Wali Kota Singkawang Bagikan Bantuan APD

BAGIKAN BANTUAN: Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie dan Kadis Kesehatan dan KB dr Barita membagikan bantuan dari para pengusaha Kalbar (Kadin) dan Yayasan Budha Tzu Chi kepada pimpinan RS di kota Singkawang. Har/Pontianak Post

Dari Pengusaha dan Yayasan Budha Tzu Chi

SINGKAWANG–Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan sudah menyalurkan bantuan yang disampaikan oleh Para Pengusaha Kalbar melalu Kadin serta bantuan dari Yayasan Budha Tzu Chi. “Bantuan dari para pengusaha Kalbar melalui Kadin sudah kita terima dan sudah disalurkan termasuk rapid test dari Yayasan Budha Tzu Chi,” ungkapnya, Senin (30/3).

Secara rinci, Wali Kota menyampaikan bahwa ada bantuan dari pengusaha Kalbar melalui Kadin yakni Alat pelindung diri (APD) berupa Hazmat 40 pcs, Masker N95 40 pcs, Dua Box Masker, Lima Box Sarung Tangun, 50 pcs  Kacamata, 6 galon hand sanitizer, 50 Sprayer Solo/alat semprotan. Bantuan tersebut sudah disalurkan ke rumah sakit yakni RS Abdul Aziz, RS DKT, RS Umum Harapan Bersama dan RS Vincentius.

Termasuk, kata Tjhai Chui Mie, sebanyak 3 box rapid test yang diserahkan kepada Dinas kesehatan Singkawang dan Keluarga berencana. Untuk pemakaian segala bantuan ini diprioritaskan kepada tenaga medis, ODP. Sehingga penggunaan bantuan tersebut harus tepat sasaran.

Selain itu ia menyampaikan dari 3 pasien positif terjangkit Covid-19, dua di antaranya sudah pulang, dan satunya masih dalam perawatan rumah sakit. “Ada satu pasien positif warga Singkawang. Pasien ini terjangkit setelah pulang dari kota Pontianak,” jelasnya. Dengan kejadian ini, Tjhai Chui Mie berharap warga Singkawang waspada dan diharapkan semampu dan sedapat mungkin tidak masuk ke zona merah penyebaran Covid-19. “Jaga diri, Lindungi diri, kalau kita terjangkit, semua orang terjangkit,” ungkapnya.

Disinggung soal apakah Kota Singkawang akan memberlakukan sistem gate pada jalur masuk kota Singkawang dari berbagai daerah sekitarnya. Tjhai Chui Mie mengatakan pihaknya tengah mengkaji masalah tersebut, namun sejauh ini pihaknya tetap berkomunikasi dan berkoodinasi dengan kabupaten di luar wilayah Singkawang. “Saat ini kita masih menerapkan koordinasi dan komunikasi dengan bupati yang berbatasan dengan Singkawang. Jadi soal sistem pemeriksaan di pintu batas masuk belum dilakukan,” jelasnya.

Terkecuali, kata dia, untuk masyarakat Singkawang yang menjadi TKI di negara tetangga pihaknya terus melakukan pemantauan. Dimana pihaknya sudah menugaskan tim ke PLBN Aruk khususnya untuk berkoodinasi terkait warga Singkawang yang bakal pulang ke Singkawang. “Ini sudah kita jalankan dan senantiasa kita update informasi ke sana (PLBN,red),” ungkapnya. Ia berharap jika ada warga Singkawang yang pulang dari Malaysia maupun zona merah penyebaran Covid 19 harap melaporkan diri ke RT, Lurah, Camat setempat atau ke Puskesmas terdekat. “Pelaporan diri warga ini penting dalam menangkal laju penyebaran Covid-19 di kota Singkawang,” ujarnya. (har)

loading...