Vaksin Tiba di Landak Februari, Tahap Pertama Prioritas Nakes

NGABANG – Vaksin Covid-19 akan tiba di Kabupaten Landak pada Februari 2021 mendatang. Selanjutnya, vaksin akan disuntikkan kepada tenaga kesehatan yang ada di wilayah tersebut.

“Bulan Februari ini, vaksin Sinovac sudah tiba di Kabupaten Landak,” kata Kepala Dinas Kesehatan Landak Subanri kepada Pontianak Post, Rabu (13/1).

Ia mengatakan, Kabupaten Landak masuk ke dalam termin kedua dalam tahap pertama distribusi vaksin Sinovac. Sementara pada termin pertama telah distribusikan ke Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya dan Mempawah pada Rabu (13/1).

Tahap pertama vaksinasi ini, kata dia dilaksanakan selama Januari dan februari 2021. Tahap kedua, dilaksanakan pada Maret dan April. Selanjutnya tahap ketiga dan keempat dilaksanakan pada rentang waktu yang sama, yakni pada April hingga Maret 2022.

“Rentang waktu cukup panjang. Kita sabar dulu. Kita sedang giat-giatnya melaksanakan sosialisasi tentang vaksinasi di Landak,” katanya.

Ia menjelaskan, pada tahap pertama ini pihaknya memprioritaskan kepada mereka yang sangat berisiko terhadap penularan Covid-19, yakni tenaga kesehatan (Nakes). Pada tahap pertama ini akan ada 1379 Nakes yang divaksin.

Jumlah itu, masih akan terus bertambah sebab pendaftaran masih berjalan. Dari jumlah tersebut juga tidak seluruhnya bisa divaksinasi sebab ada kriteria yang menyebabkan orang tersebut tidak bisa divaksin.

“Kriteria eksklusif misalnya pernah terpapar Covid-19, ada penyakit komorbid sehingga tidak bisa divaksin,” jelas Subanri.

Kini pun pihaknya terus gencar mensosialisasikan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya vaksin bagi pengendalian penyebaran Covid-19. Ia berharap masyarakat percaya kepada pemerintah terkait keamanan vaksin.

Masyarakat sebaiknya mematuhi vaksinasi itu karena tujuan pemerintah itu baik. Setiap harinya Dinas Kesehatan bekerja sama dengan instansi terkait untuk melaksanakan sosialisasi, di tingkat kecamatan bersama dengan Puskesmas.

“Ini kita lakukan setiap hari supaya masyarakat tahu bahwa vaksinasi itu sangat penting,” ujarnya.

Ia pun berharap semua masyarakat yang sudah terdaftar di aplikasi tersebut dapat melaksanakan vaksinasi. “Harapannya (masyarakat) sebanyak mungkin divaksin sesuai dengan target atau yang sudah terdaftar di sistem aplikasi untuk mendapatkan vaksinasi,” ucap Subanri.

Selain itu, pihaknya melalui puskesmas akan terus memonitor aplikasi P-Care, aplikasi tersebut berisikan undangan kepada nakes yang telah ditentukan tempat dan waktu vaksinasi. Dari proses pendaftaran di aplikasi pedulilindungi.id, sudah disediakan pendaftaran mandiri.

“Semua yang akan divaksinasi sudah masuk ke P-Care, (penerima vaksin) di aplikasi ini sudah jelas. Kemarin (Selasa, red) kita sudah menyelenggarakan sosialisasi tingkat kabupaten yang dihadiri oleh Bupati beserta forkopimda di Kabupaten Landak,” ujarnya.

Ditanya mengenai adanya sanksi apabila ada masyarakat yang tak mau divaksin, ia mengatakan akan mengikuti aturan dari pusat. “Kalau kita memang ada regulasi dari pusat tentang sanksi, kita tetap mengikuti dari pusat,” pungkasnya (mif)

error: Content is protected !!