Ukhuwah Ilahiyah

opini pontianak post

ilustrasi opini

Oleh: Syarif

Konflik di antara manusia terjadi sepanjang sejarah. Terjadi di beberapa penjuru dunia. Perang Israel-Palestina, Afganistan. Di Indonesia bagian timur, baru-baru ini di Papua. Banyak pula konflik horizontal manusia atas nama agama. Pada saat agama hanya diatasnamakan dan pada saat konsep yang digagas manusia tidak menghasilkan kedamaian, peran pemahaman agama yang utuh dan benar menjadi sangat urgen dibutuhkan. Apa itu mungkin?

Sebagai rujukan, Muhammad Saw dirasulkan dengan Tubuh kenabiannya, bangsa Arab penuh konflik bahkan nyaris tidak ada penghargaan kepada eksistensi sesama manusia. Saat itu yang kaya disanjung, yang kuat berkuasa, yang miskin diinjak, dan perempuan tiada harganya. Sejarah menuturkan bahwa dalam masa kurang-lebih 23 tahun konflik dan kebiadaban itu bisa terkikis. Mereka menjadi sosok pribadi-pribadi dan kelompok yang damai dan saling meninggikan derajat, saling menghormati, dan saling menyayangi.

Read Previous

Festival Kayaan Mendalam

Read Next

Rampungkan Dua Pembangkit dan Enam Gardu Induk

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *