Usulkan RS Perbatasan Bertaraf Internasional

KUNJUNGAN: Anggota DPR RI Alifuddin saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Singkawang. Istimewa

SINGKAWANG–Sebuah gagasan untuk mendirikan rumah sakit perbatasan terlengkap sebagai upaya menangkal agar warga perbatasan tak berobat ke negeri jiran menjadi topik pembicaraan dalam kunjungan kerja anggota DPR RI Alifuddin ke Kota Singkawang, Kamis (9/1) kemarin. Ide rumah sakit perbatasan terlontar dari Wakil Wali Kota Singkawang Irwan saat pertemuan di kantor Wali Kota Singkawang beserta jajaran. “Kita harus menyangga masyarakat Kalbar tidak berobat ke Kuching. Salah satunya perlu dibuat rumah sakit perbatasan, kita sambut baik ide ini,” ungkap anggota DPR RI Alifuddin.

Politisi PKS ini mengatakan dirinya siap memperjuangkan aspirasi ini, bagaimanapun pihaknya tak melihat siapa atau partai apa yang jelas ini merupakan aspirasi ini sebagai orang yang diberi amanah dari masyarakat. “Kita siap dan tugas kami memperjuangkan, aspirasi ini demi masyarakat,” ungkap pria berkacamata ini yang masuk Tim Pengawas kesehatan Perbatasan Indonesia ini. Apalagi, kata dia, rencananya akan ada Bandara di Singkawang ini tentu akan mempermudah mobilitas masyarakat. “Jadi kita harapkan masyarakat berobat ke rumah sakit kita bukan ke luar,” harapnya.

Tentunya, kata dia, hal ini perlu ditindaklanjuti. Misalkan Singkawang bisa jadi menjadi tempat dimana rumah sakit perbatasan ini karena dekat dengan wilayah lainya yang dekat perbatasan seperti Mempawah, Sambas, Bengkayang. “Silakan nanti ajukan proposalnya, bagaimana nantinya akan kita sampaikan dan perjuangkan aspirasi ini,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Singkawang Irwan mengapresiasi kedatangan anggota Komisi IX yang membidangi Kesehatan dan Ketenagakerjaan, BPJS ini. Dalam pertemuan tersebut, kata Irwan, sempat membahasa terkait pelayanan dasar. Salah satunya kesehatan mulai persoalan BPJS hingga kapasitas rumah sakit.

“Bicara rumah sakit ini kedepan harus dilakukan renovasi, dibangun tempat lebih luas lebih, membutuhkan banyak lagi sarana dan prasarana guna mengatasi banyaknya pasien yang masuk dan optimalisasi layanan kesehatan itu sendiri,” katanya.

Makanya, kata Irwan, melalui kedatangan Pak Alifuddin yang sekaligus pengawasan kesehatan daerah perbatasan untuk mengusulkan rumah sakit perbatasan yang bertaraf internasional. Hal ini guna mewujudkan harapan masyarakat akan sebuah layanan kesehatan yang representatif dengan kualitas layanan memuaskan.

“Makanya saya bilang tadik, kalau Kuching kita makan ikan, kalau Kuching (kota,red) makan orang artinya banyak orang ke negeri jiran untuk berobat, dan ini harus kita tantangan mengapa tidak kita buat seperti itu,” ungkapnya.

Makanya ia berharap semoga ada keinginan bersama baik  kepala daerah Singkawang, Sambas, Bengkayang, Mempawah dapat medirikan rumah sakit bertaraf internasional guna menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat di Perbatasan ini. “Kalau Singkawang kita  kita siap,  akan kita coba ini, dan pak Alifuddin sudah memberikan sinyal, tentu ada mekanisme anggaran yang perlu dilakukan menindaklanjuti hal ini dan jangan terlambat karena pak Alifuddin ini adalah satu satunya orang Kalimantan yang duduk di komisi IX ini, mengapa tidak kita maksimalkan peran beliau karena beliua adalah salah satu perwakilan kita di Senayan,” ungkapnya. (har)

Read Previous

Anggota DPR RI Dorong Pemekaran Ketapang

Read Next

Tahapan Pilkada Belum Dipahami

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *