Wali Kota Pontianak Sidak Capil

sidak

PELAYANAN: Dihadapan warga Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono melakukan pengecekan pelayanan Dukcapil. HUMAS PEMKOT PONTIANAK 

PONTIANAK – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Rabu pagi mendadak melakukan sidak di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Tinjuannya kesana ingin mengetahui langsung seperti apa keluhan dari masyarakat yang mengurus administrasi tentang kependudukan.

“Kunjungan ke SOPD yang memberikan pelayanan, rutin saya lakukan dan tanpa diketahui kadisnya. Saya mau lihat langsung bagaimana pelayanan petugas pada masyarakat. Salah satunya di Capil ini,” ungkap Edi usai melakukan sidak layanan kependudukan.

Dalam sidaknya. Edi juga menanyakan langsung kepada masyarakat. Rerata keuhan pada layanan e-KTP. Sisanya tak ada keluhan dari masyarakat.

Dijelaskan Edi. Untuk e-KTP persoalannya bukan hanya di Pontianak saja. Namun diseluruh Indonesia. Itu karena pengadaan blanko disediakan oleh Pemerintah Pusat. Blankonyapun dijatah. “Dua hari lalu kita baru mendapat 500 blanko dari 16 ribu yang dibutuhkan. Kita tanyakan kenapa di pusat terlambat pengirimannya. Karena 18 juta blanko dibagi untuk 34 provinsi,” ujarnya.

Jumlah kebutuhan blanko untuk di Kota Pontianak begitu besar. Khusus anak yang masuk usia 17 tahun dan wajib KTP dari angka Capil setiap tahun ada 12 ribu jiwa. Belum lagi warga pindahan. Kehilangan KTP, rusak dan sebagainya. Ditotal bisa 14 ribu KTP setahun. Sementara blanko terbatas dari pusat.

Sebagai solusinya. Dikeluarkanlah Surat Keterangan Tanda Penduduk sebagai pengganti e-KTP. Karena kekurangan blanko. Pengurusan e-KTP juga diprioritaskan pada masyarakat yang membutuhkan sekali. Seperti kepengurusan BPJS Kesehatan, ibadah haji atau umroh, urusan visa, atlet dan lainnya.
Persoalan lainnya, masih ditemukan tumpukan blanko e-KTP yang belum diambil warga bersangkutan. “e-KTP sudah didistribusikan di Kelurahan. Tapi tak diambil warga. Saya telah menyarankan Capil untuk membuat akun Disdukcapil Info. Isinya beragam informasi tentang kependudukan. Termasuk daftar warga yang e-KTP nya sudah dicetak,” ungkapnya.

Kemudian dari sisi ruangan secara garis besar sudah memadai. Namun pada waktu tertentu ruangan membludak. Seperti ruang atas sebenarnya layanan ada di Kecamatan. Namun untuk sementara masih dipusatkan di sini.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pontianak, Suparma membenarkan bahwa Capil kekurangan blanko E KTP. Pusat belum mampu mendsistribusikan blanko sesuai permintaan. Dari penjelasannya, sebelum blanko datang, intruksinya dapat dibuatkan surat sementara E KTP dikhususkan bagi warga yang sudah melakukan perekaman. “Karena jumlah blanko yang datang minim. Kami mengutamakan orang yang perlu dulu. Seperti mengurus pensiun, urusan bank dan ada beberapa lagi,” katanya.

“Kepengurusan administrasi kependudukan di capil tidak begitu sulit, semuanya cepat. Jika syarat-syarat lengkap maka bisa langsung jadi,” terang Ketua RT 3 RW 18, Kelurahan Sungai Jawi Luar, Rini Kartika.
Kalau untuk pembuatan E KTP memang diakui dia cukup lama. Namun ini bukan salah Capil. Pasalnya, ketersediaan blanko ada di pusat. “Yang jadi kendala inikan blanko. Pusat yang menyediakan. Jadi di sini jugamenunggu ketersediaan blanko. Barulah e-KTP bisa dicetak,” tutupnya.(iza)

Read Previous

PAN Buka Pendaftaran Bacalon Kepala Daerah

Read Next

Ingatkan Pelajar Kurangi Aktivitas di Luar Kelas

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *