Wakil Kalbar ke Putri Hijab 2020 Tingkat Nasional

Kalimantan Barat memiliki tiga perwakilannya yang akan menuju ajang Putri Hijab 2020 ke tingkat nasional. Tiga perempuan berhijab yang memiliki segudang talenta ini sedang mempersiapkan diri untuk ajang yang akan digelar di akhir tahun ini. Berasal dari Singkawang, Ketapang dan Kubu Raya, Sufitri Dewi Yanti, Yunita Puspita Sari dan Reza Rahayu ingin berbagi cerita saat mereka mengikuti pemilihan di tingkat provinsi serta persiapan apa saja yang telah mereka lakukan untuk ke tingkat nasional.

Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

====================================

Sufitri Dewi Yanti (Putri Hijab Kalbar 2020)

Taklukkan Rasa Tak Percaya Diri

DUNIA pageant baru di dalam hidup Sufitri Dewi Yanti. Perempuan yang akrab disapa Sufitri ini memiliki ketertarikan cukup tinggi terhadap ajang pemilihan namun ia merasa kurang percaya diri.

Pemilihan Putri Hijab Kalbar 2020 merubah segalanya. Sufitri merasa tertantang. Ia pun mendaftarkan diri. Selain ingin mewujudkan impian sedari kecil, ajang pemilihan ini dinilainya dapat menginspirasi perempuan muslimah.

“Dengan hijab tetap bisa beraktivitas, bekerja dan berprestasi. Secara nggak langsung juga sekalian berdakwah,” ucapnya.

Perempuan kelahiran Singkawang, 9 Oktober 1997 ini menceritakan seluruh tahapan penilaian dilaluinya secara daring, baik tes tertulis maupun wawancara. Setelah itu, dilanjutkan dengan sesi vote like finalis di laman media sosial, Instagram.

Siapa sangka, mahasiswi STKIP Singkawang yang awalnya kurang percaya diri dan nggak memiliki pengalaman di dunia peagent ini berhasil meraih gelar sebagai Putri Hijab Kalbar 2020. Ia bersama dua rekan lainnya (Runner Up 1 dan Runner Up 2) akan mewakili Kalbar di Pemilihan Putri Hijab Tingkat Nasional.

Kini, penyuka warna putih dan merah muda ini tengah disibukkan dengan rangkaian persiapan menuju nasional. Mulai dari menjaga kesehatan, latihan persembahan bakat, modelling, belajar make-up, serta public speaking. Nggak lupa juga berdoa dan meminta dukungan dari keluarga, teman dan masyarakat.

Di antara rangkaian persiapan di tingkat nasional, public speaking cukup menjadi perhatian putri sulung pasangan Subri Aditya Pranata dan Tina ini. Alumnus SMAN 3 Singkawang ini pun semakin meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris, khususnya speaking.

“Alhamdulillah saat ini saya mendapatkan beasiswa speaking english, serta menjadi brand ambassador-nya,” timpal perempuan yang mengidolakan Ustadz Abdul Somad dan Dr. Zakir Naik ini.

Pecinta kuliner ayam geprek, kwetiau goreng dan jus apel ini berharap ia bisa menjadi pribadi yang lebih baik, bermanfaat untuk orang lain, menjadi orang yang memiliki tanggung jawab penuh, disiplin, serta bisa menginspirasi baik bagi diri sendiri maupun orang lain. “Di samping itu juga saya ingin meningkatkan mengaji dan ilmu tajwid,” harapnya. (*)

In Fact:

  • Sastra menjadi pilihan Sufitri dalam unjuk bakat di tingkat nasional mendatang. Sufitri mendalami sastra sejak duduk di bangku SMP.
  • Pihak keluarga sempat dibuat ‘sibuk’ untuk vote like Bahakan ada yang sengaja datang ke rumah untuk unduh dan pasang Instagram.

====================================

Yunita Puspita Sari (Runner Up 1 Putri Hijab Kalbar 2020)

Asah Public Speaking ke Tingkat Nasional

PAGEANT bukan dunia baru bagi Yunita Puspita Sari. Perempuan yang akrab disapa Yupi ini mulai terjun ke dunia modelling saat duduk di bangku kelas X SMA (2017). Dimulai dari ikut lomba antar kelas dalam rangka memperingati Hari Kartini, Yupi berhasil mendapat ketegori dalam ajang tersebut. Dari ajang sekolah itu, Yupi semakin mantap dan mulai memberanikan diri untuk terjun mengikuti pemilihan di luar sekolah.

Saat dinyatakan lolos dalam Pemilihan Putri Hijab Kalbar 2020, mahasiswi jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Ketapang ini mulai mempersiapkan diri semaksimal mungkin.

Menurut Putri Remaja Favorit Kalbar 2020 ini, wawancara menilai public speaking dan attitude, bagaimana berinteraksi dengan orang lain. Sebelumnya finalis juga diminta membuat video berisikan motivasi dalam pemilihan Putri Hijab Kalbar 2020 yang diunggah di Instagram TV (IGTV) masing-masing finalis.

Sebagai Runner Up 1, ia pun berkesempatan mengikuti ajang Pemilihan Putri Hijab Indonesia 2020 bersama Putri Hijab Kalbar 2020 dan Runner Up 2 Putri Hijab Kalbar 2020. Selain menyiapkan dana, ia juga menjaga kesehatan dan mental agar sehat saat karantina.

Karena di tingkat nasional yang sudah pasti lebih banyak saingan, Yupi  mempersiapkan pengetahuannya agar bisa memberikan penampilan yang terbaik. Selain itu, Yupi juga fokus mengasah kemampuan public speaking.

Ia mulai membiasakan berbicara menggunakan Bahasa Indonesia yang baik saat bertemu orang baru, termasuk juga pembeli di konter tempat Yupi bekerja. Yupi yakin dengan begitu ia akan terbiasa menggunakan Bahasa Indonesia yang terdengar nyaman di telinga orang baru yang akan ditemuinya.

“Sering berbicara sendiri di depan kaca, apa yang bisa saya bicarakan serta mendengarkan public speaking alumni-alumni putri muslimah Asia beberapa tahun lalu sebagai acuan,” curhat peempuan kelahiran Ketapang, 17 November 2001 ini.

Yupi sangat menyukai musik dan hobi menyanyi, maka ia akan menampilkan bakat menyanyi secara solo. Ia berharap di ajang nasional nanti bisa membawa harum nama Kalbar dan membawa salah satu kategori untuk membanggakan diri sendiri, orang tua dan Kalbar. (*)

In Fact :

  • Memiliki tinggi badan 150cm nggak menyurutkan langkah Yupi untuk menggeluti dunia pageant, termasuk mengikuti Pemilihan Putri Hijab Kalbar 2020.
  • Sebelum dilangsungkannya audisi, para finalis diberi waktu untuk membuat video. Beruntung, Yupi sudah punya pengalaman membuat video di audisi Putri Remaja Kalbar.

====================================

Reza Rahayu (Runner Up 2 Putri Hijab Kalbar 2020)

Hijab Tak Jadi Penghalang Mengembangkan Diri

REZA Rahayu mendapat informasi Pemilihan Putri Hijab Kalbar 2020 dari laman Instagram. Ia coba ikut, menjadikan ajang ini sebagai batu loncatan, agar bisa menorehkan banyak prestasi lagi kedepannya. Ia mendaftar di hari terakhir saat tes akan dilangsungkan.

“Bahkan saya nggak sempat membuat video perkenalan sebagai nilai tambah,” katanya. Sadar hal itu dapat memengaruhi nilai, Reza berusaha memaksimalkan saat tes tertulis dan wawancara yang dilakukan secara daring. Setelah menjalani tes, ia terus berdoa dan meyakinkan diri sudah berusaha yang terbaik, walaupun sedikit tertinggal dari peserta lain yang lebih dulu mendaftar.

Perempuan kelahiran Pontianak, 21 April 2000 ini berusaha menghilangkan pikiran negatif dan terus menjadi diri sendiri saat tes tertulis dan wawancara. Terpenting, ‘enjoy the moment’, karena Reza percaya sesuatu yang sudah ditetapkan, sesulit apapun jalannya tetap akan menjadi miliknya.

“Lain halnya jika sesuatu yang ditakdirkan bukan untuk kita, semudah apapun jalannya tetap nggak akan menjadi milik kita,” cuap Reza.

Perempuan yang pernah menjadi kader BNN SMAN 1 Rasau Jaya menuturkan pertanyaan tentang bagaimana memaknai hidup saat sesi wawancara jadi paling membekas. “Nggak bisa dipungkiri terkadang sebagai manusia, seringkali nggak sadar dengan apa yang ada di sekitar dan sering kurang bersyukur untuk itu,” jawab Reza.

Reza mengaku ia adalah pribadi yang selalu menjadikan perjalanan hidup sebagai proses pendewasaan diri. Sempat suatu ketika ia merasa sangat terpuruk dan bingung ingin bercerita kepada siapa saat ada masalah keluarga yang besar dan tidak bisa diceritakan.

But, at least Reza mensyukurinya, setiap orang punya masalah dengan kapasitas yang berbeda sesuai kemampuan masing-masing, punya masa down sendiri. Reza bersyukur punya orang tua yang selalu mendukungnya dalam keadaan apapun, walaupun keluarga yang dimiliki tak sempurna. Ia juga memiliki sahabat yang selalu ada.

Runner Up 2 Putri Hijab Kalbar 2020 ini mengatakan persiapan yang dilakukannya sudah delapan puluh persen. Reza fokus menyiapkan public speaking dan mengoptimalkan bakat yang akan ditampilkan nanti.

Lewat Putri Hijab 2020 ini kedepannya Reza ingin memberikan yang terbaik dan dapat menginspirasi perempuan muslimah berhijab. “Khususnya yang masih ragu untuk mengenakan hijab, takut melangkah mencapai prestasi dan mengembangkan passion yang dimiliki,” pungkas Juara Favorit Wajah Pesona Indonesia Kalbar 2016 ini. (*)

 

In Fact :

  • Reza memantapkan diri untuk berhijab sejak kelas XI SMA. Sempat berpikir untuk melupakan mimpinya di dunia Namun, ajang Wajah Pesona Indonesia Kalbar Tahun 2016 berhasil mengantarkannya meraih juara favorit. Ia semakin bersemangat mengikuti pageant dengan hijabnya.
  • Saat menjadi mahasiswa jurusan S-1 Manajemen di Universitas Negeri Malang, Reza masuk jajaran Duta Manajemen Tahun 2018.
error: Content is protected !!