Tunggal Putri Hadapi Tembok Tebal

Gregoria Mariska Tunjung

Semoga ada Keajaiban

BASEL–Ujian berat harus ditempuh dua tunggal putri Indonesia hari ini. Drawing horor menempatkan Fitriani dan Gregoria Mariska Tunjung bertemu dengan para unggulan top. Kemenangan telak Fitri 21-14, 21-12 atas Yvonne Li (Jerman) tidak perlu dibanggakan. Juga keunggulan 21-14, 21-10 Jorji—sapaan Gregoria—atas Busanan Ongbamrungphan.

Laga putaran kedua di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, mempertemukan Fitri dengan mantan tunggal putri terbaik dunia Tai Tzu-ying. Pemain Taiwan itu memang baru turun ke peringkat dua akibat penampilannya yang tidak maksimal selama dua bulan terakhir. Namun, Tai tetaplah Tai. Dia masih sangat superior dibandingkan Fitri. Dalam empat edisi kejuaraan dunia (tahun 2013, 2014, 2015, dan 2018), capaiannya tak pernah kurang dari perempat final.

Menghadapi mission yang tampaknya impossible itu, Fitri memilih nothing to lose. Pertandingan kemarin dia rasa lumayan membantu beradaptasi dengan kondisi lapangan, bola, dan angin. Hanya itu modal juara Thailand Masters tersebut. Sebab Fitri belum pernah bertemu Tai.

Sejak kedatangan Rionny Mainaky, Fitri dan Jorji mengalami peningkatan performa. Hanya saja, mereka masih punya problem konfidensi jika harus menghadapi pemain top 10. Belum apa-apa mereka sering didera grogi. Lalu kehilangan konsentrasi.

”Persiapannya yang pasti harus jaga kondisi sama fokus. Mudah-mudahan bisa main lebih lepas dan nothing to lose, karena level lawan kan jauh di atas,” jelas Fitri dalam siaran pers PP PBSI. Dia menyebut, skill Tai sangat komplet. ”Variasi pukulannya banyak. Dia mainnya juga lebih safe, lebih matang pukulannya. Jam terbang dan kepercayaan dirinya juga lebih bagus,” papar Fitri.

Sementara itu, Jorji yang sudah melaju ke 16 besar bertemu Ratchaonok Intanon, juara dunia 2013. Jorji harus siap adu fisik. Dari lima laga melawan Intanon sebelumnya, juara dunia junior 2017 itu belum pernah menang sekalipun. Pertemuan terakhir terjadi di Indonesia Open 2019. Saat itu Jorji nyaris saja menang straight game kalau tidak lengah di set kedua. Dia kalah, tapi tidak telak.

Nah, kali ini dia punya peluang pecah telor. Kuncinya hanya satu. Yakni harus bisa menang dua game langsung. Sebab, energi Jorji tidak cukup untuk menjalani pertandingan panjang. ”Evaluasinya kurang lebih sama, karena di beberapa pertandingan apalagi kalau bermain tiga game kelihatan kalah di fisiknya. Jadi pastinya harus lebih siap secara fisik,” papar Jorji.

Sebelum bertemu di babak kedua Indonesia Open, Jorji menyebut Intanon punya bola-bola ”jahat”. Serangan bola atasnya memang sulit diatasi Jorji. Apalagi kalau dia sudah menyerang sisi kiri. Tapi dia kini tidak takut lagi. Dia mempelajari permainan bintang Thailand yang menduduki peringkat 6 dunia tersebut. Kemarin Intanon mengalahkan rekan senegaranya, Nitchaon Jindapol.

”Kalau sama Intanon, harus antisipasi dengan cara main lebih keras. Biar bisa mengimbangi dia,” ucap Jorji. ”Mental juga harus kuat. Jangan sampai naik turun,” tegas dia. Ketika melawan Ongbamrungphan kemarin, Jorji cukup cerdik. Dia membaca kelemahan sang lawan, yaitu sisi kanan, dan menyerangnya dari situ. Jika dia bisa bermain smart lagi hari ini, bukan tak mungkin dia membuat sejarah dengan lolos ke babak perempat final.

Selain tunggal putri, sektor ganda putra unggulan Indonesia juga mulai terjun ke lapangan. Tiga ganda putra jagoan, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, M. Ahsan/Hendra Setiawan, serta Fajar Alfian/M. Rian Ardianto baru bermain di babak kedua. Mereka diprediksi mampu melaju mulus ke 16 besar. (feb/na)

loading...