Vaksinasi di Kalbar Dimulai, Tahap Pertama Tiga Daerah

LEPAS : Gubernur Kalbar Sutarmidji bersama jajaran Forkopimda Kalbar melepas distribusi vaksin Covid-19 di Dinas Kesehatan Kalbar, Rabu (13/1) pagi. IDIL AQSA AKBARY/PONTIANAK POST

PONTIANAK –  Vaksinasi Covid-19 tahap pertama di Kalimantan Barat mulai dilaksanakan hari ini, Kamis (14/1). Tahap pertama ini baru tiga daerah yang bisa melaksanakan vaksinasi yakni Pontianak, Kubu Raya dan Mempawah.

Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson menjelaskan, vaksinasi sudah bisa dimulai karena sudah dikeluarkannya izin penggunaan dalam keadaan darurat terhadap vaksin Sinovac Covid-19 oleh BPOM. Selain itu juga sudah ada fatwa MUI yang menyatakan vaksin tersebut halal dan suci.

Tahap pertama vaksinasi dengan sasaran nakes di Kalbar, menurut Harisson bakal dibagi menjadi dua termin. Itu karena memperhitungan jumlah ketersediaan vaksin yang dialokasikan ke Kalbar. Termin pertama vaksin didistribusikan ke tiga kabupaten/kota terlebih dahulu. Yakni Pontianak, Kubu Raya dan Mempawah.

Untuk jumlah alokasi vaksin di tiga daerah tersebut, Pontianak mendapat 10.400 dosis atau vial vaksin dengan sasaran 5.032 orang nakes. Jumlah vaksin dua kali lipat karena setiap orang akan mendapat dua kali vaksinasi. Dalam satu kali vaksinasi diperlukan jarak sekitar 14 hari.

Sementara untuk Kubu Raya ada sebanyak 1.726 orang nakes atau mendapat alokasi 3.480 vial vaksin. Sedangkan di Mempawah ada sebanyak 981 nakes dengan jumlah vaksin yang didistribusikan sebanyak 2.000 vial. Selain itu Pemprov Kalbar harus tetap mencadangkan vaksin di Dinas Kesehatan Kalbar, yakni sebanyak 2.480 vial. Dengan demikian jumlah keseluruhan vaksin yang didistribusikan dan distok ada sebanyak 18.360 vial. Sesuai dengan jumlah total vaksin yang baru diberikan pemerintah pusat ke Kalbar.

Berikutnya untuk termin dua masih dengan sasaran nakes, perkiraan akan dimulai pada Februari mendatang. Rencananya ada sebanyak 35.040 vial vaksin lagi yang akan didatangkan ke Kalbar. Vaksin tersebut bakal dibagikan ke 11 daerah yang belum mendapat vaksin di termin pertama.

Dengan demikian total vaksin untuk nakes baik termin pertama maupun kedua menjadi sebanyak 53.400 vial dengan sasaran 25.259 nakes se-Kalbar. “Saya harapkan akhir Februari 2021 vaksinasi semua nakes (tahap pertama) ke Kalbar selesai,” harapnya.

Gubernur Kalbar Sutarmidji menjelaskan alasan mengapa Pontianak, Kubu Raya dan mempawah didahulukan vaksinasi.  Selain jumlah vaksin yang masih terbatas, geografis wilayah yang dekat dengan pusat pemerintahan juga jadi pertimbangan. Karena otomatis aktivitas atau interaksi masyarakat dan tingkat keterjangkitan Covid-19 di daerah tersebut jauh lebih tinggi.

Vaksin termin pertama ini merupakan kiriman Kementerian Kesehatan dengan total 18.360 vial yang baru tersedia di Kalbar. Sementara untuk daerah lain masih akan menunggu vaksin kiriman dari pemerintah pusat selanjutnya.

Pada pencanangan vaksinasi tingkat provinsi hari ini bakal ada sepuluh orang yang mendapat suntikan vaksin pertama. Kegiatan pencanangan digelar di Pendopo Gubernur Kalbar hari ini. Midji, sapaan akrabnya, menyatakan sangat ingin mendapat vaksin pertama, tapi itu tidak bisa dilakukan karena ia masuk dalam kriteria orang yang tidak boleh divaksin. “Pertama saya sudah pernah terpapar (Covid-19), artinya tidak prioritas,” katanya.

Sementara, terkait siapa saja orang yang bakal mengikuti pencanangan untuk divaksin pertama kali, Midji tidak menyebut nama-namanya secara pasti. Namun yang sudah menyatakan siap adalah Kapolda Kalbar, Kadis Kesehatan Kalbar dan Direktur RSUD Soedarso. Yang jelas, kata Midji, orang-orang yang bakal divaksin harus lolos skrining dengan 16 persyaratan. Dari skrining tersebut baru dapat diketahui seseorang dapat diberikan, ditunda atau tidak bisa diberikan vaksin.

“Ada 16 syarat itu kelompok yang tidak boleh mendapat vaksin atau tidak prioritas, artinya karena vaksin juga terbatas. Nanti setelah mencukupi, mungkin ada tambahan yang tadinya bukan prioritas tapi harus diberikan,” paparnya.

Sementara itu, kemarin sebanyak 3.480 vial Vaksin Covid-19 telah tiba di Kubu Raya. Ribuan vaksin tahap pertama yang akan dialokasikan bagi sekitar 1.740 tenaga kesehatan Kubu Raya ini dibawa ke Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK) Puskesmas Sungai Durian Kubu Raya dengan pengawalan ketat petugas kepolisian dan sejumlah pihak terkait lainnya.

“Total tenaga kesehatan di Kubu Raya sebanyak 2.043 orang, dari jumlah tersebut untuk tahap pertama vaksin ini akan kami berikan dulu untuk 1.740 tenaga kesehatan, selebihnya akan menyusul selanjutnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Marijan kepada Pontianak Post, Rabu (13/1) di Sungai Raya.

Marijan mengatakan, semua tenaga kesehatan yang akan diberikan vaksin pada tahap awal ini sudah didata sebelumnya oleh Dinas Kesehatan Kubu Raya. Menurutnya, untuk menjaga kualitas, vaksin tersebut disimpan didalam suhu sekitar 2 hingga 8 derajat celcius. Sesuai dengan jadwal, kata Marijan pemberian vaksin Covid-19 tahap awal akan diberikan pada Kamis (14/1) di Puskesmas Sungai Durian.

Selain 1.740 tenaga kesehatan yang telah didata sebelumnya, untuk tahap awal vaksin Covid-19 juga akan diberikan bagi Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan bersama istri, Sekda Kubu Raya, Yusran Anizam, Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Marijan bersama istri, perwakilan MUI, Kemenag, dan sejumlah tokoh agama termasuk organisasi di Kubu Raya.

“Tentunya kita semua berharap pemberian vaksin Covid-19 ini berjalan lancar, sehingga upaya kita untuk sama-sama menangani pandemi Covid-19 bisa berjalan maksimal,”  ungkapnya.

Ditanya mengenai proses distribusi vaksin Covid-19 di Kubu Raya, kata Marijan pada dasarnya prosedur vaksinasi Covid-19, tidak jauh berbeda dengan prosedur pemberian vaksin-vaksin lainnya seperti vaksin Polio, BCG, dan sejenisnya. hanya  saja kata dia, sesuai arahan dan protokol pemerintah protokol  khusus untuk vaksin Covid-19 dalam   proses pendistribusiannya memang mendapat pengawalan.

“Untuk tahap awal ini proses pemberian vaksin ini dilakukan  dalam dua tahap dengan jarak pemberian vaksin selama  14 hari,” jelasnya.

Marijan menambahkan, jika semua Puskesmas setiap kecamatan sudah siap, maka besok  usai pemberian vaksin perdana di Kubu Raya, pihaknya akan langsung mendistribusikan vaksin Covid-19 bagi tenaga kesehatan yang ada disetiap Puskesmas Kubu Raya.

Ketua Kelompok Kerja Sekolah (KKKS) Kubu Raya, Listiyanti menambahkan pihaknya siap terlibat langsung dalam mengedukasi sekaligus mensosialisasikan ke mas yarakat mengenai pentingnya vaksinasi Covid-19.

“Kami berharap semua kepala sekolah yang mengikuti kegiatan KKKS hari ini bisa memahami apa yang menjadi imbauan pak bupati termasuk dalam upaya untuk sama-sama mengedukasi dan mensosialisasikan ke masyarakat terkait vaksinasi Covid-19 ini,” jelasnya usai, Rabu (13/1).

Listiyanti menilai vaksinasi Covid-19 penting diberikan dengan tujuan bisa lebih optimal dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sehingga diharapkan pandemi ini bisa segera berakhir. (bar/ash)

error: Content is protected !!