Tunda Semua Event Olahraga

KULMINASI: Masyarakat berswafoto di sudut kawasan Tugu Khatulistiwa, Kecamatan Pontianak Utara, yang sudah ditata guna acara puncak pesona kulminasi, Jumat (20/9). Festival kulminasi matahari rencananya dihelat pada 21-23 September dengan beragam kegiatan.HARYADI/PONTIANAK POST

Kualitas Udara Makin Buruk

PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengintruksikan pada pihak panitia pelaksana tiap kegiatan olahraga untuk melakukan penundaan kegiatan. Kondisi kategori udara yang dipandang hingga Jumat pukul enam sore tak kunjung membaik membuat dirinya mengambil sikap melakukan penundaan semua kegiatan olahraga.

“Kegiatan olahraga yang dilangsungkan saya minta ditunda. Penyebabnya adalah kondisi udara hingga pukul enam sore justru semakin parah. Bahkan pantauan dari partikulat kondisi udara di Pontianak masuk kategori berbahaya,” ungkapnya kepada Pontianak Post, Jumat malam.

Kabar ini juga sudah dia sampaikan pada pihak ke tiga sebagai penyelenggara pelaksana Pontianak Internasional Dragon Boat. Selain penundaan lomba dayung, dirinya juga meminta pelaksanaan even lari Khatulistiwa run ditunda. Apa yang dilakukan sebagai antisipasi dan menjaga kejadian yang tidak diinginkan.

Selain kegiatan olahraga. Beragam kegiatan yang aktivitasnya di luar ruangan untuk sementara juga dihentikan sampai keadaan udara di Kota Pontianak benar-benar baik.

Dari informasi BMKG Pontianak jelas Edi diperkirakan mulai dari 20 September Kalbar akan diguyur hujan. Dimulai dari sebagian kabupaten kota Sambas, Singkawang, Bengkayang, Landak, Sanggau, Sekadau, Sintang dan Kapuas Hulu. Tanggal 21 hingga 26 September 2019 diprakirakan hujan akan turun di hampir seluruh wilayah Kalbar dengan intensitas sedang hingga lebat. “Mudah-mudahan saja Kalbar segera diguyur hujan,” ungkapnya.

Sehubungan dengan kualitas udara yang kurang sehat. Dia mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan. Hindari keluar rumah jika tidak benar-benar penting. Petugas rumah oksigen yang ditempatkan di tiap puskesmas enam kecamatan juga siaga dan siap sedia dalam memberikan pelayanan pada masyarakat yang mengalami sesak nafas karena ISPA.

Terpisah, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Kalbar bersama Yayasan Mujahidin Kalbar dan Basnaz mengajak masyarakat Kalbar untuk ikut salat istisqa. Pelaksanaan dilangsungkan di Halaman Masjid Raya Mujahidin, Sabtu 21 September 2019 pukul tujuh pagi.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Kalbar, H M Basri menuturkan, bahwa pelaksanaan salat istisqa akan dihelat pada Sabtu (21/9). “Lokasinya di halaman Masjid Raya Mujahidin,” ungkapnya, Jumat (20/9).

Pelaksanaan salat istisqa guna memohon kepada Allah agar Kalbar dapat diturunkan hujan. Dengan turunnya hujan diharapkan kabut asap pekat yang menyelimuti hampir di seluruh daerah Kalbar dapat hilang.

Bagi masyarakat yang ingin ikut salat istisqa dapat membawa perlengkapan salat. Dimohon untuk semua umat Islam memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah atas segala kesalahan serta berpuasa selama tiga hari sebelum pelaksanaan salat istisqa.(iza)

Read Previous

Kinerja Terbaik, Persembahan Terbaik

Read Next

Pasang Plang Penanganan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *