Vonis Bebas Laman Mining Tuai Protes, Jaksa Siap Ajukan Kasasi

karhutla
SEGEL: Petugas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyegel lokasi pertambangan milik PT Laman Mining di Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat beberapa waktu lalu. ISTIMEWA

PONTIANAK – Balai Gakkum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Kalimantan menyesalkan putusan bebas majelis hakim Pengadilan Negeri Ketapang atas perkara tindak pidana perusakan hutan. Dalam perkara ini, PT. Laman Mining diduga melakukan kegiatan pertambangan di dalam kawasan hutan tanpa izin pinjam pakai dari kementerian terkait.

Putusan majelis hakim tersebut dinilai bertolak belakang dengan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntut PT. Laman Mining dengan pidana denda Rp 37,5 miliar dan pidana tambahan pencabutan izin usaha.

“Seharusnya putusan majelis hakim sejalan dengan dakwaan JPU. Terhadap putusan bebas ini, kami akan melapor ke Kementerian LHK dan Komisi Yudisial (KY) di Jakarta dalam rangka mendukung upaya hukum selanjutnya di tingkat kasasi,” ujar Kepala Gakkum LHK Wilayah Kalimantan, Subhan, kemarin.

Menurutnya, dalam penegakan hukum, perkara kejahatan di bidang lingkungan dan kehutanan terhadap korporasi harus ditegakkan. Oleh karena itu, sebelum melakukan penyidikan, pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan Kejati Kalbar, BPKH Wilayah III Pontianak dan instansi terkait lainnya, baik di pusat maupun daerah, sehingga perkara tersebut dapat dinaikkan ke tingkat selanjutnya (penyidikan).

“Putusan ini bisa menjadi preseden buruk dan akan menjadi modus bagi korporasi yang lain untuk melakukan kegiatan yang sama, serta cenderung melanggar dan tidak menaati peraturan perundang- undangan yang berlaku,” katanya.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Ketapang Rudy Astanto mengatakan, pihaknya telah menyatakan kasasi atas putusan bebas majelis hakim tersebut. “Kamis kemarin, kami tim JPU sudah menyatakan untuk kasasi. Saat ini sedang menyusun memori kasasi,” katanya saat dihubungi Pontianak Post, kemarin.

Dalam perkara ini, lanjut Rudi, JPU berpendapat bahwa terdakwa telah melakukan melakukan kegiatan pertambangan di dalam kawasan hutan tanpa izin menteri. “Sesuai dengan dakwaan kami, terdakwa melanggar pasal 89 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan,” paparnya.

Terpisah, PT. Laman Mining melalui penasihat hukumnya, Syamsul Bahri Ilyas mengatakan, Pengadilan Negeri Ketapang telah membacakan putusan, di mana amar putusannya terdiri dari beberapa poin. Majelis hakim menyatakan PT. Laman Mining melakukan perbuatan yang didakwakan tetapi bukan merupakan perbuatan tindak pidana. Majelis hakim melepaskan terdakwa PT Laman Mining dari dari segala tuntutan hukum, memulihkan hak PT Laman Mining dalam kemampuan, kedudukan, harkat dan martabatnya. Selain itu, majelis juga menetapkan, mengembalikan barang bukti kepada pemilik dan membebankan biaya perkara kepada negara.

Dengan diputuskannya perkara tersebut, kata Syamsul, jelas tindakan yang telah dilakukan oleh kliennya bukan merupakan tindakan hukum pidana. “Hal ini sangat perlu diketahui oleh publik secara luas agar semua pihak yang berkepentingan dan mempunyai hubungan hukum dengan klien kami mendapatkankan gambaran yang menyeluruh,” katanya.

Sebagaimana diketahui, terdakwa PT Laman Mining diduga melakukan penambangan ilegal di kawasan Hutan Produksi yang dapat dikonversi (HPK) di Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang.

Persidangan perkara PT. Laman Mining di Pengadilan Negeri Ketapang merupakan kelanjutan dari pelimpahan perkara yang dilakukan oleh PPNS Balai Gakkum Kalimantan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI terhadap PT Laman Mining yang telah melakukan kegiatan penambangan di dalam Kawasan Hutan Produksi yang dapat dikonversi (HPK) Sungai Tulak tanpa izin pinjam pakai dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan atau membawa alat alat berat menggunakan tujuh unit ekskavator yang telah disita pada 20 Agustus 2018 lalu. (arf)

error: Content is protected !!