Unas Resmi Dibatalkan

TANPA UNAS: Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang digelar salah satu sekolah menengah pertama di Kabupaten Kapuas Hulu pada 2019 lalu. Tahun ini, kelulusan siswa tak lagi ditentukan melalui Unas. PAGE FACEBOOK KARYA BUDI

PUTUSSIBAU – Wabah pendemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) memengaruhi banyak kebijakan pemerintah, salah satunya pembatalan Ujian Nasional (Unas) yang seyogianya dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi memastikan Unas 2020 dibatalkan pemerintah, sehingga bukan lagi menjadi dasar kelulusan siswa.

“Keikutsertaan UN (Unas) tidak lagi menjadi syarat kelulusan atau seleksi untuk masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Hal ini juga sudah diampaikan ke sekolah-sekolah di Kapuas Hulu, lewat Surat Edaran Disdikbud-KH pada 26 Maret lalu,” ungkap Kusnadi, belum lama ini.

Berdasarkan Surat Edaran tersebut, kata Kusnadi, ujian sekolah adalah salah satu unsur untuk menentukan kelulusan. Ujian sekolah tersebut, menurut dia, dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya.

“Ujian sekolah dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh,” jelasnya.

Oleh karenanya, bagi sekolah yang sudah melaksanakan ujian sekolah, kata Kusnadi, dapat menjadikan nilai tersebut untuk menetukan kelulusan siswa. Sedangkan bagi sekolah yang belum melaksanakannya, dia menambahkan bahwa ada ketentuan yang berlaku.

“Untuk kelulusan SD ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir seperti kelas IV, V, dan kelas VI semester gasal. Nilai semester genap kelas VI dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan. Untuk SMP juga ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir. Nilai semester genap kelas IX dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan,” papar Kusnadi.

Sedangkan terkait dengan kenaikan kelas, lanjut Kusnadi, tetap mengacu pada ujian akhir semester, meski tidak boleh mengumpulkan siswa. Ujian akhir semester untuk kenaikan kelas, menurut dia, dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya.

“Ujian semester akhir ini juga dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna, dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh,” pungkas Kusnadi. (dRe)

Read Previous

Eks Kantor PT. BSM jadi Tempat Karantina

Read Next

Cegah Malaria hingga DBD, Pemda Salurkan Kelambu untuk Warga Selalong