Tuntut Kandidat Bermasalah Dicoret

Aliansi masyarakat dan berbagai elemen masyarakat memberikan dukungan saat aksi solidaritas Selamatkan KPK di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (30/8/2019). Aksi tersebut merupakan bentuk protes pada keputusan Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK yang tetap meloloskan sejumlah nama bermasalah hingga tahap wawancara dan uji publik atau seleksi tahap akhir. FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

Aktivis Antikorupsi Soroti Seleksi Capim KPK

JAKARTA – Desakan agar nama-nama yang diduga bermasalah dicoret dari daftar calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin kuat. Kemarin sejumlah elemen masyarakat menyuarakan tuntutan itu secara serentak. Tidak hanya dari lembaga sipil, tapi juga mahasiswa, buruh, dan organisasi kemasyarakatan (ormas).

Mereka menggelar aksi di pelataran Gedung KPK di Jakarta. Aksi itu merupakan bentuk perlawanan terhadap keputusan panitia seleksi (pansel) yang mempertahankan sejumlah capim meski diduga bermasalah. Dalam aksi tersebut, perwakilan elemen masyarakat yang mengenakan pita hitam bergantian berorasi di hadapan ratusan orang yang memenuhi pelataran gedung komisi antirasuah itu.

Secara umum, mereka sudah tidak lagi mengarahkan tuntutan pencoretan nama-nama capim diduga bermasalah itu kepada pansel, tetapi kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebab, sesuai ketentuan, pansel nanti menyerahkan 10 nama capim kepada presiden. Berikutnya, Jokowi menyerahkan nama-nama tersebut ke DPR.

Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Yudi Purnomo Harahap meminta Jokowi benar-benar melihat latar belakang capim yang disodorkan pansel. Dia mewakili pegawai-pegawai KPK merasa pesimistis dengan kinerja pansel. ”Yang masuk ke KPK harus pimpinan yang benar-benar bersih, berintegritas, dan tidak mempunyai cela,” tuturnya.

Selama ini, sorotan terhadap seleksi capim KPK sering disuarakan para aktivis dan Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Namun, Febri dan dua aktivis antikorupsi, Asfinawati dan Adnan Topan Husodo, malah dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

Ketua Umum PB NU Said Aqil Siroj turut memberikan dukungan kepada KPK. Dia meminta Jokowi memberikan 10 nama capim KPK yang berkualitas ke DPR. Bila salah pilih, kata dia, dampaknya ke citra Jokowi. ”Jangan sampai Bapak Presiden salah pilih, nanti dampaknya negatif,” tegasnya.

Said berharap pimpinan KPK yang terpilih adalah figur-figur berintegritas dan tidak memiliki latar belakang buruk. ”(Pimpinan KPK) harus meyakinkan, betul-betul 10 orang yang bisa dipercaya mengemban amanah yang mulia ini. Pilih yang betul-betul berkualitas, betul-betul amanah, jujur, dan tanpa ada beban,” paparnya.

Dia mengungkapkan, KPK harus terus didukung semua elemen. Sebab, saat ini hanya KPK yang masih dipercaya publik sebagai lembaga yang mampu membersihkan korupsi. Pun, dia berharap dukungan yang diberikan itu bisa meningkatkan upaya membangun pemerintahan yang lebih bersih. ”Walaupun berat tantangannya, berat ujiannya, berat masalahnya, kita tidak boleh surut,” tegasnya. (tyo/c10/oni)

Read Previous

Jokowi Diminta Ngantor di Papua

Read Next

KPPN Singkawang Menuju WBBM

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *