UPT Bahasa Polnep Gelar The 1st ICLESS

FOTO BERSAMA: Direktur Polnep dan panitia foto bersama pembicara, peserta, dan undangan disela kegiatan.  

Kolaborasi Enam Negara di Pontianak

UPT BAHASA Politeknik Negeri Pontianak menggelar The 1st International Conference on Language, Education, and Social Sciences (ICLESS) di Hotel Orchardz Perdana, 19-20 November 2019.

Direktur Polnep, Ir HM Toasin Asha MSi menyampaikan, simposium / konvensi internasional tersebut yang kedua kali digelar Polnep. Pertama oleh Jurusan Teknik Elektro, saat ini oleh UPT Bahasa. “Saya kira cukup baik, peserta dari beberapa negara. Keynote speaker dari luar dan dalam negeri, saya rasa acara ini cukup sukses,” ujarnya.

Kegiatan tersebut menjadi ajang untuk saling mengkomunikasikan pengalaman dari tiap negara, terkait tren pembelajaran bahasa inggris dan ilmu sosial.

“Zaman ke depan, kalau kita tidak pintar melakukan inovasi dalam berbagai bentuk proses pembelajaran, bisa-bisa mahasiswa yang kita ajar semakin tidak paham. Ini karena beda zaman. Simposium kemarin cukup memiliki arti penting. Semoga resume hasil simposium dapat ditindaklanjuti oleh lembaga,” jelas Toasin.

Sementara itu, ketua panitia kegiatan Muhammad Ali SPd MEIL menyampaikan, ICLESS dilatarbelakangi ide UPT Bahasa Polnep sebagai tempat pengembangan dan penelitian bahasa dosen. Mereka ingin menggelar konvensi internasional terkait pengembangan penelitian inovasi bidang bahasa, komunikasi, dan ilmu sosial.

“UPT Bahasa berupaya menjadi pendorong bagi unit lain untuk melakukan hal serupa, secara internasional bisa dikenal pihak luar. Ini juga bagian dari proses meng-internasional-isasi Polnep,” katanya.

Dalam pelaksanaannya UPT Bahasa Polnep bekerjasama dengan University of Lille (Prancis), Bunkyo Gakuin University (Jepang), Nanyang Technological University (Singpura), Curtin University (Australia), University College of Technology and Science (Malaysia), Management and Science University (Malaysia), dan Univesitas Tanjungpura (Indonesia).

“Kegiatan ini diisi delapan keynote speaker dari enam negara berbeda. Serta lima invited speaker dari Polnep dan Untan,” ujarnya.

Ali menambahkan, kegiatan juga diisi sesi paralel yang menghadirkan 34 presenter dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Bali, Toraja, Palu, Samarinda, dan Banjarmasin. Lalu, sembilan presenter dari Malaysia.

“Mereka secara paralel mempresentasikan paper masing-masing,” katanya.

Menurutnya, kegiatan tersebut sangat didukung Pemerintah Kota Pontianak. Tetapi, Wali Kota Pontianak kebetuhan berhalangan hadir dan diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan. “Sebagai bentuk keramahtamahan, seluruh peserta dan pembicara dari berbagai negara dijamu gala dinner di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Pontianak,” tutupnya. (ser)

 

loading...