Urusan Panjang karena Utang

HAL-hal yang terkait utang piutang memang menyebalkan baik sebagai orang yang meminjamkan uang apalagi bagi yang meminjam, huhu. Tapi gimana kalau yang bersangkutan itu teman kita sendiri? Kalau teman dekat sih bisa blak-blakan aja nagihnya, tapi kalau teman yang nggak dekat banget? Mau ditagih nggak enak, nggak ditagih tapi butuh, gimana dong?

Kalau Sobat Z gimana? Tim yang suka ngutang atau yang nggak enak buat nolak permintaan teman yang mau pinjam uang? Kalau kamu termasuk tim yang kerap kali ngutang sama teman, tetap jaga kepercayaan dia, ya. Alias ketika meminjam uang, kita harus sadar diri dan ingat kalau uang tersebut mungkin saja dibutuhkan sama doi. Jadi pastikan kita mengganti uangnya tepat waktu atau bahkan segera sebelum terpakai untuk keinginan yang lain.

“Kalau dulu itu temanku membayar utangnya dengan cara mencicil, jadi per hari dibayar Rp1000. Setiap hari saya selalu menagih dan dia beralasan kalau orang tua belum kasi duit. Sampai 3 bulan sampai nggak dibayar akhirnya lapor ke guru dan berakhir dia kena omelin sampai rapornya mau ditahan. Akhirnya dibayar mamanya dilebihkan Rp10.000 dari yang seharusnya Rp34.000 jadi Rp44.000,” cerita Salma soal uang yang dipinjam temannya.

Urusan uang apalagi utang memang bisa meretakkan hubungan pertemanan, ya? Sobat Z nggak mau kan kayak temannya Salma yang sampai mau ditahan rapornya hanya karena utang yang belum dibayar. Jadi panjang kan urusannya kalau sampai ke pihak lain. Eh, tapi cerita Salma belum selesai, ternyata temannya yang berutang ini nggak hanya pernah pinjam uang sama Salma tetapi juga dengan yang lain.

Lain Salma, lain pula cerita Dewo yang pernah ditagih utang sama temannya. Usut punya usut, ternyata itu bukan utang yang disepakati tetapi utang dadakan. Jadi Dewo ini nggak berniat berutang sebenarnya, tapi malah dianggap utang sama temannya. Nah loh.

“Ceritanya waktu itu aku lagi makan di salah satu restoran sama teman, kami tiga orang dan salah satu teman sebut saja X bilang kalau mamanya mau nyusul ke situ buat join. Nggak lama mamanya datang dan kami makan sama-sama, pas mau pulang dibayarin sama mamanya X ini. Eh, beberapa hari setelah itu, X tiba-tiba nagih uang buat bayar makanan kemarin padahal kita kirain itu ditraktir ternyata diitung sebagai utang,” ungkap cowok yang gemar fotografi ini.

Nggak hanya berhenti sampai di situ, soal utang ini bisa jadi cerita panjang, terakhir dari Nandari. Sang bendahara kelas ini bahkan terpaksa harus melibatkan orang lain dalam urusan uang yang ia pinjamkan kepada Y, sebut saja begitu. Urusan pengembalian yang berbelit-belit membuat ia dan Y sempat emosi tetapi akhirnya tetap dikembalikan.

“Si Y ini pinjam uang Rp50.000 ke aku, tapi udah ditagih nggak dikembalikan akhirnya aku bilang aja itu uang kas yang mau dipakai acara bbq-an sekelas. Ia bilang udah kembalikan ke ketua kelas tapi pas ditagih ketua kelas kita bilang nggak ada. Akhirnya ia ngantar uang ke rumah, eh nggak lama setelah itu Y pinjam lagi tapi langsung dikembalikan lusanya,” tutur Nandari.

Nah, Sobat Z sebaiknya kalau tidak mendesak mending jangan pinjam uang deh karena bakalan panjang urusannya. Sobat Z bisa loh membiasakan diri menabung untuk keperluan yang tak terduga daripada harus minjam ke orang lain apalagi teman sendiri, ya nggak? (mya)

loading...