Ungkap Penggelapan Aset PT. Terus Maju Bersama
Raymondus Apresiasi Kinerja Polisi

Raymondus Loin

PONTIANAK– Pengacara Raymondus Loin mengapresiasi kinerja Kepolisian Resort Kota Pontianak (Polresta Pontianak) dalam mengungkap kasus dugaan penipuan dan penggelapan asset senilai milyar rupiah milik PT. Terus Maju Bersama, yang dilakukan oleh mantan direktur perusahaan tersebut.

Kasus dugaan penipuan dan penggelapan tersebut telah dilaporkan oleh Yulius Aho ke Polresta Pontianak pada 23 Januari 2021. Pada laporan itu, Yulius Aho melaporkan Ed, mantan Direktur PT. Terus Maju Bersama karena diduga tidak menyerahkan dokumen barang inventaris dan keuangan milik perusahaan.

“Jadi dalam perkara ini, klien kami, Yulius Aho selaku orang yang mendapat kuasa dari PT. Terus Maju Bersama untuk melaporkan mantan Direktur PT. Terus Maju Bersama yang telah mengundurkan diri secara resmi, namun belum menyerahkan dokumen inventaris dan keuangan milik perusahaan kepada direktur aktif,” kata Raymondus Loin, kepada Pontianak Post.

Dari situ, lanjut Raymundus, kliennya Yulius Aho memberikan kuasa kepada dirinya untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

“Pada 17 Maret 2021, Yulius Aho memberikan kuasa kepada kami, untuk memfollow up laporan itu,” terangnya.

Sejak itu, kata Raymundus, beradasarkan koordinasi dan diskusi dengan pihak penyidik, dilakukan penyidikan kembali dan menemukan bukti sesuai pasal yang disangkakan. Maka terpenuhi unsur perbuatan yang dilakukan terlapor.

“Berdasarkan informasi dari kepolisian, tanggal 8 April 2021 kemarin, terlapor dipanggil dan periksa, serta ditetapkan sebagai Tersangka dan tanggal 9 April, yang bersangkutan secara resmi ditahan di Rutan Polresta Pontianak kota, kota Pontianak,” bebernya.

Untuk itu, lanjut Raymundus, pihaknya mengapresiasi kepada Polresta Pontianak yang telah melakukan pemeriksaan secara professional dan sesuai prosedur.

“Kami sangat mendukung tindakan yang telah diambil oleh pihak kepolisian, terlapor telah diamankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Apakah nanti dia bersalah atau tidak, itu urusan di pengadilan. Yang penting dalam hal ini, kami memberikan dukungan penuh dan mengucapkan terima kasih kepada Kasat Reskrim dan jajarannya, karena sudah melaksanakan tugas sesuai prosedur dan/atau berdasarkan ketentuan perundang undangan yang berlaku,” jelasnya.

Menurut Raymundus, dengan adanya dua alat bukti yang cukup, sesuai ketentuan Pasal 184 KUHAP, maka tindakan yang dilakukan oleh polisi sudah tepat untuk melakukan penahanan.

Untuk selanjutnya, kata dia, terbukti bersalah atau tidaknya, ia percayakan sepenuhnya kepada pengadilan. Karena ada mekanismenya sesua hukum acara untuk membuktikan unsur-unsur delic pidananya.

“Untuk saat ini, paling tidak, pihak kepolisian sudah melakukan langkah yang paling tepat. Karena selama ini terlapor belum memberikan pertanggungjawaban. dan kami khawatir ini akan berdampak pada pelaporan pajak. Karena menurut informasi, ada dugaan menyamarkan transaksi-transaksi yang tidak trasnparan,” bebernya. (arf)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!