Wali Kota Pontianak Tanpa Open House, Silaturahmi Lewat Virtual

PONTIANAK-Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan untuk tahun ini pelaksanaan open house perayaan Hari Raya Idul Fitri dikediaman rumah dinas ditiadakan. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona di tengah pandemi Covid-19.

“Tahun ini tak ada open house. Namun silaturahmi dan saling memaafkan tetap bisa dilakukan meski tak bertemu langsung dengan kerabat dan danau saudara. Silaturahmi kita lakukan lewat video call, video conference dan chattingan di jejaring media sosial,” ujarnya, Kamis (21/5).

Menurutnya, meniadakan open house sebagai upaya menerapkan physical distancing di tengah pandemi Covid-19. Namun demikian, kata dia, bukan berarti tidak bisa saling silaturahmi satu sama lain.

Silaturahmi tetap bisa dilakukan dengan cara berbeda, yakni digantikan secara virtual. Apalagi era digital sekarang ini hal itu sangat mudah dilakukan oleh siapa saja.

“Hanya kuenya saja yang tidak bisa dikirim secara digital, itu harus dimaklumi,” kelakarnya.

Edi mengatakan, pada saat hari pertama lebaran, dirinya tetap menjalankan rutinitas seperti biasanya. Mulai dari Salat Ied di rumah bersama keluarga, kemudian dilanjutkan dengan bermaaf-maafan.

“Setelah itu menikmati hidangan makanan di rumah bersama keluarga dan menghubungi keluarga yang berada di luar Pontianak,” sebutnya.

Dikatakannya setelah rutinitas silaturahmi perayaan Idul Fitri nantinya, dirinya akan kembali lagi ke rutinitas biasa untuk penanganan pandemi Covid-19 serta memastikan seluruh warga Kota Pontianak sudah mendapatkan bantuan.

“Jangan sampai ada masyarakat yang tidak terbantu, jangan sampai kelaparan, jadi harus kita tolong,” katanya.

Hal senada dikatakan Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan. “Sesuai arahan Wali Kota Pontianak tahun ini pelaksanaan open house lebaran ditiadakan,” ungkapnya.

Karena situasi Kota Pontianak tengah dilandah pandemi covid-19 maka lebaran tahun ini silaturahmi dibatasi. Namun tetap bisa dilakukan melalui media sosial, video call dan lainnya.

Apa yang dilakukan merupakan konsisten Pemkot Pontianak terhadap protokol kesehatan agar tetap menjaga jarak serta menghindari kerumunan namun tetap saling bermaaf-maafan lewat media sosial.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin menyetujui langkah Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak yang meniadakan open house selama perayaan lebaran.

Ia pribadi di tahun ini juga sama. Tidak melakukan open house dikediaman rumah dinasnya.

Menurutnya saat open house begitu ramai orang yang bertamu. Jika open house dipaksa dilaksanakan tentunya tidak sesuai dengan protokol covid-19. Dimana pemerintah meminta agar menjaga jarak antara satu dengan lainnya.

Pandemi covid-19 ini bakal sulit ditekan, apabila masyarakat tidak mematuhi aturan-aturan yang diimbau oleh pemerintah.

Bahkan, jelang lebaran pasar-pasar justru semakin ramai. Itu tak bisa dihindari. Namun pinta dia disituasi seperti ini masyarakat dapat menggunakan masker dan jaga kebersihan.

Kenyataan di lapangan masih ditemukan masyarakat yang tidak menggunakan masker saat berada dikeramaian. Ia tak ingin usai lebaran justru terjadi peningkatan kasus covid. Dengan demikian akan membuat pemerintah semakin sulit menekan covid-19 ini, khususnya di Pontianak.(iza)

Read Previous

Sejumlah Desa di Menyuke Terendam Banjir

Read Next

Empat Pemudik di Air Besar Terpaksa Putar Balik