Vaksinasi Seribu Ekor Hewan Rabies

VAKSIN: Petugas memvaksin hewan peliharaan warga di wilayah Kabupaten Sanggau. Kabarsanggau.go.id

Program Sanggau Bebas Rabies 2024

SANGGAU – Pemerintah Hewan Penular Rabies, disingkat (HPR) di Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau cukup banyak jumlahnya. Dari data Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sanggau, sedikitnya ada seribu HPR di wilayah tersebut. Pemkab menargetkan untuk memvaksinasi seluruh hewan dimaksud dalam rangka mendukung Program Sanggau Bebas Rabies Tahun 2024.

Vaksinasi Rabies Massal (Varmas) dilakukan di Kecamatan Beduai dilaksanakan Kamis (2/7). Mengingat saat ini masih pandemi Covid-19, kegiatan digelar dengan mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

Sekretaris Disbunnak Sanggau, Emiliana menyampaikan bahwa kegiatan Saber 24 dilakukan melalui gerakan serentak, massif dan seluruhnya atau disingkat SMS. Artinya gerakan vaksinasi ini dilaksanakan secara serempak dan berkelanjutan di Kabupaten Sanggau. Selain itu, kegiatan ini pun dipastikan dapat memvaksin seluruh HPR yang ada.

“Dukungan dari semua pihak diperlukan untuk mencapai target Sanggau bebas dari rabies. Data sementara jumlah HPR di Kecamatan Beduai sebanyak lebih dari seribu ekor. Tenaga-tenaga vaksinator yang sudah dilatih, baik PPL, pemuda desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas mesti dilibatkan,” jelasnya.

Menurut dia, rabies sangat berbahaya. Tahun 2019 lalu di Kabupaten Sanggau ada delapan orang yang menjadi korban rabies. Oleh karena itu, seluruh pemilik hewan diminta untuk menvaksin hewan peliharaannya agar tidak ada korban di kemudian hari. “Rabies tidak kalah berbahaya dari Covid 19,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Disbunnak Sanggau, Dadan Sumarna, SP, mengatakan pihaknya menyiapkan sekitar seribu lebih vaksin rabies dan alat kedokteran hewan lain untuk mensukseskan varmas ini.

“Tenaga vaksinator diminta serius menjalankan tugasnya. Tidak hanya menvaksin hewan-hewan peliharaan masyarakat, tetapi juga sekaligus memberikan sosialisasi akan bahaya dari rabies,” ujarnya. (sgg)

loading...