Waktunya Bersama Ayah

Angga Resmana bersama Anaknya Mikenzi Gavi Resmana

Kesibukan ayah bekerja kadang kala membuat kebersamaan dengan anak menjadi terbatas. Padahal, interaksi keduanya juga diperlukan.  Tak sekedar interaksi biasa, kadang ayah dan buah hati memerlukan waktu khusus bersama.

Oleh : Siti Sulbiyah

Kebersamaan dengan anak-anak adalah rutinitas yang kerap dilalui oleh Ikhwan Ruslianto. Waktu khusus bagi dua anaknya selalu ia luangkan di tengah kesibukannya sebagai Ketua Jurusan Sistem Komputer FMIPA Universitas Tanjungpura.

“Biasanya malam setelah selesai beraktifitas bekerja. Sabtu dan Minggu pasti full waktu untuk anak-anak,” ungkapnya.

Kebersamaan dengan anak-anak kian erat setelah sang Istri melanjutkan pendidikan di Bandung. Rutinitasnya tak lepas dari menemani anak sekolah ada yang via zoom dan offline dari jam 07.30 – 11.00 Senin hinggaJumat. Aktivitas lainnya adalah membantu anak mengerjakan tugas-tugas dan hafalan sekolah. Malam hari pun, sebelum tidur mengajak main dan membacakan cerita sebelum tidur.

D.Islamiyah // Psikolog

“Biasanya kalau weekend Sabtu-Minggu baru menghabiskan waktu sama anak-anak diluar, misalnya makan bersama atau jalan-jalan ke mall,” ucapnya

Ikhwan merasa perlu memiliki kedekatan dengan meluangkan waktu khusus bersama anak-anaknya. Sebab, menurutnya, masa pertumbuhan anak sangat membutuhkan kebersamaan untuk membentuk karakter mereka lebih positif. Perhatian orang tua juga akan menumbuhkan kedekatan kepada anak sehingga mereka akan merasa mendapatkan kasih sayang yang cukup dari orang tua, tak terkecuali ayahnya.

“Dan sosok ayah akan menjadi seseorang yang bisa membantu mereka dalam menyelesaikan masalah-masalah anak, seperti membantu mengerjakan PR, hafalan, teman bermain, dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Tumbuh kembang anak memang bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu. Sosok Ayah juga punya peranan penting dan dipercaya mampu mendukung kebahagiaan seorang anak. Quality time antara ayah dan anak pun sangat penting.

“Sangat penting, karena alangkah baiknya anak dekat dengan kedua orangtuanya, tidak hanya dengan ibu saja. Tetapi juga dengan ayah,” kata D. Islamiyah, M.Pd.I, M.Psi, Psikolog

Alangkah baiknya apabila ayah menyediakan waktu khusus bagi anak. Menurutnya, dengan ayah menyediakan waktu untuk anak, akan mempererat hubungan emosional antara keduanya. Ada banyak penelitian yang mengamini hal itu.

“Dampak positif me time Ayah dan anak adalah terjalinnya ikatan emosional antara keduanya. Beberapa hasil penelitian tentang parenting menjelaskan bahwa kedekatan antara anak dan ayah bisa meningkatkan kepercayaan diri pada anak,” paparnya.

Tak hanya soal kepercayaan diri, lanjutnya, anak juga akan memiliki mental yang kuat serta lebih mampu mengelola rasa stres dan perasaan negatif lainnya.

Tak hanya bagi si buah hati, kedekatan yang erat juga memiliki dampak yang baik bagi ayah. Menurutnya, punya waktu khusus bersama anak akan membuat ayah lebih memahami tumbuh kembang anak karena ikut andil dalam pengasuhan dengan ibu. Selain itu, ayah pun dapat mencurahkan rasa kasih sayangnya kepada anak.

“Mencurahkan kasih sayang, memberikan perhatian serta mengurasi rasa lelah setelah bekerja dan yang pasti dapat menjadi panutan bagi keluarga,” ucapnya.

Menurutnya, ada beragam kegiatan yang bisa dilakukan bersama ayah, dari mulai rutinitas harian seperti menemani anak belajar, membatu anak jika ada kesulitan dalam mengerjakan tugas dari sekolah, dan lain sebagainya. Ada pula kegiatan yang dilakukan dengan perencaan bersama, seperti bersepeda, berkebun, kulineran atau nonton film bersama.

Lantas bagaiamana jika ayah sibuk bekerja? Sibuk bekerja dan mencari nafkah memang boleh saja, bahkan merupakan suatu kewajiban. Namun begitu, seberapa pun sibuknya,  tetap jangan lupakan waktu bersama anak. Bagaimana pun anak tetap menjadi prioritas baik ayah maupun bunda.

“Apabila ayah sibuk bekerja, ayah bisa melungkan waktu sejenak sepulang kerja, misalnya menemani anak belajar malam atau berkegiatan dengan anak di akhir pekan,” pungkasnya. **

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!