Video “Enak-enak” Dilaporkan ke Polisi

SANGGAU – Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sanggau dan sejumlah organisasi Dayak lainnya melaporkan kasus asusila yang dilakukan sepasang muda mudi di Rumah Betang Dori’ Mpulor Sanggau. Pengunggah video “Enak-enak” tersebut juga ikut dilaporkan.

Sekjen DAD Sanggau, Urbanus menyampaikan pelaporan tersebut dilakukan atas dasar tindakan pelaku dan juga pengunggah video tersebut.

Menurutnya, tindakan asusila dan unggahan video tersebut menjadi preseden buruk bagi nama baik rumah adat dan juga masyarakat adat, utamanya masyarakat adat Dayak di Sanggau.

“Kami ke sini melaporkan perbuatan pelakunya sekaligus yang mengunggah video tersebut. Tadi kami sudah sampaikan kepada penyidik di Polres Sanggau agar dapat ditindaklanjuti,” ujarnya ditemui di Mapolres Sanggau, Sabtu (24/10) siang.

Urbanus berharap pelaku dapat diamankan terlebih dahulu oleh kepolisian. Pihaknya khawatir ada oknum yang terbakar emosinya lalu melakukan hal-hal yang dapat melanggar hukum.

“Saya juga meminta masyarakat untuk mempercayakan kasus ini kepada DAD dan juga kepolisian. Jangan sampai ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi diluar. Saya harap janganlah ya. Mohon masyarakat menahan diri,” katanya.

Dia menambahkan, selain proses hukum positif berjalan, dari sanksi kearifan lokal juga akan tetap berjalan. Sehingga ada efek jera bagi para pelaku asusila ataupun masyarakat secara umum. Apalagi bila benar kejadiannya dilakukan di rumah adat.

Mengenai waktu kejadian peristiwa asusila tersebut, Urbanus mengatakan belum mengetahui secara jelas waktu kejadiannya dan masih melakukan penelusuran.

“Waktu jelas kejadiannya masih ditelusuri. Memang postingannya kemarin (Jumat,red),” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Jumat (23/10) kemarin, jagat maya dihebohkan dengan postingan salah satu akun medsos facebook, yang memergoki perbuatan asusila pasangan muda mudi di Sanggau.

Dari rekaman video yang beredar, menampakkan lokasi kejadian itu berada di Rumah Adat Dayak Dori’ Mpulor di Sanggau. Postingan tersebut langsung mendapat banyak komentar dari netizen yang menyayangkan perilaku muda mudi tersebut.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Sanggau, AKP Yafet Patabang membenarkan bahwa kepolisian telah menerima laporan dari sejumlah organisasi masyarakat Dayak di Sanggau terkait dengan kasus asusila.

“Betul, kami sudah terima aduan dari DAD, PDKS dan TBBR terkait video asusila di rumah adat Dori’ Mpulor. Laporan ini segera kami tindaklanjuti,” tegasnya. (sgg)

error: Content is protected !!