Waktunya Si Muda Jajaki Kabinet

zetizen

BEBERAPA waktu lalu Presiden Indonesia terpilih periode 2019-2024 Joko Widodo, memberi bocoran soal menteri di kabinet baru. Salah satu pernyataan yang paling menyita perhatian adalah disebutnya rentang usia para calon menteri, yaitu ada yang berusia di bawah 35 tahun bahkan 30 tahun.

Hadirnya pemuda-pemudi dalam dunia perpolitikan sebenarnya bukan hal baru, sih. Tapi jelas layak mendapat sorotan lebih ketika si muda ini hadir dan menduduki jabatan tinggi, berbekal prestasi dan track record mereka yang memadai serta sesuai dengan bidang yang ditempati. Kalau diingat-ingat, Indonesia memiliki banyak pemuda berpotensi untuk mengisi peran penting dalam pemerintahan. Nadiem Makarim, Achmad Zaky, dan Tsamara Amany digadang-gadang akan mendapatkan peran tersebut di kabinet. Nama-nama yang tak asing, bukan?

Ternyata, beberapa negara lain sudah terlebih dahulu memberi porsi bagi pemuda yang kompeten untuk menjajaki posisi menteri. Syed Saddiq, si manis asal negeri Jiran ini sempat viral beberapa waktu lalu. Ia adalah Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia. Jabatan prestisius bagi pemuda memang tidak bisa dipandang sebelah mata saat ini. Harus diakui, para pemuda kini tengah semangat-semangatnya beraksi dalam inovasi. Kebebasan menyampaikan ide dan gagasan menjadi pondasi awal, terlebih dengan ditempatkan pada posisi krusial dalam pemerintahan.

“Adaptasi cara pandang antara menteri muda dengan yang sudah senior bakal jadi PR ya, apalagi dari dulu generasi muda masuk kabinet di Indonesia masih jarang. Tapi, kedewasaan pemikiran dan kejelasan visi misi generasi muda yang akan bergabung di kabinet ini bakal berpengaruh positif kedepannya untuk kemajuan Indonesia,” ujar Naurah Atqiya, Staf Kementerian Luar Negeri BEM Universitas Tanjungpura.

Tidak dipungkiri, kreativitas anak muda Indonesia memang lagi gencar-gencarnya. Sangat disayangkan kalau potensi seperti itu dilepaskan begitu saja, atau sekadar diberi kebebasan berkreasi tanpa dukungan yang cukup dari pemerintah. But, idealisme akan ide segar yang cenderung kuat itu bisa menjadi sedikit batu sandungan bagi si pemuda yang akan menempati posisi di kabinet nanti.

“Posisi anak muda ini kadang akan terkendala sama sesuatu yang udah mengakar, ini terkait proyek atau aturan-aturan lama yang udah dibuat oleh si pendahulu di pemerintahan. Nah, idealisme atau ide segar para pemuda yang akan masuk kabinet ini kemungkinan jadi tersangkut,” pendapat Fikri Abdillah yang saat ini menduduki posisi sebagai Ketua Komisi B DPM FKIP Universitas Tanjungpura.

Kalau dipikir-pikir, dapatnya posisi strategis pemuda di kabinet bisa jadi motivasi bagi generasi muda yang lain. Memandang peluang tersebut, sudah seharusnya membuka harapan baru bagi pemuda Indonesia di luar sana yang ingin memberi kontribusi pada negeri. Seperti melihat Syed Saddiq waktu terpilih jadi menteri di usia 25 tahun, timbul deh pertanyaan-pertanyaan tamparan buat diri sendiri soal apa yang udah dikasi buat NKRI.

“Akan jadi kontra ketika ada masyarakat yang masih menganggap remeh pemuda yang mendapat posisi krusial di pemerintahan, harus diisi sama yang berpengalaman katanya. Tapi, ya harus dicoba, kan? Semangat yang membara juga keresahan-keresahan pemuda saat ini bakal lebih mudah ditangani juga dengan pemuda itu sendiri, lebih relate gitu. Apalagi bakal berperan sebagai perwakilan 25% masyarakat Indonesia yang tergolong usia muda,” tutur Alfan Fajar, Runner Up I Bujang Pontianak 2019 yang pernah menjabat sebagai Ketua MPK SMA Negeri 1 Pontianak ini.

Terlepas dari idealisme, inovasi dan visi misi yang jelas, para calon menteri muda ini harus ditempati pada posisi yang sesuai dengan bidang yang sedang digeluti. Akan menjadi pertanyaan juga kritik empuk jika si muda ini duduk pada posisi yang tidak nyambung sama kompetensinya.Nanti ekspektasi mengenai inovasi yang diharapkan malah ambyar, huhu. Jadi, kalau Presiden sudah memilih pemuda duduk di kabinet nanti, dukungan kita yang juga pemuda harus diberikan secara maksimal, ya! (mya)

Read Previous

Energi Ekstra di Balapan Kandang

Read Next

Aplikasi Pariwisata Pontianak, Kenalkan Destinasi Wisata di Pontianak Lewat Permainan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *