CFR Cluj termasuk sangat panjang.

“Saya tak paham bagaimana dengan regulasi UEFA yang membuat proses demikian panjang untuk klub juara buat tim dari negara non elite Eropa. Syaa harap proses ini akan mengalami perubahan musim depan,” tutur Petrescu.

Petrescu mengharapkan untuk periode mendatang juara kompetisi domestik dari negara seperti Rumania atau Skotlandia langsung lolos. Meski tak setenar Real Madrid, Barcelona, Manchester City, atau PSG status mereka tetaplah juara.

Petrescu yang kembali bersama CFR Cluj Maret lalu setelah sempat bergabung Guizhou Hengfeng, sudah menghadirkan dua kali trofi domestik. Yakni musim 2017-2018 dan 2018-2019. (dra)

Read Previous

Miller Masih Bersama Pramac Ducati

Read Next

Percepat Pemerintahan e-Goverment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *