Usai Diperiksa, HMU Dirawat di RS

DIPERIKSA: Ketua DPRD Ketapang, Hadi Mulyono Upas (kiri) usai memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Negeri Ketapang, Selasa (20/8). AHMAD SOFIE/PONTIANAK POST

Tak Jadi Ditahan Kejaksaan

KETAPANG – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ketapang, Hadi Mulyono Upas (HMU), memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Negeri Ketapang setelah ditetapkan sebagai tersangka. HMU datang ke Kejari sekitar pukul 11.00 WIB. Kedatangannya didampingi istri, putra serta ajudannya.

Tidak begitu lama menunggu di ruang tunggu, HMU masuk ke ruang penyidik untuk menajalani pemeriksaan lanjutan. Sementara itu, awak media menunggu di luar Gedung Kejari untuk menunggu hasil pemeriksaan.
Pemeriksaan berlangsung sekitar empat jam. Pada pukul 15.00 WIB, HMU didampingi istri dan jaksa keluar dari ruang pemeriksaan menuju sebuah mobil hitam milik kejaksaan. HMU dibawa ke RSUD dr Agoesdjam Ketapang untuk menjalani pemeriksaan kesehatan guna melengkapi syarat penahanan tersangka.

Proses pemeriksaan terhadap HMU berlangsung sekitar dua setengah jam, mulai dari pukul 15.30 WIB sampai dengan 18.00 WIB. Hasilnya, HMU harus dirawat inap di rumah sakit tersebut karena mengalami gangguan kesehatan pada jantung dan paru-paru.

Kepala Kejari Ketapang, Dharmabella Tymbazs, melalui Kasi Intel, Agus mengatakan pemeriksaan terhadap HMU merupakan pemeriksaan pertama setelah ditetapkan sebagai tersangka. “Ini pemanggilan kedua. Pemanggilan pertama tidak hadir karena sedang sakit dan dirawat di rumah sakit di Semarang,” kata Agus, kemarin (20/8) sore.
Ia menjelaskan, setelah pemeriksaan tersebut sedianya HMU akan langsung ditahan. Namun sebelum ditahan, pihaknya ingin memastikan terlebih dahulu bahwa kondisi tersangka dalam keadaan sehat. “Makanya kita periksakan ke rumah sakit untuk mengetahui kondisinya sehat atau tidak,” jelasnya.

Dia mengaku, sebagian hasil pemeriksaan kesehatan terhadap HMU sudah keluar. Pada hasil check up tersebut, beberapa organ dinyatakan sehat. Namun, khusus hasil pemeriksaan terhadap jantung dan paru-paru yang kabarnya terdapat masalah masih belum keluar. “Pengakuan yang bersangkutan memang mengalami gangguan pada jantung. Tapi hasilnya masih kita tunggu dari pemeriksaan dokter,” ungkapnya.

Sekitar pukul 18.00 WIB, HMU dinyatakan harus menjalani rawat inap di RSUD dr Agoesdjam Ketapang. Sementara terkait status penahanan, Agus belum memberikan keterangan kepada awak media.
Terkait klaim HMU yang menganggap bahwa penetapan dirinya sebagai tersangka adalah prematur, Agus membantah dengan keras. Menurutnya, penetapan HMU sebagai tersangka sudah memenuhi prosedur yaitu minimal memiliki dua alat bukti. “Intinya dua alat bukti sudah cukup, jadi tidak prematur,” paparnya.

Agus juga menambahkan, penetapan tersangka di saat HMU sedang dirawat di rumah sakit juga tidak melanggar aturan. “Penetapan tersangka tidak mengacu kepada orang itu sedang sakit atau tidak. Jika sudah memenuhi minimal dua alat bukti maka status saksi bisa dinaikkan ke tersangka. Intinya penetapan tersangka ini sudah sesuai dengan proses hukum yang berlaku,” paparnya. (afi)

Read Previous

Manokwari Kondusif, Sorong Memanas

Read Next

Hilang Tiga Poin Gara-Gara Hal Tak Penting

Most Popular