Ujaran Kebencian, Pengguna Medsos Dipolisikan

Muhammad Hakiki, Ketua Umum HMI Cabang Pontianak

Di saat semua orang tengah berduka atas musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182, salah seorang pengguna akun media sosial, malah tak memperlihatkan rasa keprihatinan.

Akun Tiktok dengan nama Novianifitri180, membuat pernyataan dengan mengatakan, jika salah satu penumpang yang menjadi korban kecelakaan adalah pembenci Basuki Cahya Purnama atau Ahok.

Pernyataan wanita berambut panjang itu dianggap telah menghina mantan Ketua Umum Pengurus Besar HMI, Mulyadi P Thamsir, yang menjadi satu dari 62 penumpang yang menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 pada, Sabtu 9 Januari lalu.

Ketua Umum HMI Cabang Pontianak, Muhammad Hakiki, menyatakan, HMI Cabang Pontianak bersama Badan Kordinasi HMI Kalimantan Barat melaporkan akun tiktok atas nama  Novianifitri180 atas dugaan tindakan dengan konten penghinaan dan pencemaran nama baik ken Polda Kalbar, pada Rabu 13 Januari.

Hakiki menilai, akun tiktok @Novianifitri180 telah melukai perasaan seluruh Keluarga Besar HMI Se-Indonesia. Karena konten yang dibuat diduga memenuhi penghinaan dan pencemaran nama baik.

Hakiki menjelaskan, merujuk Undang undang ITE pasal 27 Ayat 3 yang berbunyi, setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau dokumen elektronik yang dimiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik. Maka unsur penghinaan dan pencemaran nama baik yang terkandung dalam konten tersebut telah terpenuhi.

“Sasaran konten yang dibuat oleh Novianifitri180 adalah kanda Mulyadi P Tamsir selaku ketua umum PB HMI,” ucap Hakiki.

Setelah melihat, mendengar dan mencermati, lanjut Hakiki, maka ia bersama Sekum BADKO dan Direktur LKBHMI Cabang Pontianak didampingi kuasa hukum dari LBH YAKUSA telah resmi membuat laporan ke Polda Kalbar.

“Dalam penghinaan ini dua kelompok yang dirugikan. Pertama pihak keluarga kedua seluruh kader HMI Se-Indonesia. Oleh karena itu, Sangat pantas kami HMI Cabang Pontianak untuk mengambil sikap dengan tegas,” tutur Hakiki.

Hakiki berharap, dengan dilaporkannya akun tersebut proses hukum dapat berjalan dan tentunya dapat menjadi pelajaran bagi siapapun agar lebih mengedepankan aspek kemanusiaan disaat musibah dari pada melakukan penghinaan. (adg)

error: Content is protected !!