Uji Coba Pelabuhan Kijing Ekspor CPO ke India

UJI COBA : Kepala KPP Bea Cukai, Achmat Wahyudi (kanan) saat memantau uji coba ekspor di Pelabuhan Internasional Kijing, beberapa waktu yang lalu. ISTIMEWA

PONTIANAK – Pelabuhan Internasional Kijing yang berlokasi di Kabupaten Mempawah telah melakukan uji coba ekspor sebanyak dua kali sejak akhir Agustus 2020. Kepala KPP Bea Cukai Pontianak, Achmat Wahyudi mengatakan, sudah dua perusahaan yang melakukan ekspor komoditas minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) melalui pelabuhan internasional tersebut. Tujuan negaranya sama, yakni India.

“Pertama oleh PT Wawasan Kebun Nusantara pada 30 Agustus 2020 tujuan ke India, dengan volume CPO mencapai 5000,” ungkap dia, kemarin.

Sementara perusahaan kedua yang melakukan ujicoba, kata dia, yakni PT Energi Unggul Persada dengan volume ekspor CPO mencapai 16 ribu ton tujuan ke India pada 27 September 2020. Dengan begitu, total ada 21 Ribu ton CPO yang diekspor melalui pelabuhan tersebut.

Meski begitu, pihaknya tak mengambil bea keluar lantaran harga CPO masih di bawah standar referensi USD750 per mt. Sebagaimama diketahui, penetapan berkenaan dengan bea keluar ini tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 01 Tahun 2020 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang Dikenakan Bea Keluar.

“Harga CPO saat itu memang naik, tetapi masih di bawah sandar referensi. Harganya saat itu USD725 per mt, jadi bea keluar tidak masuk,” kata dia.

Pelabuhan Internasional Kijing menurutnya mendapatkan perhatian khusus dari Dirjen Bea dan Cukai. Karena itulah, meski masih dalam masa uji coba, pihaknya terus mendorong kemudahan pelayanan di pelabuhan itu, termasuk berbagai pengawasan juga diperketat. Saat ini pihaknya juga tengah mengkaji apakah perlu untuk dibangun KPPBC di Mempawah guna memudahkan proses pelayanan jika pelabuhan tersebut beroperasi secara penuh. (sti)

error: Content is protected !!