Upaya Menciptakan P3A yang Berkompetensi Handal

ARAHAN: Wakil Bupati Kayong Utara Effendi Ahmad saat memberikan arahan pada peserta Pelatihan Pemberdayaan P3A di Istana Rakyat, Jumat (13/9) lalu. HUMASKAB FOR PONTIANAK POST

Pelatihan Pemberdayaan P3A Kabupaten Kayong Utara

Sebanyak 45 peserta yang terdiri dari sembilan unsur OPD Kayong Utara, enam kepala desa sasaran IPDMIP, 30 pengurus inti Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Kayong Utara, plus seorang konsultan IPDMIP, menjadi peserta Pelatihan Pemberdayaan P3A Kabupaten Kayong Utara Tahun 2019 di Istana Rakyat, Jumat (13/9). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kayong Utara ini juga dihadiri oleh Konsultan Institusional Sratening Agricultur Irigation (ISAS) Provinsi Kalbar sekaligus sebagai narasumber.

 

WAKIL Bupati (Wabup) Kayong Utara Effendi Ahmad, saat membuka secara resmi kegiatan tersebut, memberikan apresiasi kepada penyelenggara kegiatan. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada para narasumber, yang telah berkenan untuk memberikan ilmunya kepada peserta Pelatihan P3A.

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Kayong Utara memberikan apresiasi kepada penyelenggara kegiatan yang telah menyelenggarakan kegiatan Pelatihan P3A pada hari ini (kemarin, Red) dan saya mengucapkan terima kasih kepada para narasumber yang telah berkenan untuk hadir serta memberikan ilmunya kepada para peserta Pelatihan P3A yang ada di Kayong Utara ini,” ucap mantan anggota DPRD Kayong Utara tersebut.

Effendi juga menerangkan bahwa P3A ini adalah kelembagaan yang ditumbuhkan oleh petani, yang mendapat manfaat secara langsung dari pengelolaan air pada jaringan irigasi, air permukiman, embung atau dam parit, dan air tanah. Harapan dia, para petani yang ada di Kayong Utara harus mengetahui cara pengolahan air tersebut.

Wabup berharap kepada para peserta P3A agar mengikuti kegiatan ini dengan serius. “Dengan diadakannya kegiatan ini, saya berharap kepada seluruh peserta pelatihan P3A, agar bisa mengikuti kegiatan ini dengan serius, supaya mereka bisa menerima dan memahami materi yang disampaikan oleh narasumber, sehingga ilmu yang didapat bisa diimplementasikan ke masyarakat secara langsung,” pesannya.

Kemudian dalam hal ini Wabup mengatakan bahwa pelatihan P3A mutlak harus dilakukan, agar secara organisasi P3A mempunyai kompetensi yang handal, baik dalam aspek pertanian, aspek irigasi, serta aspek administrasi dan pengembangan usaha secara mandiri. Dengan demikian, harapan dia agar P3A mampu menjalankan peran dan fungsinya dengan baik dalam pengelolaan air irigasi. (dan/humas)

Read Previous

Bangun Jalan Utama, Jembatan dan Rabat Beton

Read Next

Enam Lokal Kelas SD Negeri 12 Pemangkat Ludes Terbakar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *