Uji Coba  Terapkan Digitalisasi Dokumen Kesehatan di Bandara Supadio

SUNGAI  RAYA – General Executive Manager Bandara Internasional Bandara Supadio, Akbar Putra Mardhika mengatakan terkait penerapan digitalisasi dokumen kesehatan di Bandara mengacu pada Surat Edaran Menteri Kesehatan nomor 847.

Kata Akbar, di daalam surat edaran itu mewajibkan setiap pelaku perjalanan udara melakukan atau mengunduh aplikasi peduli lindungi yang sudah terkoneksi dengan hasil pemeriksaan PCR maupun antigen pada laboratorium kesehatan yang sudah terdaftar berdasarkan surat edaran menteri kesehatan.

“Jadi berdasarakan surat edararan menteri kesehatan ada 742 laboratorium kesehatan yang terkoneksi dengan sistem NAR, yang merupakan sistem nasional yang terkoneksi dengan sistem Kementerian Kesehatan sehingga dipastikan tidak ada pemalsuan. Jadi tujuan pemberlakukan surat edaran menteri kesehatan ini adalah mengindari adanya pemalsuan terkait dengan dokumen pemeriksaan kesehatan. Dalam hal ini test Covid-19,” papar Akbar Putra Mardhika kepada wartawan, Rabu (21/7) siang di Ruang OIC Bandara Internasional Supadio.

Terlebih belum lama ini lanjutnya diketahui ada beberapa kejadian, ada oknum penumpang yang hasil tes PCR dan antigennya serting dipalsukan sehingga untuk menghindari hal tersebut dibuattlah sistem digitalisasi yang terkoneksi secara nasional pada742 laboratoriuum kesehatan di seluruh Indonesia.

“Jadi kami mengharapkan bagi para penumpang sebelum berangkat bisa memeriksakan diri melalui lab-lab yang sudah terdaftar di Kementerian Kesehatan,” ujarnya.

Untuk penerapan kebijakan  tersebut lanjutnya, dalam dua pekan terakhir sudah diujicoba di Jakarta dan Bali.

Diharapkan kata Akbar, 17 bandara lainnya juga bisa segera melakukakn uji coba terkait kebijakan penerapan digitalisasi dokumen kesehatan di Bandara mengacu pada Surat Edaran Menteri Kesehatan nomor 847.

“Renacananya untuk Bandara di Lingkungan PT. Angkasa Pura II akan diujicobakan sampai dengan akhir Juli yakni 31 Juli. Selanjutnya nanti kami akan berkoordinasi dengan stakeholder terkait seperti Kantor Kesehatan pelabuhan, Dinas Kesehatan provinsi maupun kabupaten/kota dan stakeholder lainnya nanti akan diimpelementasikan secara masif awal bulan depan, 1 AGustus. Tapi masa ujicobanya ini berjalan sampai dengan 31 Juli mendatang,” ungkapnya.

Masa uji coba implementasi penerapan digitalisasi dokumen kesehatan di Bandara hingga 31 Juli tersebut kata Akbar dilakuakn untuk mematangkan dan memastikan semua lab kesehatan yang telah terdaftar di Kementeriann Kesehatan sudah menginput juga hasil-hasil tes yang dilakukan masyarakat atau penumpang yang akan berangkat melalui pintu bandara, sehingga hasilnya sudah terkoneksi dengan aplikasi peduli lindungi.

“Bandara supadio sendiri belum melakukan implementasi tapi sifatnya masih uji coba. Jadi nanti mulai 1 Agutus baru akan kami terapkan secara menyeluruh dengan berkoordinasi dengan stakeholder terkait,” pungkasnya. (ash)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!