Wabup Larang ‘Naturalisasi’ Qori

mtq

LEPAS PAWAI: Wabup menyaksikan pelepasan peserta kendaraan hias dan pawai taaruf dalam rangkaian MTQ ke-XXXI di Kecamatan Toho. ISTIMEWA

MEMPAWAH – Wakil Bupati Mempawah, H Muhammad Pagi mengingatkan LPTQ agar meningkatkan pembinaan qori dan qoriah. Sebab, mulai MTQ 2021 nanti tidak boleh melakukan ‘naturalisasi’ qori dan qoriah dari daerah luar. Dirinya berkeinginan seluruh kafilah merupakan putra-putri terbaik Kabupaten Mempawah.

“Pada MTQ ke-XXXII nanti, tidak ada lagi kontingen kecamatan yang menyewa alias menaturalisasi qori dan qoriah dari daerah luar. Semuanya harus dari Kabupaten Mempawah,” tegas Muhammad Pagi saat membuka MTQ ke-XXXI tingkat Kabupaten Mempawah di Toho, kemarin malam.

Karena itu, Wabup mengingatkan LPTQ kabupaten hingga kecamatan agar melakukan fungsi pembinaan terhadap kader-kader terbaiknya untuk tampil pada MTQ ke-XXXII tahun 2021 mendatang.

“Pemerintah daerah juga akan melaksanakan pembinaan secara menyeluruh terhadap LPTQ kabupaten dan kecamatan. Karena, kami sangat fokus dan serius dalam upaya pembinaan mental spiritual keagamaan bagi masyarakat Kabupaten Mempawah,” tegasnya lagi.

Disamping pembinaan LPTQ, Wabup mengungkapkan, pemerintah daerah juga menyasar lembaga pendidikan keagamaan di Kabupaten Mempawah. Baik itu TPQ hingga pesantren yang ada di daerah itu.

“Ada 72 pesantren di Kabupaten Mempawah. Rasanya tidak mungkin pesantren-pesantren ini tidak bisa melahirkan qori-qoriah terbaiknya,” ujar Wabup.

Lebih jauh, Wabup mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Mempawah telah mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) yang mewajibkan pelajar membaca ayat suci Alquran selama 5-10 menit sebelum memulai pelajaran di sekolah. Sedangkan bagi pelajar non muslim silahkan mempelajari kitab sucinya masing-masing.

“Anak-anak perlu dibentengi dengan ilmu agama. Kalau tidak dikuatkan ilmu agamanya, kita khawatir dengan masa depan generasi muda di Kabupaten Mempawah. Sebab, banyak rintangan dan tantangan globalisasi yang semakin pelik. Jika salah langkah, maka anak-anak kita akan terjerumus dalam kehancuran,” pendapatnya.

Masih dalam kesempatan itu, Wabup mengatakan, upaya pembinaan keagamaan ini dalam rangka mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Sebab, Gubernur menargetkan selama lima tahun kepemimpinannya akan mencetak 5.000 hafidz penghafal 30 juz ayat suci Alquran.

“Nanti, kami akan berkoordinasi dengan Kementrian Agama Mempawah untuk menginventarisir dan mendata qori dan qoriah, hafidz dan hafidzah yang hafal 30 juz. Kemudian, data itu akan kita kirim ke Gubernur,” pungkasnya. (wah)

 

Read Previous

Daging Ayam Sumbang Inflasi

Read Next

Pelanggar Sidang Tilang di Tempat