Waduh, “Obat” Covid-19 Dijual Bebas di Online Shop

MEWABAH DI KORSEL: Petugas yang memakai alat pelindung memeriksa dan mengambil sampel dari sopir yang diduga memiliki gejala virus corona, di fasilitas tes virus "drive-through" di Goyang, Seoul, Sabtu (29/2). Korea Selatan melaporkan lonjakan kasus corona pada 29 Februari dan menjadi negara dengan angka penularan terbesar kedua setelah Tiongkok.

PONTIANAK—Mewabah dan kalutnya WHO (World Health Organization) terhadap penyebaran wabah Virus Corona (Covid-19) dan menewaskan lebih dari 2.000 orang, kerap dimanfaatkan pihak tidak bertanggungjawab.

Virus asal Wuhan, Tiongkok yang belum ada obatnya ini terus membuat panik, warga yang tinggal di negara terdampak Corona. Berbagai tindakan pencegahan terus dilakukan. Dari menjaga kebersihan hingga memborong masker yang menjadi barang langka.

Nah, Di tengah-tengah kekacauan ternyata mulai banyak bermunculan “obat” Virus Corona di sejumlah online shop di Indonesia. Sebagai contoh salah satu toko online Tokopedia ketika dibrowsing obat “Virus Corona”, maka segera muncul beragam obat dengan harga berbeda.

Di sana banyak pelapak telah menjual “obat” virus corona. Harganya mulai dari termurah hingga mahal. Contohnya saja bahkan ada obat herbal mencegah Covid-19 diklaim sebagai produk AS. Obatnya bahkan dijual dengan harga Rp975.000.

”Apa benar obat Virus Corona sudah dijual bebas di onlineshop. Masalahnya sampai sekarang belum ada satupun negara di dunia sudah mengklaim menemukan atau mempatenkan obat Virus Corona,” ungkap Fitri (32), salah satu Apoteker di Sungai Raya.

Di lapak onlineshop tersebut dijual obat Corona lebih murah bernama seperti tablet Primaquene dengan tagline obat Virus Corona dan Anti Malaria seharga Rp125.000. Ada juga “Propoelix Anti Corona” seharga Rp599.000. Bahkan, ada obat virus corona bernama Vitasak Ekstrak Sirsak-Obat Virus Corona seharga Rp222.000

Sepertinya obat-obat tersebut, katanya apotoker ini masih belum dipastikan kejelasana sehingga masyarakat diminta waspada. Sebab salah satu obat ditawarkan murah seperti Primaquine dipergunakand alam mencegah penyakit atau parasit Malaria. ”Kemungkinan tidak cocok untuk Corona,” katanya di Apotik Arlim, Kubu Raya.

Ternyata Obat Virus Corona tak hanya bertebaran di Online Shop semacam Tokopedia. Obat virus corona juga turut mewarnai toko-toko online lain Bukalapak, Shoope dan sejenisnya. “Waduh ini bahaya kalau banyak dibeli masyarakat karena ketidaktahuan,” ucapnya. ”Harusnya online shop berani menghapus,” timpal dia.

Kabarnya situs-situs e-commerce di Negara Maju seperti Amerika Serikat yaitu Amazon telah menindak tegas penyebaran obat-obat dengan label Anti Corona. Caranya menghapus produk-produk di situs mereka.(den)

error: Content is protected !!